Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Senin, 10 September 2018

Komunikasi Produktif Hari ke-5


Kaidah: 7-38-55

Tiba-tiba handphone saya berdering saat kami sedang menikmati suasana kebersamaan. Biasanya saya tidak pernah mengangkat telpon dari nomor hp yang tidak dikenal, namun pada saat itu entah mengapa lisan saya tiba-tiba minta izin kepada suami untuk mengangkat telpon (pasti Allah yang menggerakkan).
I
:
Istri
S
:
Suami

I
:
Beb, ini ada telpon, boleh aku angkat? Siapa tahu penting
S
:
Iya beb, gapapa, angkat aza
----------------------------------------------------------------------------------------------
L
:
Lia
P
:
Penelepon

P
:
Betul ini dengan Ibu Lia Apriliani
L
:
Iya betul, ada yang bisa saya bantu?
P
:
Mohon maaf bu, saya ganggu aktivitas ibu. Saya hanya minta tolong sampaikan kepada Abdullah untuk segera menyelesaikan kewajibannya. Saya mencoba menghubungi beliau namun sulit.
L
:
Baik, akan saya sampaikan. Ada lagi kah yang ingin dibicarakan?
P
:
Tidak bu, sudah cukup. Terima kasih ya bu
L
:
Sama-sama
Telpon pun terputus
----------------------------------------------------------------------------------------------
S
:
Siapa beb?
I
:
Dari lembaga ******
S
:
Mau ada apa?
I
:
Itu beb, lanjutan telpon yang tempo lalu. Aku fikir semuanya sudah clear, ternyata belum
S
:
Ya udah, sekarang coba konfirmasi aza dulu ke Abdullah
I
:
Iya beb.

Setelah melakukan clear and clarify dengan Abdullah melalui telpon, saya mencoba menjelaskan ulang kepada suami yang sedang santai memainkan hp. Saya memilih kalimat-kalimat yang ringkas, mudah di mengerti, menggunakan penekanan pada kalimat-kalimat tertentu, dan bahasa tubuh yang mendukung.

I
:
Beb, aku udah telpon Abdullah (sambil meletakkan hp dan menatap mata suami dengan lembut)
S
:
Lalu bagaimana? (suami pun akhirnya meletakkan hp)



I
:
Jadi gini beb, ternyata Abdullah melakukan ini karena sedang terdesak kebutuhan. Ya, memang setiap orang pasti punya kebutuhan, apalagi dalam rumah tangga, kadang ada aja keperluan yang mendesak.
Berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan kepada suami mencerna pesan yang saya sampaikan.

Jadi bagaimana beb?
S
:
Kalau menurutku gini aza beb, kita keluarkan saja alokasi dana zakat kita
Bagaimana?
I
:
Beneran beb?
S
:
Iya, gapapa. Mereka kan sedang membutuhkan juga. Insya Allah kita masih ada rezeki yang lain. Kata nabi begini beb, “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”, itu sahih lho, hadist riwayat muslim
I
:
Ehm………masya Allah beb, beb,,, mamacih ya…
Semoga kelak Allah menggantinya dengan yang lebih baik
S
:
Aamiin

Memang benar sekali, ketika suatu topik sensitive dilakukan pada saat waktu yang tepat dan menggunakan kaidah 7-38-55 (verbal 7%, Iintonasi suara 38%, bahasa tubuh 55%) pesan dari komunikator kepada komunikan akan tepat sasaran dan diterima dengan baik. Sesuatu yang disampaikan dengan hati akan di terima dengan hati pula.

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsay
#institutibuprofesional


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...