Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Selasa, 20 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-13 "Aktivitas Anak Perempuan Di Rumah"

Masih tentang Buku Merawat Fitrah Anak Perempuan karya Dr. Khalid Ahmad Syantut. Kali ini, berkesempatan untuk mereview Bab 11 tentang Aktivitas Anak Perempuan di Rumah. Di buku tersebut dijelaskan bahwa bermain adalah sarana terbaik untuk memahami lingkungan sekitarnya dan sarana untuk mengekspresikan diri.  Membaca kalimat ini langsung teringat dengan Kakak Zahra yang sangat senang jalan-jalan mengelilingi komplek rumah 😂. Alhamdulillah...namun disis lain juga agak sedikit was-was, karena sampai saat ini Kakak Zahra belum tertarik bermain boneka. Di rumah banyak sekali boneka tangan, tapi dia lebih tertarik dengan mobil-mobilan dan pesawat. Apakah ini akan mencederai fitrah seksualitasnya? karena dibuku ini dijelaskan bahwa bermain boneka bagi anak perempuan dapat mengembangkan fitrahnya. 

Agak sedikit menyentil dihati saat membaca pernyataan bahwa pekerjaan wanita sesungguhnya adalah di dalam rumah, bukan di luar rumah. Menelan ludah berkali-kali, karena selama ini, saya masih aktif sebagai pekerja publik. Sempat terfikirkan untuk resign, namun hingga saat ini, belum bisa saya lakukan. Saya jadi teringat materi awal di kelas matrikulasi, bahwa sesunggunya, SETIAP IBU ADALAH PEKERJA,baik yang bekerja di wilayah domestik maupun di wilayah publik. Semua memiliki kekurangan dan kelebihan. Hidup adalah pilihan, dan setelah memilih, pasti ada konsekuensi yang harus kita terima. Dan saat ini, saya masih menjalankan peran keduanya. Alhamdulillah, Allah masih memberikan kemudahan dalam melaksanakn peran-peran tersebut. TIDAK ADA PERAN GANDA, YANG ADA ADALAH TOTALITAS, kalimat itu yang selalu teriang-iang di kepala saya. Saat saya berada di ranah publik, sebisa mungkin saya fokus dengan pekerjaan, namun tak lupa menanyakan kabar anak di rumah, mengecek keperluan yang dibutuhkan, dan juga menyapa suami. Saat saya berada di ranah domestik, sebisa mungkin tidak mengerjakan urusan kantor di rumah, jika pun ada masalah urgent, saya selalu minta izin suami terlebih dahulu. Semua peran jika dilakukan dengan bahagia, pasti akan menghiasi rumah dengan penuh cinta.


#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Senin, 19 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-12 "FAQ Anak Seputar Pendidikan Seks"

Pembukaan diskusi yang sangat berbeda dengan PG-PG sebelumnya di mana setiap anggota PG 10  menyapa audiens dengan pantun yang membuat aura kelas semakin enjoy ditambah mak momod yang memandu kelas semakin assyyeekk, hihihi. Waktu yang disediakan 1 jam terasa begitu cepat berlalu dengan tiga pertanyaan yang penyaji lontarkan:

Bunda, kenapa burungku berdiri?
Bunda, dada bunda kok besar, ayah enggak?
Bunda, kenapa bunda bisa hamil, ayah enggak?


Pertanyaan-pertanyaan ajaib yang tak terfikirkan oleh ku saat ini karena usia Kakak Zahra baru 2 tahun dan Dede Fayy 7 bulan. Jadi sampai saat ini kami masih merasa 'aman' 😅. Tapi jangan sampai keenakan di zona aman terus ya, kami  pun harus punya amunisi yang cukup hingga waktu itu tiba. Semangat membaca referensi 😄


Di akhir sesi, penyaji memberikan oleh-oleh berupa materi yang cukup unik karena media yang digunakan berupa http://anyflip.com/fppj/tpxo/

Terima kasih PG 10 atas sharing ilmunya. Semoga Allah senantiasa memberkahi segala aktivitas kita dalam proses pengasuhan.

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Minggu, 18 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-11 "Sekolah Ideal Untuk Anak Perempuan"

Saat membuka daftar isi buku merawat fitrah anak perempuan karya Dr. Khalid Ahmad Syantut, mata langsung tertarik dengan bab 9 🙈🙈🙈 yang membahas tentang memilih sekolah untuk anak perempuan.

Walaupun Kakak Zahra masih berusia 2 tahun,  namun kami sudah sangat antusias memilih sekolahannya nanti. 

Dalam buku ini dijelaskan,  bahwa sistem pendidikan yang ideal untuk anak perempuan yaitu:

Sekolah khusus perempuan yang tidak ikhtilat
Seperti yang kita ketahui,  bahwa ikhtilat adakah sesuatu yang dosa dan mengandung keburukan. Dalam ilmu psikologi pendidikan, pada fase  sebelum baligh,  anak anak akan memilih teman berdasarkan gender.

Sekolah yang membedakan antara kurikulum siswa dan siswi
Secara garis besar,  kurikulum yang dibuat saat ini berdasarkan takaran laki-laki akibatnya disadari atau tidak,  ada usaha untuk menghilangkan fitrah kewanitaan dalam diri anak perempuan. Kalau sudah seperti ini,  tugas ayah dan ibulah yang harus mempersiapkan kurikulum tersebut di rumah.

Lalu,  bagaimanakah kurikulum untuk anak-anak perempuan?
Materi materi dasar yang wajib dipelajari yaitu Husnu taba'ul yaitu penghormatan yang diberikan seorang istri untuk suaminya termasuk manajemen rumah tangga, cara agar ia menjadi tempat labuhan yang nyaman bagi suami, pendidikan etika. Selain itu, anak perempuan perlu dibekali  Ilmu parenting. Pertama tentang perawatan bayi. Kedua tentang pendidikan anak usia dini. Ketiga tentang pendidikan anak usia tamyiz dan keempat tentang pendidikan anak usia baligh.

Nah... untuk  Kurikulum di Rumah, Ayah Ibu bisa ajarkan:
  1. Melatih memperbaiki beberapa alat elektronik sederhana
  2. Melatih merawat dan menjaga bayi
  3. Mengajarkan keterampilan memasak, menjahit, membersihkan dan menata rumah
  4. Memberikan keteladanan menjadi ibu muslimah yang sholihah


#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Sabtu, 17 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-10 "Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual"

Grup tak seramai hari sebelumnya hingga jadwal diskusi sempat molor 15 menit dari waktu yang telah ditentukan. Bisa jadi peserta sedang sibuk dengan lomba 17 Agustusan di rt nya masing-masing 😂. Beberapa poin yang dapat saya catat dari penampilan PG 9 yaitu:
  1. Unik, adanya curah pendapat menggunakan google form dan pemberian sertifikat kepada 3 orang terpilih namun sayangnya tidak ada penjelasan indikator terhadap 3 orang terpilih tersebut.  
  2. Kekeliruan judul materi, tertulis Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Sosial, seharusnya Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual.  Baru disadari kekeliruan judul ini setelah diskusi selesai 🤭. 
  3. Pemenggalan untuk mengakhiri diskusi kurang smooth karena peserta sedang asyik asyiknya saling menanggapi atau share pengalaman pribadi 🙈. 
  4. Warna dalam slide materi didominasi oleh merah putih 👏👏👏, sangat sesuai dengan peringatan hari kemerdekaan RI.

Terimakasih PG9 yang sudah berbagi ilmunya hari ini.  Semoga kita dimampukan untuk menjaga amanah dariNya.  Aamiin

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Jumat, 16 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-9 "Penyimpangan Seksual"

Out of the box.  Itulah kalimat yang tepat diberikan untuk PG8. Materi disajikan dalam bentuk video yang sangat menarik,   sungguh, ini sangat berbeda dari penampilan PG PG sebelumnya.. Audiens tertarik dengan aplikasi yang digunakan dan meminta PG8 untuk berbagi Ilmu tentang aplikasi tersebut. Manurut saya,  penyampaian diskusi pun sangat menarik, penyaji memberikan pertanyaan pertanyaan tentang penyimpangan sosial dan membuat diskusi semakin hidup.  Di akhir sesi,  barulah penyaji memberikan seluruh materi secara gamblang. 
Wah.... pokoknya tadi seru beud diskusinya. Terima kasih PG8 atas sharing ilmunya,  Kalian luar biasa. Berani tampil beda dan unik. 

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Kamis, 15 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-8 "Kejahatan Seksual"


Masya Allah.... bahasan diskusi hari ini tak kalah serunya dengan hari kemarin. Kali ini membahas tentang kejahatan seksual.  Setelah materi dibagikan pagi hari,  peserta pun saling share pengalaman pribadi ataupun pengalaman keluarga/teman. Saya kira diskusi sudah dimulai, namun ternyata baru dimulai pukul 14.00, ini efek saking ramenya chat 😂. Perlu berulang kali PG7 mengingatkan untuk mengirimkan pertanyaan kepada petugas 😅.
Materi yang disajikan lengkap,  tampilannya menarik,  dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Dari materi dan diskusi hari ini,  saya baru mengerti apa bedanya pelecehan seksual dan kekerasan seksual 🤣. Sering dengar di program berita TV tapi baru ngeuh sekarang 🙈. Selain itu,  saya pun mendapat kosakata baru, yaitu sugar dady dan sugar baby 🤭.

Kejahatan seksual ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.  Kadang dilakukan oleh orang yang tak pernah kita duga sebelumnya. Bisa jadi oleh orang terdekat korban.  Menyimak share pengalaman yang telah terjadi, hati serasa semakin takut. Mampukah kami menjaga amanah dariMu?

Ya Allah... mampukan kami dalam menjaga dan mendidik amanahmu
Ya Allah...jangan pernah Engkau tinggalkan kami sedetikpun
Ya Allah... lindungilah kami dari segala macam marabahaya

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Rabu, 14 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-7 "Pengaruh Media Digital Terhadap Fitrah Seksualitas"

Ikut nimburung diskusi kali ini, membuat lisan tak mampu bergerak. Walalupun penyaji tidak berniat untuk menakut-nakuti, tapi sejujurnya saya menjadi takut dengan contoh kasus yang dipaparkan

Ditambah secuil kisah yang dialami oleh teman sekelas tentang keluarga atau temannya

ade ku pernah kecanduan games online. setelah ditelusuri  penyebabnya gak serta merta anak kecanduan. Semuanya di mulai dari kecil. Dulu ortuku cukup longgar soal nonton tv. Adeku nonton tv terus tayangan kartun, cnn, aman dan edukatif. Di sekolah cukup berprestasi, bhkan pengetahuan umumnya lebih dari tmn2nya. Krn hasil nonton itu. 
Tapi ternyata kebiasaan nonton tv ini membuat adeku penasaran dg program lainnya. Mulailah ke warnet, maen games diam2. Masih aman. Sampai kemudian adeku di masukin ke pesantren. Sekitar kelas 2 SMP baru ketahuan kalau dia sering kabur hanya untuk ngewarnet maen games. Sampai nginep berhari2. Sulit ditangani. Uang spp, ekskul juga dipake ngewarnet. Sepupu saya tiap minggu keliling garut nyari warnet tempat adeku maen. Katanya isi warnet itu bapak2 dan orang dewasa lainnya. Ya Allah ngeri kalau inget ini. 
Secara prestasi adeku gak jeblok banget. Nilai ujian b. Inggrisnya selalu terbaik bahkan. Tapi kemampuan sosial dan adaptasinya rendah banget. Dikehidupan nyata sering gak fokus, sulit ditekan. Pdhl udah stop ngegames online semenjak SMA kls 3. 
Sekarang sudah kuliah. Sejauh ini menurut saya, emosi ade kaya masih anak SMA. Kemampuan problem solving, managerialnya masih perlu dikejar supaya sesuai dg setatusnya sbg mahasiswa. 
Pembelajarannya : mencegah kecanduan utk melelahkan tapi mengobati yg kecanduan jauh lebib lelah secara emosi, pikiran, bahkan tenaga. 
Sesuatu yg simple kaya nonton tv tayangan edukasi aja, kl gak bijak dan penuh tanggung jawab bisa jadi pemicu rasa penasaran untuk coba tayangan lainnya.
Kasih gadget tuh emng bikin pinter tp pinter di kognitif doang, kemampuan bersosialisasi, mengelola emosi, dll itu butuh interaksi non gadget ternyata. 

Teman saya dulu, anak orang kaya, sampai mencuri speaker dan headset warnet, serta rela jadi tukang parkir demi dapat uang untuk main game.
Saat smp dia sering bolos dan berada di tempat game online. Ibunya sampai nangis2.
Tapi sepertinya ini didikan keluarga juga, karena ayahnya juga mengajarkan mengambil milik orang lain.
Contoh : saat menginap di tempat wisata, mereka ke pemancingan pagi2 sekali, lalu mengambil ikan dan memasukkannya ke dalam plastik tanpa ditimbang/membayar ke pengelolanya

Sekedar sharing bbrp mmgg lalu Dan sharing dg psikilog, ada kasus anak ustadz yg sgt tjaga lingkungan rumah Dan sekolahnya namun tyt mndapatkan info pornografi Dr tukang ojek langganan kelg nya 
Masya Allah.....tantangan masa kini sungguh luar biasa

Penyaji memaparkan materi dengan cara yang tak biasanya. Lebih banyak diakhiri dengan kalimat tanya yang membuat para pembaca makin berasa jleb...jleb...jleb.... Ya Allah....menjadi orangtua itu bukanlah sesuatu yang mudah.



Jadi teringat dengan

Sabda Rasulullah SAW


"Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian". 


Sempat terfikir, sterilisasi media digital aza gitu ya?
namun, perlu kita ingat kembali, kita tak selamanya bisa membersamai dan mengawasi anak.

Lalu orangtua harus gimana dong?
Orangtua bersikap bijak terhadap pemakaian media digital bagi anak

Bukan STERILISASI namun perkuat IMUNITAS

Ini masih menjadi PR bagi kami.

Ya Rabb....
Bimbinglah kami untuk bisa menghantarkan anak-anak kami menuju manusia yang berguna bagi agama, keluarga, bangsa dan negara


#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...