Masih tentang Buku Merawat Fitrah Anak Perempuan karya Dr. Khalid Ahmad Syantut. Kali ini, berkesempatan untuk mereview Bab 11 tentang Aktivitas Anak Perempuan di Rumah. Di buku tersebut dijelaskan bahwa bermain adalah sarana terbaik untuk memahami lingkungan sekitarnya dan sarana untuk mengekspresikan diri. Membaca kalimat ini langsung teringat dengan Kakak Zahra yang sangat senang jalan-jalan mengelilingi komplek rumah 😂. Alhamdulillah...namun disis lain juga agak sedikit was-was, karena sampai saat ini Kakak Zahra belum tertarik bermain boneka. Di rumah banyak sekali boneka tangan, tapi dia lebih tertarik dengan mobil-mobilan dan pesawat. Apakah ini akan mencederai fitrah seksualitasnya? karena dibuku ini dijelaskan bahwa bermain boneka bagi anak perempuan dapat mengembangkan fitrahnya.
Agak sedikit menyentil dihati saat membaca pernyataan bahwa pekerjaan wanita sesungguhnya adalah di dalam rumah, bukan di luar rumah. Menelan ludah berkali-kali, karena selama ini, saya masih aktif sebagai pekerja publik. Sempat terfikirkan untuk resign, namun hingga saat ini, belum bisa saya lakukan. Saya jadi teringat materi awal di kelas matrikulasi, bahwa sesunggunya, SETIAP IBU ADALAH PEKERJA,baik yang bekerja di wilayah domestik maupun di wilayah publik. Semua memiliki kekurangan dan kelebihan. Hidup adalah pilihan, dan setelah memilih, pasti ada konsekuensi yang harus kita terima. Dan saat ini, saya masih menjalankan peran keduanya. Alhamdulillah, Allah masih memberikan kemudahan dalam melaksanakn peran-peran tersebut. TIDAK ADA PERAN GANDA, YANG ADA ADALAH TOTALITAS, kalimat itu yang selalu teriang-iang di kepala saya. Saat saya berada di ranah publik, sebisa mungkin saya fokus dengan pekerjaan, namun tak lupa menanyakan kabar anak di rumah, mengecek keperluan yang dibutuhkan, dan juga menyapa suami. Saat saya berada di ranah domestik, sebisa mungkin tidak mengerjakan urusan kantor di rumah, jika pun ada masalah urgent, saya selalu minta izin suami terlebih dahulu. Semua peran jika dilakukan dengan bahagia, pasti akan menghiasi rumah dengan penuh cinta.
#Bunsaylevel11
Agak sedikit menyentil dihati saat membaca pernyataan bahwa pekerjaan wanita sesungguhnya adalah di dalam rumah, bukan di luar rumah. Menelan ludah berkali-kali, karena selama ini, saya masih aktif sebagai pekerja publik. Sempat terfikirkan untuk resign, namun hingga saat ini, belum bisa saya lakukan. Saya jadi teringat materi awal di kelas matrikulasi, bahwa sesunggunya, SETIAP IBU ADALAH PEKERJA,baik yang bekerja di wilayah domestik maupun di wilayah publik. Semua memiliki kekurangan dan kelebihan. Hidup adalah pilihan, dan setelah memilih, pasti ada konsekuensi yang harus kita terima. Dan saat ini, saya masih menjalankan peran keduanya. Alhamdulillah, Allah masih memberikan kemudahan dalam melaksanakn peran-peran tersebut. TIDAK ADA PERAN GANDA, YANG ADA ADALAH TOTALITAS, kalimat itu yang selalu teriang-iang di kepala saya. Saat saya berada di ranah publik, sebisa mungkin saya fokus dengan pekerjaan, namun tak lupa menanyakan kabar anak di rumah, mengecek keperluan yang dibutuhkan, dan juga menyapa suami. Saat saya berada di ranah domestik, sebisa mungkin tidak mengerjakan urusan kantor di rumah, jika pun ada masalah urgent, saya selalu minta izin suami terlebih dahulu. Semua peran jika dilakukan dengan bahagia, pasti akan menghiasi rumah dengan penuh cinta.
#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar