Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Senin, 18 Mei 2020

Buka Mulutnya, Ha..ha..ha..

Berhubung Kakak suka dengerin lagu, akhirnya lama-kelamaan hafal. Begitupun dengan Dede Fayy....dia sudah hafal nada meskipun bicaranya belum bisa. Seperti dalam video berikut.
Ini adalah bagian akhir dari lagu Anak-anak Baby BabyBus Bahasa Indonesia yang berjudul "Diam-Diam Memakan Donat", untuk versi lengkap bisa dilihat di:


Masya Allah Tabarakallahu

#AFM2
#1y4m

Jumat, 15 Mei 2020

Modalitas Bicara Bagi Tunarungu

upaya ilmunya tidak hilang begitu saja, saya coba menulis ulang materi dan proses tanya jawab yang terjadi pada Hari Kamis, tanggal 14 Mei 2020 pukul 13.00 s.d. 14.30 bersama pakar tunarungu, Bapak Tonny Santosa, M.Pd. Beliau adalah salah satu Instruktur Nasional bidang Pendidikan Khusus dan juga kepala SLB Negeri di Jakarta.

Tulisan asli langsung copas dari WAG, mohon maaf jika banyak yang typo

Ok kita mulai saja ya.
Minggu lalu kita sdh bahas bahwa tunarungu itu merujuk pada kerusakan pendengaran atau kita menyebutnya dg hambatan pendengaran. Boothroyd membagi ketunarunguan menjadi hearing loss dan auditory proccess disorder. 
Hearing loss terbagi lagi menjadi deaf dan hard of hearing.

Bagaimana dengan kita yg disebut mendengar, apakah kita kehilangan daya dengar juga?


Pada umumnya tdk ada seorangpun yg tdk kehilangan daya dengar. Kita pun jika diperiksa dg audiometer pasti daya dengar akan hilang sekitar 10 - 30dB. Apalagi para lansia, boleh jadi mereka tergolong hard of hearing spt yg dikemukakan oleh boothroyd


πŸ‘¨ Mentor (Pak Tonny)
πŸ˜„ Mentee (Mas Arif, Mba Rani, Mba Anggi, dan Lia Apriliani)

πŸ˜„ Kalau bgitu bs d bilangbrata2 org memiliki hambatan dlm mendengar
πŸ‘¨ Ya. Bener bingiiitz. Tapi kehilangan pendengaran sampai 30dB msh dianggap normal atau tdk tergolong dlm klasifikasi ketunarunguan. Ketunarunguan juga sering disandingkan dg tunawicara. Jadi istilahnya tunarungu wicara. Tunarungu ya tunarungu berbeda dgn tunawicara. Jangan sampai krn org yg tunarungu bicaranya gak jelas kemudian disebut tunawicara. 

πŸ‘¨ Apakah tunarungu memiliki potensi berbicara?
πŸ˜„ Iya ada potensi slama pita suaranya tdk bermasalah

πŸ˜„ Pak Toni, kalau orag tua budeg itu masuk tunarungu juga kan ya?
πŸ‘¨ Tergantung berapa dB hilangnya. Kalo lbh dari 30dB berarti sdh msk pada katagori hard of hearing dan kalo sdh lebih dari 70dB sdh masuk katagori tuli. Artinya secara umum mereka sdh masuk pada wilayah tunarungu

πŸ˜„ ini apa bedanya pak? tunarungu sama tunawicara,,, aku masih bingung
πŸ‘¨Tunarungu sdh jelas berhubungan dgn kerusakan indera pendengaran, tunawicara pastinya terkait dgn kerusakan alat bicara dan/atau berhubungan dg traumatik berat. Seseorang yg mengalami guncangan berat krn melihat suatu peristiwa tertentu juga dpt menjadikannya tunawicara tapi yg spt ini bisa disembuhkan. Org yg tunawicara itu bisa mendengar, kecuali kalo dia tunawicara dan juga tunarungu atau tunaganda.

Jadi anak tinarungu itu memiliki potensi berbicara.

πŸ˜„ Apa penyebab seseorg menjadi tunarungu?
πŸ‘¨ Seseorang menjadi tunarungu sama seperti pada ketunaan lain. Ibu hamil mengkonsumsi obat secara berlebih, krn turunan, atau krn kecelakan/musibah. Intinya cuma 3 hal itu. Kecelakaan itu jangan dimaknai sempit ya. Kecelakaan/musibah itu bisa krn kejepit alat bantu kelahiran, atau krn kelahiran yg lama sehingga kehilangan banyak oksigen dll. Makanya jika dilihat dari waktu terjadinya bisa dikatagorikan pada masa pranatal (tunarungu sebelum lahir), natal (tunarungu pada saat kelahiran) dan postnatal (tunarungu setelah kelahiran)

πŸ˜„ kalau Angkie Yudistia (Staf Khusus Presiden) itu berarti dia tunawicara ya?
πŸ˜„ di biografinya beliau kehilangan pendengaran mbak kemungkinan tunarungu. bukan tunawicara (umur 10 th).
πŸ‘¨ Mbak angki kan ngomong bagus. Dia menjadi tunarungu setelah dia mengalami fase post linguality. Jadi punya pengalaman berbicara sebelum menjadi tunarungu. Pada umumnya orang menjadi tunarungu setelah mengalami fase postlinguality bicara dan bahasanya bagus. Yesss, bukan tunawicara tapi tunarungu.

πŸ˜„ kebalik aku.....antara otak dan tulisan ga sinkron...Epek kecapean nerbangin layang-layang kayanya neh

πŸ˜„ bisa berpotensi bicara ya pak, mereka menyadari ketika mereka mengeluarkan suara pak? kayak kita kam tau kalau ngomong kekencengan atau tidak, apa cuman tau kalau keluar suara ketika pita suara bergetar

πŸ‘¨ Tuhan maha adil dgn segala kesempurnaannya. Meskipun tunarungu, tuhan memberikan modal bicara untuk tunarungu. Kira2 modalitas apa yg bisa dimanfaatkan agar tunarungu bisa berbicara?
πŸ˜„ fokus pada penglihatan
πŸ‘¨ Gambling tapi bener

Perilaku bayi yg selalu menatap pada org yg mengajak bicara modalitas utama tunarungu untuk melihat bentuk ujar, sehingga dg memahami/melihat ujaran pembicara anak tunarungu bisa meniru ucapan dan memahami makna ucapan tsb.

Faktor lain adalah tuhan menganugerahi dan menjaga language acquisition divice (LAD) manusia dgn baik. Meskipun tunarungu tapi LADnya gak rusak.

LAD itu alat kemampuan berbahasa yg ada pada otak kita sehingga secara otomatis kita bisa berbicara dan memahami bahasa.  

Coba man temans flashback, ada gak yg diajari oleh ibu, bpk atau kakak spt ini:
Arif kalo masukin makanan atau minuman ke mulut itu namanya makan
Anggi kalo kamu msk kamar mandi dan guyurin badan kamu sama air namanya mandi
Lia kalo kamu lihat benda seperti ini namanya lemari


Pernah gak diajarin seperti itu? Pasti gak kan? Nah itulah salah satu peran LAD

Saya simpulkan dulu modalitas untuk bicara
1. Perilaku menatap pd waktu bayi
2. Perilaku meniru pd waktu bayi
3. LAD

Dgn modalitas tsb maka ortu yg punya anak tunarungu hrs memanfaatkan modalitas itu agar perkembangan bahasa dan komunikasi anaknya yg tunarungu lbh ok

Ketunarunguan itu bisa dideteksi sejak bayi dlm kandungan. Kalo tdk terdeteksi sejak dlm kandungan, dlm umur mingguan pun bisa dideteksi sendiri oleh ortunya. Teriak atai batuk aja waktu bayi tidur. Terkejut gak dia? Kalo gak terkejut, waspadalah mungkin dia akan menjadi tunarungu.

Ok. Kita bicara soal pemanfaatan modalitas bicara bagi tunarungu aja ya. Kalo perilaku menatap dan meniru dimanfaatkan waktu ortu tau bahwa anaknya tunarungu diharapkan orang tua melatih alat ucapnya spy tdk kaku. Alat ucap kalo didiamkan terus akan mengalami kekakuan.  Ajak bicara terus sebagaimana ibu mengajak bicara pada bayi yg mendengar. Ajak bicara juga sebagaimana ngajak ngobrol pada anak umur 2th yg sdh bisa ngoceh. Spy anak yg tunarungu itu memahami bahwa ada gerak bibir yg bermakna bagi kehidupan yaitu gerak bibir yg memproduksi bunyi bahasa sbg alat komunikasi.

Nah, bayi atau anak2 kan pasti punya kemauan. Waktu bayi/anak itu menunjuk sesuatu yg diinginkannya, jangan langsung dipenuhi. Tapi ortu hrs membahasakan apa yg dimauin akan itu dan membahasakannya

Misalnya, anak itu menginginkan bola yg ada di atas meja. Kemudian nunjuk2 bila itu. Si ibu hrs membahasakannya, misal; Kenapa nak, kamu mau bola itu? Bilang dong, bu ambilkan bola

Kemudian si ibu meminta anak mengucapkannya, kalo sdh mengucapkan setidakjelas apapun ucapannya, beri pujian dan kasihkan bola yg diminta.

Begitu juga kalo dia nunjuk ke botol minuman krn haus dan mau minum. Jangan langsung dikasih, tapi ortu hrs membahasakannya. Kamu mau mimi bak? Bilang dong, bu haus, mau mimi. Kemudian si ibu minta spy anak mengucapkannya. Setelah anak mengucapkan baru kasih botol minumnya.


Masalahnya sudahkah ortu yg punya anak tunarungu memperlakukan anaknya spt itu?

Anak saya pernah "tunarungu" sampai usia 5th. Ada yg tau kenapa hal ini bisa terjadi?
Anak saya pernah "tunarungu" sementara bahkan sampai bicaranya juga ngaco spt anak tunarungu pada umumnya. Hal ini disebabkan krn persyarafannya yang LETARGIk atau persyarafannya itu TIDUR. Anak saya bilirubin dan tdk bisa pulang sama ibunya waktu persalinan. Salah satu dampaknya adalah dia terkena letargisitas. Syaraf pendengarannya malas bereaksi/merespon bunyi. Jadi diberisikan apapun cuek aja sampai pada saat lebaran scr gak sengaja kakaknya nginjek2 tutup kaleng biskuit. Bunyinya nyakitin kupin, bikin ngilu. Tapi anak saya yg "tunarungu" bereaksi thd bunyi tsb. Artinya anak saya hrs dirangsang dg bunyi2 tinggi spy bereaksi. Setelah dirangsang akhirnya umur 5th bersikap spt anak pada umumnya. Krn wkt kecil "jarang" bicara setelah bisa bicara kalo diajak pergi dia ngomong terus. Mulai dari naik angkot sampai turun angkot bicara gak henti2

Ok teman2 simpulannya nanti aja ya. Diendapkan aja dulu berbagai hal ttg ketunarunguan biar lbh memahami anak tunarungu. Masih pada kulit bagian luar dan paling luar sekali. Belum msk ke kedalaman tunarungu. Hal itu kita bahas nanti. Selamat siang semua, selamat berpuasa bagi yg puasa dan sehat selalu 

Minggu depan kita bicara syaraf yg letargik. Jadi anak saya bukan tunarungu tapi syaraf dengarnya letargik sehingga menunjukkan perilaku tunarungu. Tapi tunarungunya sementara krn bukan hilang pendengaran tapi syaraf yg letargik. Syaraf yg letargik kalo tdk diransang akan tidur selamanya sehingga tdk merwapon bunyi dan akhirnya bisa jadi tunarungu

Refleksi

Pada umumnya semua orang mengalami kehilangan daya dengar, 
Jika hilangnya sekitar 10-30dB masih dikatakan NORMAL. 
Jika hilangnya diatas 30dB masuk kategori hard of hearing
Jika hilangnya diatas 70dB masuk kategori deaf

Tunarungu BERBEDA dengan tunawicara
Tunarungu berhubungan dengan kerusakan indra pendengaran sedangkan tunawicara berhubungan dengan kerusakan alat bicara dan atau traumatik berat.

Penyebab ketunarunguan sama seperti ketunaan lainnya yakni berlebih minum obat saat hamil, keturunan, atau kecelakaan/musibah.

Modal bicara bagi anak tunarungu yaitu
Perilaku menatap pada waktu bayi
Perilaku meniru pada waktu bayi
LAD (Language acquisition divice) ini adalah alat kemampuan berbahasa yang ada di otak sehingga kita bisa berbicara dan memahami bahasa secara OTOMATIS.

Bagi orangtua yang memiliki anak dengan bilirubin sangat tinggi saat lahir, perlu hati-hati dan periksakan anak ke dokter. Salah satu efek dari hal tersebut yaitu LETARGISITAS dimana syaraf pendengarannya malas bereaksi terhadap bunyi. Jika dibiarkan, anak menjadi TUNARUNGU.

#kuliahonline
#belajartunarungu
#mengikatilmu
#part2

Kamis, 14 Mei 2020

Jurnal Kupu-Kupu Minggu Ke-2: Nilai Tingkat Keahlian Anda

Sempat kesel karena gagal terus belajar bagaimana merekap data otomatis sehingga muncul badmood untuk menulis jurnal. Setelah dipending beberapa kali, akhirnya diri ini dituntut untuk segera bisa. Kenapa? Soalnya yang jaga gawang buat ngerumusuin data ada potensi buat masuk tim pusat, hihihi...jadi mumpung masih ada waktu untuk direpotin, akhirnya memaksakan diri untuk bisa. Ddddaaannnn ternyata, saya berhasil......yyyeeayyy....senang sekali rasanya...bukan hanya senang, tetapi juga bad mood beralih ke good mood...

Nah, pekan kedua ini bercerita tentang penilaian keahlian sendiri dan bagaimana rasanya bertemu dengan pasangan melalui obrolan video.

Poin Pertama Tentang Penilaian Keahlian Sendiri
Jujur saja, saya belum pernah melakukan ini sebelumnya. Saya memiliki kemampuan tentang isyarat SIBI maupun BISINDO tttaappiii.........SSEEDDIIKKIITT... belum ahli-ahli banget. Kalau tentang mendongeng saya masih sebatas teori, dan praktek terbatas di hadapan anak-anak sendiri saja. Belum pernah mencoba mendongeng langsung di hadapan anak-anak tunarungu, Alhamdulillah, saya punya beberapa karya yang bisa dibilang mendingan karena didukung editing video yang bagus oleh suami, wkwkwk...

Bagi yang penasaran, bisa di intip di link berikut ya

https://bit.ly/Ujian_Bisindo_Level2 (Bisindo)
https://bit.ly/Kika_Si_Serba_Sempurna (SIBI)
https://bit.ly/Cover_SIBI_Ayahku (SIBI)
https://bit.ly/Perkenalan_Diri (Bisindo)
https://bit.ly/Percakapan_Bisindo (BISINDO)

eh..eh..eh...kalau dikumpulin, ternyata lumayan juga ya...jadi semangat untuk menambah karya neh., colek colek dulu Pak Suami ah,,, biar dibantu editing videonya lagi,,,hihihi, eh jangan hanya colek ding,,, ups...

Inilah kurang lebih  percakapan yang terjadi antara mentor πŸ‘± (Teh Witri ) dengan mentee πŸ‘© (Lia)

πŸ‘± kalo boleh tau kenapa ingin bisa dongeng berbahasa isyarat? Apakah ini berhubungan dengan background pendidikan teteh juga?

πŸ‘©Alasan saya ingin bisa dongeng isyarat yaitu karena prihatin dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak bisa memiliki akses untuk memahami dongeng tersebut. Kebanyakan saat ini pendongeng yang ada adalah pendongeng untuk anak-anak pada umumnya. Padahal kan kita tahu ya teh, bahwa manfaat dongeng itu luar biasa... Awalnya saya senang dengan "read aloud" untuk anak-anak, kalau dulu sebelum punya anak, boro-boro ada kecenderungan untuk melakukan ini. Tapi semenjak ada anak, saya jadi suka dengan read aloud, Sesekali menggunakan nada dan ekspresi lalu selanjutnya berkembang menjadi dongeng, tapi masih dongeng dengan teks, hihihi Sesungguhnya sebelum adanya tahap kepompong atau bahkan sebelum adanya program bunda cekatan ini, saya dan suami memiliki keinginan membuat proyek yang bermanfaat sesuai passion. Suami yang jago dibidang editing video dan saya yang memiliki sedikit kemampuan dalam hal berisyarat ingin berkolaborasi membuat vlog terkait pendidikan dan mampu dipahami oleh anak-anak berkebutuhan khusus terutama disabilitas rungu. Suami yang cuap cuap, dan saya yang menerjemahkannya kedalam bahasa isyarat. Namun itu sebatas angan-angan tanpa aksi nyata dan menguap begitu saja sejak kehadiran anak pertama dilanjut anak kedua. Sibuk dengan rutinitas dan aktivitas harian, dan proyek ini seperti terlupakan. Ilmu yang jarang dipraktekkan dan kemampuan berisyarat pun sedikit demi sedikit hilang entah kemana. Astagfirullah...
πŸ‘± Harapannya setelah kita melakukan mentoring ini kira-kira apa teh?
πŸ‘© Harapan saya setelah melakukan mentoring ini, saya bisa mengalami perubahan dalam mendongeng. Teh Witri sudah kebayangkan ya bagaimana ekspresi saya saat melihat video saya, pasti tahu hal-hal apa saja yang masih perlu diperbaiki


πŸ‘± Menurut teh lia nih, selain ekspresi apalagi yang mesti diperbaiki saat mendongeng?
πŸ‘© Selain ekspresi, saya perlu teknik bercerita, surata, dan gestur, banyak beud ya..

πŸ‘± Pernahkah langsung mendongeng di depan anak-anak atau publik?
πŸ‘©Aku baru sebatas di hadapan anak-anak sendiri aza teh...kalau ke publik secara langsung belum berani,,, oia, palingan ke publik dalam artian share video doang si,

πŸ‘± Adakah tantangan terbesar yang dihadapi ketika mendongeng?
πŸ‘©Menguasai audiens teh....,soalnya anak-anak sering banget ninggalin saya yang lagi bercerita, hhahha

Poin Kedua Tentang Rasanya Bertemu Dengan Pasangan Melalui Obrolan Video
Aiiihh......meni deg deg ser...meskipun sama-sama perempuan, tapi Allah menghadirkan perasaan itu kepada saya. Alhamdulillah kami berhasil menguatkan silaturahim kami dengan video call melalui WA meskipun hanya sekitar 10 menit. Udah keriweuhan sama anak-anakl cyyiin.....baik anak saya maupun anaknya Teh Witri. Eh...ternyata ada persamaan antara saya dan mentor, yaitu sama-sama memiliki dua anak, hihi.
Tidak banyak yang kami obrolkan, hanya sebatas obrolan ringan saja serta memperkenalkan anak-anak. 


#jurnalke2
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Rabu, 13 Mei 2020

Suara Apa Itu?

Alhamdulillah,,, sebelum tidur, kami sudah merutinkan untuk membacakan buku. Saat ini, Dede Fayy sangat senang sekali dibacakan buku Suara Apa Itu?

Hampir setiap malam pasti Dede Fayy tiba tiba mengambil buku tersebut dari rak. Meskipun ibu sudah sangat mengantuk, sudah pura pura tidur supaya Dede Fayy tergerak untuk segera tidur, tetap saja membangungkan ibu supaya terjaga kembali

"hem...hem..hem.."
"teteteteteteteteeeete"

Itulah bahasa ekspresif Dede Fayy ketika ingin dibacakan buku sambil menyodorkan kan tangannya supaya ibu menerima buku yang ia bawa

"Dede mau baca buku ini?", tanya ibu singkat
Namun Dede menjawabnya dengan reaksi tubuh, yakni langsung memposisikan badannya duduk di pangkuan ibu atau jika ibu posisinya tengkurap, maka Dede Fayy akan duduk didepan dada ibu.

Dede Fayy paling senang saat membaca buku bagian sepeda.

Saat ibu berkata "kring kring kring" Dede Fayy pasti berekspresi senang, sedikit menjerit, dan badannya setengah dinaik naikkan.

Seneng banget ibu bisa melihat Dede Fayy merespon seperti itu.

Masya Allah Tabarakallahu, semoga semangat membacanya bisa terus tertanam hingga dewasa kelak ya sayang

We love You


#jurnalAFM2
#1y4m

Minggu, 10 Mei 2020

Duo AFM Mengeksplor Lingkungan Sekitar

πŸ‘© Eh, Kakak udah bangun, gimana bobonya sayang? Nyenyak?
πŸ‘§ Enyak
πŸ‘© Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Kakak bisa bobo, Kakak bisa bangun, bisa melihat, bisa mendengar, bisa gerakin kaki tangan, Ya Allah, terima kasih ya Allah, atas segala nikmat yang telah kau berikan kepada kami. Kakak mimpi apa sayang?
πŸ‘§ mimpi tidur

Wkwkwkwk, begitulah jawaban Kakak Zahra setiap ditanya "mimpi apa?". 

πŸ‘© Kakak cari apa sayang?
πŸ‘§ hmmmmh...Kakak mau liat video
πŸ‘© kita main di depan yuk...
πŸ‘§ ayo, dengan wajah bantal tapi sumringah

Tidak lama kemudian, ada satu makhluk kecil lagi keluar dari kamar sambil bersuara, "tetetetetettetetetete". Ya itulah Dede Fayy. Alhamdulillah saat ini telah memiliki kemampuan bahasa ekspresif seperti itu. Jika melihat bunglon, cicak, dan meminta sesuatu, akan berkata seperti itu sambil berekspresi.

πŸ‘© Eh, ada dede, yuk kita main di depan.

Kami bertiga pun bermain di depan rumah. Ayah kemana? Ayah masih mengerjakan tugas kuliah di kamar belakang.


Masya Allah Tabarakallahu, semoga sehat sehat selalu ya sayang

#JurnalDuoAfM
#AFM1,2y9m
#AFM2,1y4m

Perkembangan Seksualitas Anak


Ini adalah catatan setelah mengikuti Seminar Online tersebut



Sejak lahir sudah berkaitan dengan kaitan seksualitas. Seksualitas yang dimaksud bukan yang bersifat erotis namun kebutuhan rasa aman dan nyaman anak. Sejak rahim misalnya, bayi sudah terbiasa dengan aktivitas menghisap jempol (mencari kenyaman area mulut)

Anak-anak mulai membedakan diri dengan orang lain, saya laki-laki, kamu perempuan. Pada momen anak bertanya, kenapa saya punya ini, dia punya itu, hati-hati, jangan sampai menggunakna istilah yang salah. Sudah menunjukkan rasa ingin tahu, “itu ade bayi dari mana?”

Anak harus sudah tahu asal muasal bayi. Mulai sadar diri untuk menutup area vital. Perilaku latel, perilaku seksual yang tidak terlihat, dia fokus dengan aktivitas bersama teman-teman. Rentang usia ini, mom,en emas untuk memberikan “ilmu pengetahuan”.

Pada kondisi seperti ini, anak merasa aneh dengan dirinya sendiri karena adanya perubahan fisik sehingga menimbulkan kecemasan secara mental. Dalam kondisi ini, jika anak tidak mendapatkan pengetahuan yang benar, maka akan mengganggu rasa percaya diri. Jika anak tidak mendapat linkungan positif dari orangtua, maka dia akan bertanya pada teman sebaya.

Orangtua jangan sampai bersikap untuk menutupi anak bertanya tentang seksualitas. Jawab sesuai pertanyaan anak dengan menggunakan kalimat yang sederhana. Dakalanya pada rentang usia ini anak bertanya, “Kok mama bisa hamil?”. Berikanlah nama-nama organ tubuh secara ilmiah (Penis, vagina, dll). Jika diperlukan, lakukanlah obrolan secara serius tentang organ reproduksi.

Akan lebih siap menghadapi masa peralihan jika anak diberikan informasi tentang seksulitas sejak dini. Biasanya, anak perempuan akan lebih nyaman berdiskusi/bertanya/berbagi inforemasi tentang seks dengan ibunya, begitupun sebaliknya. Orangtua harus siap.

Hargai daerah privasi anak, meskipun orangtua ingin tahu. Jangan sampai mempublish di depan umum, “heyy anak saya sudah menstruasi loh”. Tidak hanya berbicara tentang perubahan fisik saja, namun orangtua harus ikut terlinbat bagaimana mengelola psikisnya (cemas, dll)

Fasilitas medsos bisa berpengaruh posisti maupun negatif, tergantung bagaimana digunakan. Kehadiran dan peran orangtua PENTING SEKALI. Meskipun orangtua sibuk dengan urusan dunia, jangan lupa, pendidikan anak merupakan tanggung jawab orangtua. Hati-hati dengan tontonan anak. Berikanlah informasi pendaping tentang tokoh-tokoh tersebut, misalnya. “Kak, itu orang jahat, tidak boleh melakukan seperti itu ya”. Jika hal ini tidak dilakukan, khawatir akan dijadikan panotan dalam bersikap.

Perlunya koordinasi antara orangtua dengan pendidik. Untuk pendidikan seksualitas tidak harus menunggu anak remaja. Orang Dewasa jangan sampe menutup kesempatan anak untuk bertanya tentang seksualitas. Siapkan waktu untuk menjawab pertanyaan anak. Jika tidak bisa dijawab saat itu juga, maka anak diberitahu akan dijawab lain waktu. Gunakan pendekatan agama untuk menanamkan nilai-nilai.




Self Stimulation pada anak Autism

Supaya ilmunya tidak hilang begitu saja, saya coba menulis ulang materi dan proses tanya jawab yang terjadi pada Hari Jumat, tanggal 8 Mei 2020 pukul 10.00 s.d. 11.34 bersama pakar autis, Dr. Joko Yuwono, M.Pd. (jokoyuwonoautis.com) Beliau adalah salah satu dosen di Universitas Sebelas Maret, Departemen Pendidikan Khusus.

Tulisan asli langsung copas dari WAG, mohon maaf jika banyak yang typo


Saya hari ini akan menyampaikan tentang  Self Stimulation pada anak Autism. kita singkat: SS. SS itu salah satu karakteristik dari autism. ygbtermasuk di dalamnya adalah perilaku mengulang (repetitive behavior) atau juga bisa suara. kita biasa mengatakan "Stimming" ketika anak munculnoerilaku trsbt. contoh stimming seperti; 
  1. badanya diputer2 terus dan terus
  2. lompat2 berulang2
  3. mengepak ngepakkan kedua tanganya, dan terus dan terus
  4. menggerak2kan jari, seperti mau membuat jari2/telapak tanga "ngipat2ke( jawa)
  5. mengeluarkan suara2 terus menerus tdk bermakna
  6. bisa juga anak menggerak2kan secara berilang2 dng media bendaaa
  7. dan masih banyak lagi
nah, seringkali pemahaman ini banyak orang tua atau guru mengecap bahwa anak yg menunjukkan perilaku ini adalah autis. memang stimming itu banyak melibatkan indera.mudah dipahami bukan?

πŸ‘¨ Mentor (Pak Joko)
😊 Mentee (Mba Anggi/Mas Arif/Lia/Mba Rani/Pak Tonny)

😊 memang stimming itu banyak melibatkan indera. maksudnya ini gmn ya pak? kan td dibilang anaknya suka melakukan gerakan/suara berulang. maksudnya banyak melibatkan indra?
πŸ‘¨ sy ralat. Kata suka. ini lebih karenabkerja syaraf otak. maksudnya adalah melibatkan visual, pendengaran, sentuhan, bisa juga bau, bisa juga vestibular sistem. vestibular sistem itu sistem keseimbangan pada tubuh manusia. 
visaual
  1. sebagai contoh mengedip2kan mata berulang2, 
  2. anak juga ada yg seringkali menatapnlampu. 
  3. melihatin jarijya sendiri sambil digerak2kan
Pendengaran: 
juga ada yg seringkali  nyemggol2 telingi, menyentil daun telinganya sedniri

rasa; 
menempelkan tubuh atau nggota tubuh ke tubuh orang ,nempelin benda k mulut,  njilat2 benda

pada bagian ini agak rumit memang. belm vestibularnya: goyang2 tubuh, kepala....kalau anak tunanetra ada blindism. kalau tdk banyak refernsi pada pengalaman memang butuh revernsi visual. cukup?

😊 nah, seringkali pemahaman ini banyak orang tua atau guru mengecap bahwa anak yg menunjukkan perilaku ini adalah autis. ini kan seperti prinsip awal ya pak, kalau ada tanda ini blm tentu autis. bs di identifikasi autis kalauuu 3 aspek lainnya turut serta kan ya
πŸ‘¨ bagus. berarti masih ingat. sy akan detailkan

sy punya pengalaman unik thn2 2000an. saya dipanggil ke rumah, di JKT selatan. Anaknya 3 tahunan. kelihatanya keluarga orang kaya. anak itu di gendong terus. terawasi ketat. saya melakukan asesemen. orang tuanya konsuktasi. naah, uniknya, sy bilang coba anak diturunkan bu, anaknya menjilat dan atu gigit benda. kebayang tdk, waktu diturunkan dan selanjutnya setiap tdk digendhong atau terawasi dengan ketat: ANAK LARI AMBIL SENDAL DAN DIGIGIT2 SJ. SETIAP SAAT ADA KESEMPATAN. saya sediiih....(sekaligus tertawa, tertawa sedih) kok ya Tuhan ni menciptakan manusia unik2 banget. kebayang tdk hati dan perasaan sbgai orang tua?

anggi akan tambah galau kalau tahu bahwa stimming atau SS ini hasil riset2nya adalah terjadi karena disfungsi sistem di otak

😊 jd anak reflek dan bukan krn kehendak melakukan itu ya. ya memang bgitu. kalau bgitu apa yg bs di lakukan? *sbg org tua hrs gmn?
πŸ‘¨ nggak sabaran kamu ni

ada beberpa riset dan kajian bahwa ada beberpa yg menyebabkan munculnya perialku ini (belajar ini dulu baru penanganan). anak2 dengan SS membutuhkan rangsangan dari luar. karena disfungsi maka menbutuhkan rangsangan. tetapi tdk mudah bagi anak autis untuk meresponyaada sebutan hiposensitif; kurang sensitif lah. maka anak ini terlibat terkait bagaimana mengembangkan perilaku/membangkitakn sistem syaraf. kesulitan inilah sehingga muncul perilaku ini dengan tujuan tuk menenangkan diri. kebayabgkan? masak mau menenangkan diri sj anak autis melakukan stimming. anak2 pada umumnya tdk begitu.  kebayang susahnya punya anak autism?


😊 Kalau sudah tenang berarti anak berhenti stimmingnya? Jd ada jangka wsktunya. Stimming dlm bbrp menit atau jam  dan dia akan kalem lg gt kah?
πŸ‘¨ sesaat. Artinya ketika sdh tenang. Tatepi akan terus muncul karena disfungsi untuk merespon rangsangan yg ada. tdk ada ukuran waktu. repetitive. jadi bisa juga overload terhadap sensor. ini juga menjadi muncul stimming karena dengan stimulan yg banyak membuat dia Stimming.

😊 repetitiv.  Tanpa penyebab dr luar? Terjadi otomatis atau krn sesuatu hal? Kayak misalkan "kebutuhannya tdk terpenuhi" Oh ok. Jd muncul krn ada stimulan ya
πŸ‘¨ kebayang tdk ketika seseorang bingung merespon atas stimulus yg ada?  "galau" dan berdampak pada munculnya stimming. kalau kita tahu bagaimana cara mengatasinya

😊 kalau stimulannya dikit, berarti ga stiming ya?
πŸ‘¨ Stimulus dinlingkungan kita itu selalau banyak mbak Lia. Saat ini saja mbak Lia dapat stimulus apa sja; anak nangis, bau masakan, cahaya, nyamuk gigit, tulisan pak joko, tetangga manggil, suara motor, lampu remang2, ada suara nggorengan dll. tooo? mbak lia mudah mengabaikan karena sistem syaraf mbak Lia, anggi, rani, arif, bro toni tdk masalah. anak autis tdk demikian, utamanya anak yg punya Stimming Caracteritic. anak2 umum, akan belajar otomatis dari linkunganya. Maka Anak Autism tdk bisa belajar dengan baik karena sistem syarafnya bermasalah

😊 SS terjadi karena stimulus yang seragam atau gak tentu pak? misal anak pada awalnya sepeti itu krn suara bising, besok bisa jadi karena udara panas? atau seragam biasanya suara ya krn suara saja biasanya..
πŸ‘¨ bisa tdk bisa ya. Intinya stimulus itu tdk terespon dng baik. maka salah merespaon dan menenangkan diri dengan cara stimming

😊kalau masalahnya karena disfungsi otak, dengan sekolah apakah bisa memperbaiki?
πŸ‘¨itu pertanyaanmu bagus Lia!  Refleksikan dengan sumber daya guru dan sarana pendukung

😊 sistem syarat. kok aku kepikirannya berarti yang bisa nanganin dokter dong atau tenaga medis.. Kalau sistem syaratnya udah bener, bisa "sembuh" dong, Bukankah autis itu bukan penyakit?
πŸ‘¨ Sistem syaraf pada fungsinya tooo. maka banyak pendekatan penganagnya
1. medis
2. pembelajaran
3. aktifitas gerak
menjadi lebih baik. itu yg benar (bukan sembu Lia. Anak autis itu tdk sakit!). hati2 diksinya

😊 pendekatan secara medis, kalau saraf itu emang bisa dirongen terus ketauan dimana kuran pasnya kyak tulang gitu ya? bayangan saya jadi liar
πŸ‘¨ waaaah .... setahu sy hanya di obati....mang syaraf bisa dipotong sambung? syarat otak lembut pak dhe....πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. maka bisa lihat manifestasi dari kerja otak. ok?

πŸ‘¨ hal2 yg terjadi, apa yg seringkali dilakukan oleh guru atau orang tua ketkka anak stimming? kira2 sj. jawab....
😊 dipegangin, dipeluk
😊 Kalau tdk berbahaya. Membiarkannya. Sembari di cari faktor yg bkin dia kayak gt. Kalau berbahaya. Di hentikan kayak yg mas arif bilang

😊 Oiaaa..tantrum sama stimming ini beda kan ya???
πŸ‘¨ beda. tantrum kan dia tdk mau melakukan pekerjaan atau kondisi lalu marah2, ngamuk bukan stimming. stimming tdk marah2. goyang2 sj. flepping2. ada juga istilah MELTDOWN.
ini mirip dnegan tantrum tetapi muncuknya kemarahan atau ngamuknya karena tdk tahu atas situasi. Bingung, gak ngerti. Lalu Meltdown. dirimu pernah meltdown di rumah atau di kantor? 

pada akhir sesi ini sy menulikan bahwa stimming dlm perspektif penangan adalah
1. dianggap menengkan diri
2. perilaku negatif
3. kesulitan merespon sensorik baik over maupun hippo

maka tergantung pendekatan diberjkab ketenangan, dilarang, dan dipenuhi kebutuhannya dengan memodifikasi perilakunya. dilarang, dimarahi dan guru menggerutu adalah cara yg banyak dijumpai. memeluk juga karena kasih sayang, tetapi bisa jadi anak tdl butuh itu. maka, keahlian guru dalam melihat perilaku SS ini perlu diperkaya. kebyang tdk guru mengajar dikelas rus anak muncul SS. smoga ini jadi pengetahuaan sedikit tdpi berarti

autism iku pelajaran rumit. banyak guru yg tdk "berkenan" jadi guru autism
1. anaknya rumit
2. ilmu rumit.
3. belajarnya lamaa bukunya tdk ada
4. sama2 kerja pilih yg gampang (😭😭)
5. dll

Refleksi
Self Stimulasi pada anak autis atau bisa disebut dengan stiming ini banyak melibatkan indra. Terjadi karena disfungsi sistem di otak. Munculnya stiming membutuhkan rangsangan dariluar. Dalam penangannya dibutuhkan peran medis, pembelajaran, dan juga aktivitas gerak. Stiming dengan tantrum itu berbeda. Stiming dalam perspektif penanganan  adalah dianggap menengangkan diri, perilaku negatif, dan kesulitan merespon (hipposensitif ataupun hipersensitif).

#kuliahonline
#belajarautis
#mengikatilmu
#part5

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...