Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Senin, 27 Juli 2020

Belajar Kata

Memiliki anak laki-laki memang beda dengan anak perempuan. Alhamdulillah, ibu bisa merasakan langsung bagaimana perbedaannya, terutama dalam hal bahasa. 

Usia yang sama namun kemampuan bahasa yang dimiliki ternyata berbeda. Untungnya ibu pernah ikut kajian dr. Aisah Dahlan yang membahas tentang otak laki-laki dengan perempuan, sehingga cukup tenang menghadapi perkembangan bahasa Dede Fayy saat ini. 

Ya,,, cuma merasa gimana gitu,,, ketika di ajarin untuk bilang ibu, yang keluar malah ayah, ayah, dan ayah, padahal kan yang mengandung 9 bulan itu ibu,,, yang merasakan nikmatnya proses mengeluarkan dari perut itu ibu,,, wkwkwkwk...


Tapi yang jelas, Ibu dan Ayah bersykur atas kehadiranmu sayang...
Masya Allah Tabarakallahu
Semoga kelak Engkau tumbuh dengan mengenal siapa Rabbmu..
Aaminn

#AFM2
#1y6m

Aliran Rasa Mengikuti Kelas Bunda Cekatan IIP Batch 1


Tuliskan, gambarkan dan sampaikan apa yang membuat bahagia selama berada di kelas bunda cekatan?

Bahagia karena berada dalam 1 lingkaran bersama emak-emak yang memiliki frekuensi sama yakni belajar, belajar, belajar untuk menjadi bunda yang cekatan dan saling menyemangati untuk memperbaiki diri.

Di Kelas Bunda Cekatan, saya belajar bagaimana belajar, merasakan bagaimana sesungguhnya merdeka belajar dan belajar merdeka. Belajar jampi-jampi "Menarik Tapi Tidak Tertarik" saat memasuki hutan ilmu kini berimplikasi dalam kehidupan sehari-hari saat melihat barang-barang berlabel diskon namun belum merasa urgent. Selalu penasaran dengan tantangan selanjutnya. Tugas yang membuat diri ini merasa lebih mengerti tentang potensi yang dimiliki.

Mengapa tetap bertahan hingga akhir tahapan kupu-kupu?

Tugas yang diberikan itu bener bener buat saya berpikir dan belajar memahami diri. Kalau dah deket deadline pengumpulan tugas, tapi ternyata tugasnya belum kelar, bikin tidur ga nyenyak, wkwkwk. 

Keinginan untuk mundur itu justru saya rasakan saat berada di tahap kupu-kupu, tahap terakhir dari kelas bunda cekatan. Kala itu saya merasa terseret seret dengan banyaknya deadline dari tempat kerja. Qadarullah saya diamanahi sebagai koordinator pokja kemandirian. Selain itu, saya merangkap jabatan sebagai pengurus HIMA IP Depok dan Tim Manajer Operasional IP Pusat. Saya merasa 24 jam sangat kurang. Pulang kantor, anak-anak sudah menanti untuk diajak bermain, malam hari fisik sudah lelah dan inginnya tidur. Ya Allah....merasa berat untuk melangkah.

Kelas bunda cekatan adalah tahap yang saya lewati setelah mengikuti 1 tahun dikelas bunda sayang dan 3 bulan di matrikulasi. Sungguh disayangkan jika harus berhenti di tengah jalan. Akhirnya saya memilih untuk meneruskan hingga akhir.

Apa yang sudah baik dan menjadi semakin baik selama mengikuti kelas bunda cekatan?

Menyadari bahwa saya berperan sebagai istri, ibu, dan pribadi yang juga layak bahagia. Tidak harus mengorbankan diri demi kebahagiaan suami dan anak. Saya pun berhak bahagia. 

Menyadari bahwa belajar adalah kebutuhan diri dan manfaatnya akan dirasakan oleh diri sendiri. Nilai sebagai efek samping dari keseriusan dalam belajar dan bukan sebagai target utama.

Saya belajar bagaimana belajar dan berani mengakui kesalahan dengan konsep False Celebration. 

it's okay to make mistakes as long as you learn from them

Saya membuat mind map A namun terealisasi B. Meskipun tidak linear, saya menjadi sadar bahwa yang dibutuhkan sekarang dan urgent adalah Manajemen Emosi yang ternyata sangat diperlukan dalam proses pengasuhan. Sempat merasa menyesal, kenapa dulu saya tidak masuk ke keluarga manajemen emosi, wkwkwk, tapi ya sudahlah, penyesalan tidak akan mengubah keadaan.

Saya akhirnya mengikuti Neuroparenting yang digagas oleh dr. Amir Zuhdi meskipun berbayar, saya tetap lakoni karena merasa butuh ilmunya.

Saat ini, Alhamdulillah, saya semakin rutin membacakan buku untuk anak-anak sebelum tidur dengan cerita sesuai teks atau mengarang sendiri. 

"Bu, baca buku" adalah hadiah terindah yang saya dapatkan dari Kakak Zahra.

Terima kasih Kakak Zahra dan Dede Fayy sudah menginspirasi ibu untuk terus belajar

Terima kasih Mas Didik Biantoro yang selalu memberikan dukungan tiada henti, selalu bantu pasang twibon, bikinin video, nge-syuting, dan bantuan-bantuan lainnya yang sungguh luar biasa.  Terima kasih sudah mensupport istrinya untuk selalu belajar, belajar, dan belajar.

I Love You


Selebrasi Bunda Cekatan HIMA IP Depok


#aliranrasabuncek1
#selebrasibuncek1

Selasa, 07 Juli 2020

Jurnal Kupu-Kupu Minggu Ke-7: Rayakan Kemajuan

Pekan ini sungguh banyak menguras tenaga, waktu, dan juga fikiran. Peran sebagai koordinator pokja dengan deadline kantor yang harus segera dituntaskan untuk mempersiapan keseluruhan kebutuhan A-Z sungguh uwow....Alhamdulillah semua dapat berjalan atas bantuan dariNya. Terima kasih ya Allah.

Saat diri merasa belum ada kemajuan apapun dan merasa ingin menyerah, tetiba ada teman yang berbagi sesuatu yang telah ia baca.

"Terkadang kamu hanya perlu menghargai keberadaanmu sendiri. Kamu telah berjalan sejauh ini dan sekarang kamu masih meraba, belajar, dan berkembang. Jadi berikan penghargaan dan banggalah terhadap dirimu sendiri. BANGGALAH!!! "
(The Philosophy of crayon)

Ya Allah.....sesaat membaca ini berasa ngademin beud.....iya,,, yang saya butuhkan saat ini adalah bangga terhadap diri sendiri dan juga bersyukur telah berjalan sejauh ini. Meskipun jalan yang dilalui tidak mulus. 

Terima kasih teteh mentor yang selalu menyapaku lebih dulu,,,

Setelah mengikuti salah satu akun pendongeng di IG (@kak_ojan), saya sebenernya  tercengang juga dengan statmen TERJEBAK

kalau kamu baru mulai belajar mendongeng tapi minat terbesarmu hanya pada mengubah suara, mainin boneka, meniru bunyi, ice breaking yang seru, gimmick lucu, FIX kamu terjebak. kamu terjebak sibuk pada 'aksesoris' padahal belum mempelajari dan tidak menguasai kemampuan dasar mendongeng yaitu mendongeng itu sendiri.

Balik ke tujuan sendiri, berkaca kembali, iya ya,,, saya terlalu sibuk dengan aksesoris. Terus teringat dengan pesan Bu Septi, BAHAGIA atau SUKSES dulu? saya lebih memilih BAHAGIA terlebih dahulu. Jadi selama sepekan ini, saya lebih sering READ ALOUD menjelang anak-anak tidur. Pernah suatu malam Kakak Zahra minta lagi, lagi, dan lagi dibacakan buku hingga buku di rak pun habis.

👩Kak, ini udah malam, waktunya istirahat, tuh udah jam 22.30, Kakak dan Dede istirahat ya.
👧enggak, mau baca buku lagi

Namun ibu tidak turuti karena sudah terlalu malam. Akhirnya mereka tidur juga. Alhamdulillah.

Ini adalah salah satu keberhasilan yang kami capai. Anak-anak mulai bisa menjawab "Siapa yang menciptakan matahari?", "Siapa yang menciptakan bunga?" dan sebagainya. Oia satu lagi, anak-anak suka dengan takbir. Alhamdulillah...Masya Allah Tabarakallahu
Salah satu buku yang biasa saya bacakan yaitu buku yang berjudul "Yang Maha Menciptakan" karya Canun Kamil & Fufu Elmart dan juga buku yang berjudul "Aku Bisa Wudhu dan Shalat" dari Halo Balita.

Mengikuti mentorship itu rasanya nano-nano, tujuan A realisasi jadinya B. Alhamdulillah, berproses menjadi lebih baik dan tetap semangat belajar.

#jurnalke7
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Selasa, 30 Juni 2020

Jurnal Kupu-Kupu Minggu Ke-6: Fokus Kepada Kemajuan

Yaps, setelah menemukan kesalahan, saatnya fokus pada kemajuan, tak perlu lagi menengok kebelakang, cukup sesekali saja. Setelah konsultasi dengan Teh Witri melalui Video Call WA, akhirnya saya merevisi Action Plane. Fokus saya kali ini yaitu bagaimana menjadi pendongeng yang asyik bagi duo AFM
Berdasarkan arahan dari mentor, pekan ini saya belajar tentang optimalisasi suara. Inilah sekelumit materi dari mentor saya
Untuk dapat mengubah suara dalam dongeng sebetulnya bukan hal yang wajib, tapi akan menjadi sebuah ciri khas tersendiri agar dapat menarik perhatian anak. Improvisasi suara harus sering dilatih, agar tidak tertukar dengan karakter yang lainnya. Ada beberapa teknik dalam mengubah suara yang saya tahu:

1. Beat box

2. Tangga nada/ intonasi suara

3. Distorsi suara (merubah posisi produksi suara) 

Yang lebih umum digunakan yaitu tangga nada, karena hal ini cenderung lebih mudah dibandingkan beat box. Teknik beat box biasanya dipakai untuk suara transportasi; mobil, motor, dll. Menantang sekali belajar teknik ini, seperti kumur-kumur tapi ada suaranya gitu.

Teknik tangga nada ini biasanya digunakan untuk berbagai karakter keluarga, atau hewan.
Tangga nada atau intonasi suara, suara rendah biasanya untuk Bapak atau kakek, suara tengah atau suara asli kita biasanya dipakai untuk narasi, suara tinggi biasanya dipakai untuk anak-anak atau hewan kecil.

Nah sekarang coba teh lia, praktekan nada suara dari rendah sampai tinggi. Jika sudah, teh lia akan tau sendiri kira-kira ini cocoknya untuk karakter seperti apa ya pasnya. Kalo sudah berhasil, kirim vn suaranya yaa. Selamat mencoba.

Aih......menantang sekali ya....Semoga Allah memampukan saya untuk menjalani setiap prosesnya. 
Kalau kata bu Septi, tidak ada istilah "RECEH" setiap perkembangan apapun itu, meskipun perubahnnya hanya sedikit, tetaplah dicatat. Kerjakan apa yang kamu catat dan cata apa yang kamu kerjakan.
Cerita Raksasa
Ha..ha..ha...aku adalah raksasa di hutan ini. Aku sedang mencari anak kecil yang tidak suka gosok gigi, ha..ha..ha...
kedua tangan ibu di simpan dipinggang. Kakak Zahra dan Dede Fayy tertawa-tawa. Ibu memeluk Kakak lalu mengecek gigi Kakak
Mana nih giginya, wah...giginya kuning nih, banyak kumannya. Yuk..yuk..yuk...kita sikat gigi. Ibu, Kakak Zahra, dan Dede Fayy duduk diatas aksur. Ibu memberikan contoh menyikat gigi. Kakak dan Dede pun mengikuti gerakan yang ibu lakukan.
👧Bu,,bu,,mau angin..
👩oh..kakak mau angin...
👧Iya
👩oke, baiklah
Ibu pun mendorong perut Kakak dan Kakak terjatuh sambil tertawa-tawa. Dede Fayy pun demikian, semua ikut tertawa
👩Emh....angin raksasanya seggeerr......kenapa coba? Karena raksasanya suka gosok gigi

#jurnalke6
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Minggu, 28 Juni 2020

Kado Dini Hari

Semalam ada acara bakar-bakaran di komplek akbar. Bukan bakar sampah ataupun rumah, tapi bakar ayam dan ikan, hihihi. Acara di mulai ba'da isya, sekitar jam 19.30-an. Kakak Zahra dan Dede Fayy pun ikut meramaikan suasana. Sebenernya tidak direncanakan melibatkan duo AFM, namun karena mereka tidur siang dari jam 14.30-16.30 sehingga saat agenda berlangsung batrenya masih 100%.  Mereka lari larian bagaikan setrikaan. Suasana semakin rame saat anak-anak lainnya  keluar juga.

Pukul 20.30, ibu mengajak Dede Fayy masuk rumah karena dia minta nen. Biasanya kalau kelonan dia langsung tidur, ini mah boro boro, kerjaanya ngintip terus dari jendela kamar. Karena masih rame, jadi ga tidur tidur.

Jam 21.30 akhirnya dede Fayy keluar lagi bergabung bersama Kakak Zahra. Mereka ikut nimbrung makan bersama para bapak komplek akbar, eeeh...ada Kakak Chelsea juga deng. Ibu intip dari jendela rumah, mereka pada anteng duduk makan buah semangka dan alhamdulillahnya tidak merecoki makanan yang terhidang.

Pukul 22.00 ibu mengajak Kakak masuk rumah, namun dia menolak.
👧Enggak, Kakak mau main
👩Besok lagi sayang, ini kan sudah malam
👧Enggak, Kakak ga mau
👱Zahra, aku juga mau pulang
👩Tuh....teteh juga mau pulang, udah malam, besok lagi ya teh mainnya
Akhirnya Kakak pun mau masuk rumah

Dede Fayy udah ngantuk berat, tapi ga bisa tidur, dia terbangun terus karena Kakak nangis ingin keluar lagi menemui Ayah. Ibu tidak izinkan, ibu tidak membukakan pintu, dan ibu pura pura tidur. Pecahlah keheningan rumah dengan suara tangisan Kakak. Ayah segera masuk dan menenangkan Kakak dengan ikut berbaring tidur menemani. Tak lama kemudian, Kakak pun tidur.

Pukul 01.30 tiba tiba Kakak bangun dan langsung menuju pintu. Ibu pun ikut terbangun.
👩Kakak, mau ke mana? Ibu khawatir dia bangun tanpa sadar dengan apa yang dilakukannya (ngelindur)
👧Kakak mau pipis
👩Ooh...kakak mau pipis, yuk..yuk..yuk...kita ke kamar mandi.

Masya Allah.....ibu dan Ayah senang sekali......mendapatkan kado dini hari. Perjuangan selama kurang lebih 1 bulan akhirnya ada hasilnya. Sudah hampir 2 minggu ini kami belum ganti sprei. Biasanya tiap hari loh.....kenapa? Karena basah oleh ompol Kakak Zahra.

Masya Allah tabarakallahu...Terimakasih ya Allah, atas segala kenikmatan yang telah Engkau berikan kepada kami hingga saat ini. Izinkan kami mengemban amanah dariMu hingga tuntas ya Allah.

#JurnalAFM1
#2y11m

Jumat, 26 Juni 2020

Sembelit

Juni 2020

👩Kakak mau ee?
👧Enggak
👩Kakak mau pipis?
👧Enggak
tapi ibu perhatikan ekspresi Kakak sepertinya sedang dalam proses menuju BAB.

👩yuk...yuk...kita ke kamar mandi
👧iya

di kamar mandi, ibu arahkan untuk jongkok di toilet.

👧berproses untuk mengeluarkan sesuatu namun sulit
👩udah kak?
👧belum, sambil meringis kesakitan dan memegang tangan ibu
👩Kakak hebat, yuk...yuk...yuk...eenya keluarin yukkk, sambil mengusap-ngusap punggungnya
👩Kakak mau minum?
👧iya

Kakak keluar dari kamar mandi dengan posisi jalan yang kurang enak dilihat sambil dituntun ibu, wkwkwk

Minum, kemudian kembali ke kamar mandi lagi, terjadi hingga 5 kali

👧nangis
👩Kakak pasti bisa, Kakak pasti bisa, eenya keluar, eenya keluar, dengan nada khas ibu sambil mengusap-ngusap punggung
👧turun, mau di sini aza
👩kalau dibawah, jorok
👧enggak, di sini aza, tetep kekeuh di bawah
👩ya udah, ibu membiarkan Kakak tanpa usapan punggung dan tanpa nyanyian, setelah beberapa menit akhirnya Kakak minta naik lagi ke toilet
👩 nah,,,gitu dong, Kakak kan hebat, ibu mengusap punggung Kakak sambil menyemangati kakak, sedikit lagi, sedikit lagi, sedikit lagi eenya keluar,,, dengan nada khas
👧dengan kekuatan super, akhirnya beban itu pun keluar sangat besar,,, alhamdulillah

Kali keduanya kami berada di kamar mandi kurang lebih 30 menit, hihihi, Semoga tidak ada kali ketiga, keempat dan seterusnya.

👨 Besok Kakak ga usah minum jus jambu dulu

Itulah respon Ayah setelah kami keluar dari kamar mandi, wkwkwkwk

20 Juli 2020

Seperti biasanya ibu mengajak Kakak Zahra untuk pipis ke kamar mandi. 
👩 Kak, udah beres, ayo kita ke kamar lagi
👧 diam dan tampak ngeden
👩 Oh, Kakak mau ee?
👧 iya

Tak terasa ternyata kami berada di dalam kamar mandi dari jam 22.00 s.d. 23.00. Luar biasa perjuangan Kakak Zahra. Berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan tapi tidak berhasil. Ibu cape berdiri, apalagi Kakak Zahra, tenaganya habis terkuras.

👧 udah bu
👩 kan belum keluar
👧 udah bu, sambil menangis
👩 Ya udah, pake handuk dulu ya

Semalaman ibu sengaja tidak memakaikan celana dengan harapan supaya ee nya bisa keluar tanpa halangan. Ibu pun mengusap-ngusap perut Kakak Zahra hingga akhirnya kami terlelap.

21 Juli 2020

Pukul 16.30 WIB mendapati Kakak Zahra memegang pagar rumah sambil berekspresi seperti itu, rasanya sangat kasihan. Ternyata rasa tak enak perutnya belum selesai. Pantesan selalu bilang kenyang saat ditawari makan. Bukan kenyang, tapi kembung karena sudah 5 hari tidak BAB. Sungguh sedih melihatnya, semua tenaga ia keluarkan namun tak kunjung berhasil mengeluarkan pup nya. 

Microlax
Lacto B
Lactulax Sirup

Semua obat ibu berikan pada Kakak Zahra. Alhamdulillah pukul 20.00 WIB akhirnya Kakak Zahra berhasil mengeluarkan beban perutnya. Terima kasih ya Allah

17 April 2021

Akhirnya bisa konsultasi dengan dokter anak Yuanita di Rumah Sakit Permata Depok secara online. Ya...sebenarnya sudah sejak dulu kami ingin memeriksakan Kakak Zahra ke rumah sakit namun Qadarullah pandemi Corona-19 melanda dunia. Akhirnya kami mengurungkan niat karena takut untuk bepergian ke rumah sakit. Kami berikhtiar dengan menggunakan Lactulax Sirup dan juga Probiotik. Lactulax Sirup ini direkomendasikan tetangga yang juga memiliki anak sembelit sedangkan Probiotik dari teman IIP yang juga mengkonsumsi untuk anaknya. Bismillah,,kami pun berusaha, Allah yang menentukan.
1 hari sekali 1 sendok takar

 

Kakak Zahra menggunakan lactulax rasa coklat ukuran 200ml. Sudah habis 1 botol lactulax dan setengah botol probiotik, ternyata sembelitnya masih saja. Rekor terlama Kakak Zahra tidak BAB yaitu 12 hari. Sekuat tenaga Kakak Zahra mengejan. Berkali kali mengejan pun belum keluar juga. Saking kelelahannya, dia pun jadi tertidur. Ngejannya sekarang, BAB keluar bisa 2 hari kemudian. Ya begitu, ngejan-tidur-aktivitas biasa. Sedih banget sebenernya kalau lihat Kakak Zahra berusaha seperti itu. Kami hanya bisa mendukung dan memberikannya semangat. Ayahnya suka mijitin betis Kakak Zahra. Berdasrakan informasi dari supir Gocar yang ngerti tentang urat syaraf, salah satu usaha mengobati sembelit anak yaitu dengan merilekskan bagian betis dan juga urat dibawah jempol kaki. Jempol kaki di tarik keatas lalu lihat ada urat yang naik. Nah, bagian urat itulah yang ditekan-tekan.
Anaknya ga suka sayur? enggak juga, Kakak Zahra suka sayur kok, lebih tepatnya kuahnya c😂. Buah buahannya gimana? mau kok jeruk, buah naga, dll. Jarang minum kali? hhmmhh....enggak juga c, kalau abis lari-larian suka minum banyak, tapi memang ga pernah ditakar berapa mili habisnya 😆. Anaknya kurang gerak kali? adududu....Kakak Zahra anaknya aktif bermain outdoor kok.
Salahnya kami, yaitu pemberian lactolax diberhentikan secara mendadak. Ketika anak sudah BAB, kami tidak memberikannya lagi. Padahal kata dokter Yuanita itu kurang tepat. Obat tersebut tidak boleh diberhentikan secara mendadak, tapi berkurang secara perlahan. 

Menurut dokter Yuanita, Kakak Zahra mengalami konstipasi kronik karena sudah lebih dari 3 bulan. Solusi yang dia berikan yaitu:
  1. Berikan lactolax berturut-turut selama 2 minggu dengan dosis 5 ml setiap pagi dan sore (2x5ml)  
  2. Berikan pisang ambon karena pisang ini banyak mengandung serat dibandingkan jenis pisang lainnya dan atau semangka. Semangka ini diberikan karena Kakak Zahra sebelumnya doyan banget minum jus jambu. Sekali duduk bisa minum 2 gelas jus jambu. 
  3. Minum air sejumlah 1300 ml per hari (ini sudah termasuk kuah sayur, jus, buah dll)
  4. Minum probiotik 1 kali sehari sesuai anjuran
  5. Catat bentuk pup
  6. Catat jumlah air yang diminum
  7. Jika keras banget BABnya bisa gunakan microlax
  8. Kontrol kembali setelah 2 minggu
  9. Sounding pada anak. "Kakak, sekarang Kakak ee nya keras, jadi berusaha yuk untuk minum yang banyak, obatnya juga diminum, terus kalau mules kita ke kamar mandi ya. Kita bantu kok Kak"
Semoga Allah mudahkan dan lancarkan segala prosesnya.

Pahlawan yang sangat diacungi jempol adalah Ayah 👏 karena setiap pupnya keluar membuat toilet mampet dan tidak bisa masuk dalam saluran. Bisa dibayangkan kan betapa besar dan kerasnya pup Kakak Zahra? 😁 Lalu apa yang dilakukan Ayah? Membuang langsung pup Kakak langsung ke saluran septic tank. 5 jempol untuk Ayah atas segala perjuangannya menahan rasa jijik 👌.

Juli 2021

Kabar GEMBIRA. Alhamdulillah, di bulan penuh cinta ini, Allah telah memudahkan Kakak Zahra untuk BAB. Masya Allah Tabarakallahu, sungguh karunia tak hingga mendapatkan kemudahan mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh. Kali ini tidak perlu menunggu lama di kamar mandi dan hampir setiap hari BAB (paling lama 2 hari). 

#JurnalAFM1



Selasa, 23 Juni 2020

Jurnal Kupu-Kupu Minggu Ke-5: False Celebration

Hanya di Institut Ibu Profesional, sebuah kesalahan itu dirayakan, FALSE CELEBRATION, seneng banget rasanya....Dddduuullluuuu, malu banget untuk mengakui kesahalan dalam sebuah proses, tapi kini saya belajar untuk berani mengakui dan merayakan. 

Dongeng ibu Septi di kelas kupu-kupu, sungguh sangat menampar hati bolak-balik. Mempertanyakan ke diri sendiri, untuk apa?????? apakah sebatas lulus kelas bunda cekatan? pamer sertifikat??, atau apa??? Astagfirullah......bener-bener bikin intropeksi diri beud.

Setelah merenung, mengingat hal apa saja yang telah dilakukan selama ini, lalu akhirnya saya membuat surat untuk teh Witri.

It’s Okay to Make Mistakes as Long as You Learn From Them

Terkait proses 360 derajat, saya belum berani bertanya kepada suami, kenapa? karena saya belum siap mental menghadapi jawabannya, hehehe

Diskusi Kemajuan
Kesalahan saya selanjutnya yaitu tidak mencantumkan deadline saat membuat rencana. Saya hanya fokus dalam waktu 2 bulan saja namun tidak dibuat lebih rinci lagi. Ini adalah kelemahan saya sesuai hasil talent mapping, kesulitan dalam membuat deadline dan rincian tugas.

Saya baru berhasil menuntaskan 1 langkah dari 4 langkah dan itu itu sudah dilakukan sejak 2 minggu lalu, minggu ini saya beneran off melakukan tahap 2 sampai 4.

Rencananya saya akan melakukan revisi action plane. Selanjutnya program mentorship saya akan fokus untuk mendongeng bagi anak-anak saja.

#jurnalke5
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...