Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Minggu, 04 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-4


Aktivitas yang kami lakukan hari ini yaitu bermain di alam, baik Ayah maupun Ibu senang sekali mengajak Zahra beraktivitas di luar terutama setelah mandi pagi dan mandi sore. Jam menunjukkan pukul 14.00, cuaca diluar terasa masih cukup panas, tapi Zahra meminta saya untuk menemaninya bermain di halaman rumah, dia sangat semangat sekali. Dia berinisiatif menggunakan payung.

Bermain di alam menurut kami adalah salah satu aktivitas mengenalkan bentuk lain ciptaan Allah Yang Maha Kuasa. Selain manusia, Allah juga menciptakan tanaman dan binatang yang perlu kita sayangi layaknya menyayangi diri sendiri. 

Saat melihat selang, dia memegang dan menarik selang tersebut  lalu meminta saya untuk menyalakan air, ternyata dia ingin menyiram tanaman. 



Alhamdulillah, tak perlu pergi jauh-jauh untuk belajar bersama alam, cukup ke halaman rumah dan menikmati karya Allah Yang Maha Pencipta.




#Day4
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Sabtu, 03 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-3

Memasuki hari ketiga, hal yang saya lakukan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual Zahra yaitu mendengarkan doa-doa harian dengan menggunakan media Hafizah Doll di sela-sela aktivitasnya bermain.


Alhamdulillah, Zahra senang bermain dengan Hafizah Doll ini sampai ia tak mau melepaskannya saat jam tidur sudah tiba.

#Day3
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Jumat, 02 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-2


Sebelum Ayah bertugas ke Makassar untuk 6 hari lamanya, Ayah meluangkan waktu untuk quality time dengan Zahra. Ayah membacakan cerita yang berjudul "Aku Sayang Kumi", salah satu seri Halo Balita yang mengajak pembaca menumbuhkan rasa sayang terhadap makhluk ciptaan Allah. 
Membacakan Cerita
Alhamdulillah, Zahra duduk manis mendengarkan Ayahnya bercerita, sesekali membuka lembaran buku lebih cepat meskipun Ayah belum selesai membacakan.


#Day2
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Kamis, 01 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-1

Alhamdulillah, wa syukurilah... masih diberi kesempatan  untuk  berkumpul  bersama keluarga  dalam keadaan  sehat wal afiat. 

Game level 3 memberikan kesempatan pada kami untuk belajar tentang meningkatkan kecerdasan anak. 

Dari 4 kecerdasan  yang ada (intelektual, emosional, spiritual, dan menghadapi tantangan) keluarga lidicinta memilih untuk fokus pada melatih kecerdasan spiritual dengan tema Generasi Milenial dengan Kebaikan Spiritual

Mengenalkan Mukena
Proyek yang kami rencanakan untuk Zahra yang berusia 15 bulan yaitu membiasakan:
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas
2. Sholat
3. Mendengarkan bacaan Alquran
4. Mendengarkan bacaan hadist
5. Bersedekah 
6. Berkerudung saat keluar rumah
7. Medengarkan cerita tentang Keesaan Allah



Hari ini,  kami mulai membiasakan Zahra untuk turut serta melakukan sholat. Zahra dikenalkan dengan mukena,  bagaimana cara menggunakan dan melepaskan mukena. Kami menyediakan sajadah untuk Zahra. Saat Ayah dan Ibu sholat,  Zahra kadang minta di gendong,  tidur-tiduran di samping/depan sajadah ibu,  jalan-jalan di sekitar tempat sholat, kadang sesekali melakukan gerakan seperti orang bersujud. 

#Day1
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Rabu, 24 Oktober 2018

Aliran Rasa Game Level 2 "Melatih Kemandirian"

Alhamdulillah wa syukurillah.... bisa menyelesaikan tantangan game level 2 dengan kondisi sehat walafiat

Walaupun game ini dinyatakan berakhir, tapi pada dasarnya melatih kemandirian anak itu terus belanjut hingga waktu yang tak ditentukan. Ketika telah beres dengan 1 kemandirian, maka akan ada kemandirian lain yang siap untuk dilatihkan.

Selama 17 hari ini, ternyata latihan kemandirian Zahra tidak sesuai dengan apa yang saya rencanakan. Dalam perencanaan, saya akan melatihkan 4 kemandirian, yaitu makan, minum, memakai/melepaskan sepatu, dan menggosok gigi di pagi hari. Alhamdulillah, dari 4 rencana yang ada, hanya 2 yang terealisasi (makan dan minum) dan selebihnya disesuaikan dengan kondisi dan situasi anak. Rencananya, ketika kami berada di Nganjuk, saya akan melatihkan melepas/memakai sepatu dan menggosok gigi, namun apa daya, sepatu yang dibawa ke Nganjuk ternyata sulit untuk dilatihkan dan sikat gigi pun tertinggal di Depok. Saat mencari di Nganjuk ternyata tidak tersedia untuk anak usia 15 bulan. Akhirnya saya merubah latihan kemandirian untuk Zahra.

Evaluasi latihan kemandirian Zahra:
  1. Minum--> bisa memegang gelas plastik/gelas kaca dengan kedua tangan dan air mengalir dari gelas ke mulutnya. Untuk gelas kaca, masih saya bantu dalam memegangnya karena khawatir di lempar dan pecahan kaca terinjak oleh Zahra. Untuk gelas plastik, saya sudah tidak bantu lagi. Baik gelas plastik/kaca, setelah berhasil minum, Zahra pasti akan memainkan sisa air dengan cara mengobok-ngoboknya atau seolah-olah akan melemparkan gelas tersebut sehingga air akan tumpah ke baju dan lantai. Ketika belajar minum sendiri, sudah dipastikan Zahra akan ganti baju dan ibu siap mengelap lantai.
  2. Makan--> bisa makan dengan duduk di lantai. Untuk buah-buahan seperti jeruk, buah naga, pepaya yang telah dipotong-potong dan di simpan dalam piring/mangkuk, Zahra bisa mengambil sendiri buah tersebut dan memasukkan ke dalam mulutnya atau memasukkan ke mulut ayah/ibu. Untuk makanan berat seperti nasi plus sayur yang menggunakan sendok, Zahra sudah bisa memegang sendok dengan tangan kanan dan menyuapi ayah/ibu, namun untuk memasukkan ke dalam mulutnya masih perlu arahan. Ayah/ibu memegang tangan kanan Zahra dan mengarahkan agar makanan tersebut masuk ke dalam mulutnya. Sudah dipastikan ketika latihan makan, lantai dan baju Zahra akan menjadi kotor dan ibu siap dengan konsekuensi itu.
  3. Menyapu/membersihkan--> Zahra memiliki inisiatif untuk menyapu/mengelap bagian rumah yang kotor (bekas makanannya). Ketika ada makanan yang jatuh ke lantai, dia akan mengambil tisu dan mengelapnya. Namun jangan ditanya apakah hasilnya kinclong atau tidak, wkwkwk. Namanya juga masih belajar. hihihi
  4. Mencuci tangan--> Ketika disodorkan gayung/wadah yang berisi air, Zahra akan memasukkan salah satu tangannya ke dalam wadah tersebut. Untuk tangan yang lain, masih perlu di arahkan untuk di cuci. 
  5. Membuka dan menutup botol--> Zahra bisa melepas dan memasangkan tutup botol. Ketika berhasil melepaskan dan menutup, dia akan bertepuk tangan, namun ketika dia berhasil menutup dan kesulitan untuk melepaskan, dia akan merajuk meminta pertolongan. 
Alhamdulillah, dari latihan kemandirian anak ini, ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil, yaitu:
  1. Konsistensi dan komitmen sangat diperlukan untuk keberhasilan latihan.
  2. Latihan kesabaran, karena perlu kerja tambahan untuk membersihakn rumah lagi, lagi, dan lagi
  3. Menjadi orangtua jangan sampai terlalu khawatir takut kotor, karena berani kotor itu baik (bukan promosi loh)
  4. Tidak berfokus pada hasil, namun proses.
  5. Merubah mindset yang awalnya "duh kasian sama anak" dan serba melayani, sekarang sedikit tega untuk membiarkanmu melakukan hal tersebut sendiri dan berkeyakinan bahwa "kamu pasti bisa" karena ibu dan ayah tidak akan selamanya ada disampingmu. Dimulai dari hal-hal kecil seperti membiarkanmu bangun sendiri ketika terjatuh.
  6. Adanya game level 2 ini, ternyata melatih kemandirian Ibu untuk menulis juga. Pada game level 1, Ibu belum PD dengan tulisan sendiri dan selalu minta koreksi Ayah sebelum upload di blog. Namun, saat game level 2, Ibu tidak pernah menyetorkan tulisan pada Ayah untuk dikoreksi, namun langsung upload di blog. hihihi, akhirnya Ibu mulai PD dengan tulisan sendiri. Walaupun demikian, bukan berarti Ibu menutup diri dari kritik/saran Ayah ya....Ibu sangat terbuka jika Ayah atau mungkin para pembaca tulisan ini memberikan kritik/saran yang membangun

#aliranrasa
#melatihkemandiriananak
#gamelevel2
#kuliahbunsay
#institutibuprofesional



Reward

Tak ada henti-hentinya berucap syukur kepada Allah,,,telah menakdirkan kebaikan untuk keluarga lidicinta. Alhamdulillah, game level 2 kelas Bunda Sayang Batch 4 Institut Ibu Profesional saya mendapatkan 2 badge, yaitu badge dasar dan badge OP. Semoga semakin semangat untuk terus melakukan yang terbaik.


Badge Dasar Game Level 2
berhasil menyelesaikan tantangan selama 10 hari
(baik di rapel atau tidak)

Badge Outstanding Performance (OP)
Game Level 2
berhasil menyelesaikan tantangan selama 15-17 hari 
(tepat waktu, setiap hari, tanpa rapel, tanpa loncat) 

Aliran Rasa Terkreatif
Game Level 2

#reward
#melatihkemandirian
#kuliahbunsay
#bundasayangbatch4
#institutibuprofesional


Sabtu, 20 Oktober 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke-17

Tak terasa sudah seminggu kami berada di Nganjuk. Persiapan barang bawaan sudah dilakukan sejak pagi oleh mbah uti, mbah kung, mbah yut, mbah mi, dan nenek. 3 kardus, 1 plastik, 1 koper, 2 tas gendong, 1karpet plus bantal Zahra. Semoga Ayah dikuatkan untuk membawanya....🙈🙈🙈

Ketika yang lain sibuk beres-beres barang, ada yang anteng belajar kemandirian membuka dan menutup wadah botol. Ya...siapa lagi kalau bukan Zahra 😅


Alhamdulillah, Zahra bisa membuka dan menutup botol termos walaupun masih belum sempurna.

#Harike17
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Jumat, 19 Oktober 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke-16

Hari ini Zahra silaturahim ke bude Kertosono bersama ayah, ibu, mbah uti, mbah mi, dan nenek. Berangkat pukul 7.45 dan tiba pukul 9.00, alhamdulillah perjalanan lancar dan Zahra tidur nyenyak di pangkuan ibu.
Sesampainya di rumah bude, Zahra bertemu dengan Kak Syifa dan Kak Farel. Walaupun baru pertama bertemu, mereka langsung akrab bermain bersama


Ketika sedang asyik bermain, tetiba Zahra melihat sesuatu yang perlu di bersihkan, lalu Zahra berinisiatif untuk membersihkannya.
Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah...


Saat makan di rumah mbah uti pun, Zahra punya inisiatif untuk membersihkan makanan yang berjatuhan di lantai menggunakan tisu. Walaupun hasil nya belum sempurna, tapi ibu hargai proses nya nak...

Sehat sehat selalu ya sayang 😘



Ini aktivitas menyapu saat sudah berada di rumah Depok

#Harike16
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...