Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Selasa, 23 Agustus 2016

Dear Istriku Sang Bidadariku

Sejarah sudah kita ciptakan, masa depan kita impikan, dan masa kini kita hadapi. Hari-hariku kini tak sendiri, ditemani sang bidadari penyejuk hati. Kau ciptakan ruang dan waktu yang membuat aku selalu rindu-dan rindu jika kau tak disampingku. Kau buaikan aku dalam relung cintamu yang membuat aku selalu ingin mencintaimu. Kau selalu bisikkan kata-kata mesra ke sanubariku, yang menjadikan aku semangat tuk jalani hari-hari bersamamu.
Istriku, semangat hidupku
Tanggal 25 Juli 2016 adalah saat kita memulai semua, salim pertama penuh cinta, salam awal dari permaisuriku, doa mustajab yang teramini tuk tingkatkan imanku dan imanmu, kecupan kening mengalir sambil malu-malu, serba pertama dan kita mulai kehidupan baru.
Istriku, belahan jiwaku
Hari demi hari kita lalui bersama, mulai kelopak mata terbuka di pagi hari sampai pejaman mata yang melelapkan kita. Banyak hal kita pelajari bersama, dari sifat masing-masing sampai apapun yang disukai. Hari-hari penuh cinta kau hinggapkan, semangat membara selalu kau kobarkan dalam setiap apa yang kulakukan.
Istriku, permaisuri hatiku
Hidupku kini penuh dengan nada-nada cinta, penuh dengan alunan doa, penuh dengan derasnya rasa yang tak ingin jauh-jauh darimu. Kau yang memenuhinya, kau yang meciptakannya, kau yang membuat semua ini menjadi lebih indah dan bermakna. Jiwa dan ragamu yang begitu mempesona setiap hari, senyumanmu yang membuat berdesir rasa di dada, kedipanmu yang tak akan pernah terlupa, kata manja penuh cinta dari bibirmu, dan doamu buatku yang tak pernah henti-hentinya di setiap ibadahmu, membuat aku ingin selamanya hanya untukmu.
Istriku, pujaan hatiku
Disaksikan cerahnya langit biru, alunan pohon rindang di tepi jalan, lantunan musik merdu dalam telingaku, aku berharap jika kau berada jauh dariku, selalu merindu sebesar bahkan lebih besar rinduku padamu, aku berharap jika kau berada jauh dariku, doa penuh cinta selalu kau panjatkan buatku, aku berharap kita akan selalu bersama dalam satu rumah, bersama penuh cinta, bersama menggapai impian kita, dan berakhir dengan kebersamaan kita di surga Allah Azza Wajalla.
Amiiin ya Robbal ‘alamin
Jakarta, 23 Agustus 2016
Satu kata berjuta makna
Ucapan penyejuk jiwa
Kesatuan dua insan dalam rangkaian
Langkah bersama menuju surga
Diawali tanpa diakhiri
Kekal abadi dengan ridho Illahi

Cinta

Sabtu, 30 Juli 2016

Dear My Hubby

My Hubby

Saat kau membaca surat ini,,, tataplah sejenak wajah orang yang berada di samping mu,,,
wajah yang akan memberikan senyuman termanis hanya untukmu, wajah yang siap menjadi pendengar keluh kesahmu, wajah yang siap menjalani 'universitas kehidupan' bersamamu,  wajah yang kelak akan menua hanya bersamamu,,,,

Sayang,,,,
alhamdulillah,,, Allah memberikan nikmat yang luar biasa pada kita, menuliskan skenario terindah untuk kita, segala kemudahan dan kelancaran untuk tujuan kita dalam menggenapkan Dien.

Papa biant,,,
Coba kita flash back bagaimana akhirnya kita bisa berdua di ruangan ini.
Begitu banyak cerita suka dan duka yang pernah kita alami. Dimulai kisah dengan pasangan masing-masing, hingga cerita di pojok atas McD. Hmmmmm.....papa biant.....sungguh bahagia nya hati ini....


Mas,,,,,

wanita yang sekarang menjadi istrimu, bukanlah seorang wanita yang sempurna,,,
Suatu saat engkau pasti akan sering mendapatkan pertanyaan
"Mas, kunci ny di mana ya?"
"Mas, hp ku di mana ya?"
"Mas, kalau mau ke tempat itu jalan nya ke mana ya?"
"Mas, cara bikin ini gimana ya?"
"Mas,......?"
"Mas,......?" dan lebih banyak lagi pertanyaan yang aku tujukan untukmu

Beb,,,
Jika suatu saat nanti badai tornado menghampiri 'universitas kehidupan' kita,,, ingatlah kembali tujuan kita bersama,,,bukankah kita ingin SEHIDUP-SESURGA?...
Aku selalu mengingat pesan mu tentang keindahan cinta,

Honey,,,
Jadilah patner hidup yang dapat melengkapi ketidaksempurnaanku,,,
Jadilah imamku dan anak anak kita,,,
Tegurlah aku dengan penuh kasih ketika aku salah,,,

Sayang,,,
Sungguh beruntungnya diriku memiliki mu...

Dalam hal apapun, tidak perlu banyak, yang penting cukup,,,

Cukup sayangi aku seujung kuku mu...
Your's wife


Kuningan, 25 Juli 2016

Minggu, 17 Juli 2016

Salam Tiga Jari


Papa biant...
Ku rasakan lelahmu...
Menggowes sepeda dari rumah menuju kontrakan
Hanya untuk 1 tujuan...
Memang betul,,, setiap tujuan  pasti ada jalan nya...

Kamu yang lelah, namun masih berusaha menunjukkan senyum termanis untukku..
Maacih papa biant

Aku yang menunggu mu di mesjid segera menghampiri dan menemanimu...
Walaupun hanya untuk bertegur sapa, mengobrol hal  yang geje sampai hal penting untuk pernikahan kita...

Papa biant,,,
Aku disini, menemani mu di tempat yang nyaman untuk istirahat...

Kau tampak lelap sekali, walaupun hanya beralaskan lantai...
Tempat yang begitu sederhana...
Tak perlu kasur busa, AC, TV,,,,
Sesederhana cinta kita...

Papa biant,,,
Aku suka dengan kesederhanaan mu...

Salam tiga jari dari ku untuk mu

Sabtu, 16 Juli 2016

Together

Pemimpin bukan raja
Yang dipimpin bukan rakyat jelata
Pemimpin itu mengayomi
Yang dipimpin pun menghargai
Bukan suka memberi perintah
Namun bersama menjalankan perintah
Bukan menunggu disuruh dan diingatkan
Namun bersama saling menguatkan
Pemimpin dan yang dipimpin akan harmonis
Jika saling memberi arti
Saling memahami
Dan saling mencintai
Pemimpin tak akan pernah bisa menjadi pemimpin
Jika tak ada yang dipimpin
Begitupun yang dipimpin
Tak akan tahu arah jika tak ada pemimpin
Belajar memimpin, belajar dipimpin
Belajar berumah tangga
Belajar dalam proses menuju surga
Bersama dalam taqwa
Berdua dalam cinta

You and me always together, now, tomorrow and forever

Minggu, 03 Juli 2016

Undangan Pernikahan Didik & Lia


Bismillah

Bapak/Ibu/Teman-teman sekalian, kami mohon doa dan kehadirannya, pada acara pernikahan kami yang akad nikahnya insyaAllah akan dilaksanakan di Kuningan, 25 Juli 2016
Dengan resepsi di Kuningan, 25 Juli 2016 dan di Nganjuk, 3 Agustus 2016

Terima kasih atas doa dan kehadirannya

Salam
Didik & Lia

Minggu, 12 Juni 2016

Dear Sahabatku yang Juga Calon Istriku

Teringat setahun yang lalu, saat kita mulai dekat, saat kau menjadi tempat curhatku dari segala macam cinta yang kualami, begitupun kamu, aku yang menjadi tempat curhatmu. Masih ingat di benakku, malam hari kamu menelepon aku untuk menanyakan seseorang yang mendekatimu. Saat itu kamu cerita banyak hal, sampai kita tertawa lepas, bahkan mungkin suaraku bisa kedengaran dari luar rumah. Dan hal yang membuat aku merasa spesial adalah hanya aku dan Allah yang tahu ceritamu. Iya hanya aku dan Allah, itu katamu. Cerita jaman kuliah, cerita di kemendikbud, cerita saat kau didekati seseorang tersebut, dan sebagainya. Semua kau ceritakan kepadaku, seolah aku adalah “suami” mu yang siap menerima keluh kesahmu.

Tak pernah kumenyangka kurang dari 2 bulan lagi kau akan jadi pendamping hidupku. Seseorang yang selama ini menjadi sahabatku, seseorang yang selama ini menjadi tempat curhatku, akan menjadi istriku. Rasa ini masih penuh dengan rasa yang tak pernah terfikir sebelumnya. Rasa yang masih tak percaya, bahwa sepasang sahabat akan jadi sepasang anak manusia yang bersama dalam rumah tangga. Kau masih tetap dengan kegejeanmu, kepolosanmu, keluguanmu dan juga senyuman manismu.

Hai ayang beib, hai sweety, hai cinta, hai ayla “ayang lia” dan masih banyak lagi panggilan manisku buatmu. Tapi sekali lagi aku tak bisa menghilangkan panggilanku setiap ketemu kamu, TETEH. Panggilan yang melekat dari dulu, panggilan khas sunda, panggilan teman-teman kita buatmu. Masih ingat kan saat kita membuat sinetron dari episode 1 sampai 3000. Dalam sinetron itu kita mengumpamakan sepasang “kasih tak pernah sampai”. Aku katakan begitu karena aku yang waktu itu sama orang lain, begitupun kamu, berharap ke orang lain. Kita bertengkar hebat, saling menyalahkan, ujung-ujungnya ok fine cukup tau.


Baiklah, itu masa lalu kita, masa dimana kita bersenang-senang dalam bayangan, masa dimana kita berandai-andai dalam sinetron kehidupan. Kini sinetron itu telah menjadi nyata. Mengurai kisah sepasang calon pengantin yang akan hidup bersama. Dengan beraninya si begejekan meminta pada orang tua, menyeriusi anaknya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat tercinta.

Teteh, my sweety, aylaku, yuk bersama kita menyiapkan diri. Menuju maghligai cinta yang abadi. Membina rumah tangga penuh barokah dan ridho Illahi Robbi. Ini adalah awal teh, awal dimana kita memulai kehidupan yang baru. Memang perlu bekal yang banyak tuk memulainya, namun aku yakin bekal kita akan cukup. Bukankah bekal bisa diperoleh diperjalanan juga? Iya kan, bekal akan kita dapatkan juga nanti di perjalanan rumah tangga kita. Jika kau tanya, siapkah kamu menjadi imamku mas didik??? Aku akan jawab dengan lantang, atas ijin Allah dan ridho orang tua, aku siap, lahir dan bathin. Itulah bekal awal kita, kesiapan, ya kesiapanku menjadi imammu lahir dan bathin. Yang lain??? Tak ada, tak ada bekal yang lebih berharga daripada kesiapan. Itu pandanganku teh, apakah kamu siap juga menjadi istriku teh lia??? Jawabanmu lewat whatsapp saja ya, upsss....hehehehe

Semoga ini menjadi penyemangat kita untuk mempersiapkan diri Teh. Bersama dalam suka dan duka, bersama dalam kisah rumah tangga, bersama di dunia dan di surga. Bismillah nawaitu niat karena Allah, always be there, always together, because the one and only one, you are only for me and i am only for you.

Jakarta, 12 Juni 2016

Jumat, 03 Juni 2016

Aku Tak Seperti

Aku tak seperti matahari, yang bisa menjadikan terang seisi bumi
Aku tak seperti rembulan, yang bisa bersinar di kegelapan malam
Aku tak seperti pohon yang rindang, yang bisa menjadi tempat teduh setiap insan
Aku tak seperti hujan, yang membuat orang senang tak kekeringan
Aku tak seperti awan, yang begitu indah dipandang
Aku tak seperti angin, yang bisa memberikan kesejukan
Aku tak seperti air, yang menjadikan orang tak kehausan
Aku tak seperti gunung, yang membuat bumi menjadi tenang
Aku tak bisa memberi lebih dan tak bisa menjanjikan
Namun tak sanggup berjalan sendiri mengarungi kehidupan
Aku hanyalah insan pembelajar
Belajar mencintai, belajar membahagiakan
Belajar untuk hidup bersama dalam rumah tangga
Aku tak seperti

For you my sweety "Lia Apriliani"

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...