Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Senin, 26 Juli 2021

Jurnal 2: Membangun Tim Yang Solid

Jatuh cintalah pada masalahmu, jangan buru-buru memikirkan solusi, 
gali dalam lagi masalahmu, lagi dan lagi.

Temukan Teman
Kita perlu teman karena kita tidak bisa menyelesaikan MASALAH SENDIRIAN, kita perlu proses yang BERKELANJUTAN.

SIAPAKAH TEMAN KITA?*

  1. Mereka yang punya masalah yang sama dengan kita
  2. Mereka yang punya kepedulian yang sama dengan kita
  3. Mereka yang punya pengaruh terhadap masalah kita
  4. Mereka yang punya keterampilan berbeda dengan kita
  5. Mereka yang punya antusias menjadi bagian dari solusi
SIAPAKAH TIM KITA?*
  1. Anggota keluarga kita
  2. Teman satu kampus Ibu Pembaharu
  3. Teman satu regional non mahasiswa Kampus Ibu Pembaharu
  4. Teman sesama member Ibu Profesional
  5. Teman di luar Ibu Profesional
*Bisa salah satu atau semuanya

BAGAIMANA CARANYA?
  1. Lihat kembali PROBLEM STATEMENT dan AKAR MASALAH. Jadikan dua hal ini sebagai panduan kita untuk melangkah
  2. Buatlah NARASI yang menarik dalam bentuk MEDIA APAPUN sehingga memunculkan EMPATI siapapun yang membacanya/mendengarkannnya/menontonnya
  3. Gunakan USER PERSONA yaitu orang-orang yang saat ini terkena dampak terhadap masalah kita dan yang akan MERASAKAN MANFAAT apabila kita bisa menyelesaikannya
PEMETAAN
  1. Petakan Soft Skill dan Hard Skill apa saja yang sudah kita miliki, dan kita memerlukan soft skill dan hard skill lain seperti apa?
  2. Petakan peran dan tugas apa saja yang diperlukan oleh anggota team kita, sehingga kita akan mendapatkan orang yang tepat sasaran
  3. Petakan sumber daya manusia yang Anda dapatkan selama proses rekruitmen ini menjadi sebuah resource center team Anda
SKILLS FOR EFFECTIVE TEAMWORK
  1. COMMUNICATION SKILLS
    Keterampilan komunikasi terpenting bagi leader adalah kemampuan mendengarkan. Keterampilan mendengarkan secara profesional termasuk mendengarkan pesan, mendengarkan emosi di balik pesan dan mempertimbangkan pertanyaan yang relevan tentang pesan tersebut.
  2. COLLABORATION SKILLS
    Collaborative Leaders, berpindah dari top down ke team centric secara teratur mencari keragaman pendapat dan ide diantara rekan satu tim untk membangun strategi dan memecahkan masalah. Hasilnya, anggota tim lebih terlibat, merasa dipercaya, dan lebih cenderung merasa memiliki atas pekerjaan mereka
  3. PROBLEM SOLVING SKILLS
    Identifikasi dan definisikan masalahnya. Menerapkan solusi terlalu dini mungkin tidak sepenuhnya mengatasi masalah. Alih-alih, luangkan waktu untuk memahami dan mendefinisikan ruang lingkup dan sifat masalah untuk menghasilkan beberapa solusi yang baik sebelum mengambil tindakan.
    Gunakan data. Data menawarkan perspektif berdasarkan fakta tentang suatu masalah dan dapat membantu Anda menentukan masalahnya. Pelajari jenis data yang tersedia untuk Anda dan cara menafsirkan kumpulan data. Dan pastikan untuk menerjemahkan temuan Anda dengan cara yang jelas dan bermakna bagi pemangku kepentingan yang dapat mendukung resolusi.
    Fokus pada solusi. Setelah memahami masalahnya, maka gunakan kesempatan berikutnya untuk brainstorming solusi, dan selalu fokus pada solusi bukan pada masalah.
  4. PLANNING AND ORGANIZING SKILLS
    Keterampilan perencanaan dan pengorganisasian membantu Anda mengelola waktu, alat, dan sumber daya untuk mencapai tujuan.
  5. CONFLICT MANAGEMENT
    Tetapkan golden rules, sebelum muncul konflik. Hal ini akan membuat kita sebagai leader bisa memanage kebahagiaan.

The strength of the team is each individual member. The strength of each member is the team 
(Phil Jackson)
----------------------------------------------------------------------

Masya Allah Tabarakallahu, ternyata mencari tim itu seperti jodoh ya πŸ˜‚. Susah susah gampang, hihihi.  Ikhtiar yang sudah saya lakukan yaitu:
  1. kampanye di sosial media (@lia_biantoro)
    Link https://www.instagram.com/p/CRcnmDKMpqf/?utm_medium=copy_link
    tag @keluargapembaharu dan @ibupembaharu. Alhamdulillah hingga detik ini belum ada yang menghubungi saya untuk bergabung πŸ˜†


  2. mencari identifikasi masalah dari jurnal terkumpul dengan kata kunci KESEHATAN dan PERCAYA DIRI. Berharap ada PROBLEM STATMEN yang sama dengan saya sehingga bisa dilamar menjadi tim πŸ˜„.Ealah...setelah saya baca satu persatu jurnal, kebanyakan masalah yang sama yaitu tentang BERAT BADAN. Ganti Problem Statmen aza gitu ya? wkwkwkwk

  3. Melamar mahasiswa bunda salihah IP Regional Depok, ternyata  beliau sudah punya tim sendiri (suami dan anak-anak). 
  4. Dapat informasi bahwa ada teman diluar IP yang mau menjadi tim, namun setelah dikonfirmasi ulang ternyata beliau tidak memiliki masalah yang sama ataupun fokus ke statmen saya, sehingga belum ada kejelasan. 
Bismillah,
LIVE MUST GO ON
Seiring berjalannya waktu semoga Allah mengirimkan orang-orang terbaikNya untuk turut serta bergabung di tim saya. Alhamdulillah wa syukurillah masih memiliki suami yang bisa dijadikan patner tim.



Oia, terkait template STORY BOARD saya tidak membuatnya namun langsung ditulis dalam kampanye. Terkait pembagian tugas, saya sebagai leader dan suami sebagai anggota.

Reward


#materi2
#membanguntimyangsolid
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia


Minggu, 11 Juli 2021

Aneka Ragam Jemput Rezeki


Percakapan di depan parkiran toko Bhakti Karya

πŸ‘© Kakak mau ikut masuk ga?
πŸ‘§ Enggak mau, Kakak mau di sini aza,
πŸ‘© Ya udah kita ke sana aza ya (menunjuk tempat yang nyaman untuk menunggu sambil minum jus jeruk dan jus stroberi)
πŸ‘§ Iya
πŸ‘© Yah, Kakak Zahra ga mau ikut masuk (setengah berteriak)
πŸ‘¨ Oh, ya udah, De, tuh sana ke ibu dulu 
πŸ‘¦ Dede pun berlari keluar dari pintu masuk toko BK

Qadarullah, kami memiliki sedikit rezeki untuk berbagi dengan tetangga yang mengalami musibah Covid-19. Rencana untuk membeli berbagai pangan baru bisa terealisasi saat matahari tepat di atas kepala. puuanasnya. 

Sambil menunggu Ayah belanja, saya pun mengambil kesempatan untuk mengenalkan aneka ragam jemput rejeki pada anak-anak.

πŸ‘© Kak, tuh lihat ada om-om yang pake baju warna kuning, dia bawa telur, nah dia itu sedang bekerja jemput rezeki dari Allah. Liat ga Kak?
πŸ‘§ Iya, liat bu
πŸ‘© Terus itu ada ibu-ibu bawa gerobak, dia juga lagi bekerja jemput rezeki dari Allah
πŸ‘§ Ibu, itu ada bensin di gerobaknya
πŸ‘¦ Iya, ada bensinnya
πŸ‘©Memperhatikan isi gerobak ibu-ibu itu dan memang terlihat botol yang biasa dipake untuk menyimpan bensin.. Oia, ada botol bensinnya ya
πŸ‘© Nah, kalau ini penjual siomay, dia juga sedang kerja jemput rezeki dari Allah
πŸ‘§ Bu, ada balon
πŸ‘© Eh...iya, ada balon, Nah..aa-aa itu juga lagi kerja jemput rejeki dari Allah. Kakak lihat om-om yang pake topi itu ga?
πŸ‘§ Iya lihat
πŸ‘¦ Mana bu, mana?
πŸ‘© Itu de, yang lagi deket mobil. Dia itu tukang parkir. Dia nanti pasti bilang terus..terus.. kaya di buku itu. Lihat ga?
πŸ‘¦ Iya, lihat

Duo AFM pun melihat tukang parkir mendapatkan uang dari pengemudi mobil tersebut
πŸ‘© Nah Kak, tuh kan dia dapat rezeki
πŸ‘¦πŸ‘§ Diam menyimak sambil sesekali minum jus yang telah dibeli.

Kemudian lewat penjual ketoprak, tukang ojek, tukang bakso, penjual minuman, dan lain sebagainya. Ibu mengenalkan bahwa mereka sedang bekerja jemput rezeki dari Allah.

Sesampainya di rumah, anak-anak sangat antusias membuka kardus belanjaan Ayah yang isinya berupa makanan dan juga minuman. 

πŸ‘© Nah, Kak, hasil dari kerja jemput rezeki bisa dipakai untuk berbagi ya
πŸ‘§ mengangguk sambil tersenyum

Masya Allah Tabarakallahu, semoga Allah memahamkan pada duo AFM. Aamiin.

Catatan
Rezeki itu memang bukan hanya materi saja, ini hanya momen yang pas untuk mengenalkan bekerja jemput rezeki itu bisa beraneka ragam yang hasilnya bisa digunakan untuk berbagi. 

Sabtu, 10 Juli 2021

Feedback System Jurnal 1

Masya Allah Tabarakallahu, melalui tugas Bunda Salihah ini  saya dipertemukan dengan salah satu orang yang luar biasa. Ramah  dan asyik diajak ngobrol itulah kesan pertama saya. Namanya Mba Ika Pramesti namun biasa dipanggil Mba Tety. Dia berasal dari Solo Raya. Saat menerima link jurnal 1, saya senang sekali, ternyata kami memiliki kesamaan dalam menyimpan jurnal, yakni di BLOG. hihihi.

Oia, kenapa tadi saya bilang Mba Tety ini luar biasa, karena ternyata beliau berani mengambil keputusan RESIGN dari pegawai tetap BUMN. Masya Allah Mba,,, sungguh kuat dirimu dengan segala konsekuensi yang diterima saat keputusan untuk memilih itu. Kalimat yang sampai pada hati saya ketika tertulis begini
 
"Keputusan resign dari proses inilah saya merasa di "NOL" kan.. tanpa pangkat, tanpa gaji, tanpa teman, tanpa dukungan dari ortu, bahkan lingkungan keluarga dan lingkungan teman yang menyayangkan dengan keputusan resign"

Ya Allah Mba,,, hatiku langsung merasa gimana gitu, membayangkan kondisi mba saat itu. Kuat kuat kuat ya Mba...Insya Allah inilah yang terbaik. Dulu juga saya ada keinginan untuk resign namun dengan pertimbangan berbagai hal akhirnya niat itu tidak dilanjutkan. Salut juga dengan pasangan Mba Tety yang tetap mendukung keputusan Mba Tety. Semoga Allah kuatkan dan mampukan Mba Tety dan keluarga dalam menghadapi ujian kehidupan ini.

Yang saya tangkap, ada 2 poin akar masalah Mba Tety yakni mandiri finansial dan menjadi ibu bahagia dalam membersamai tumbuh kembang anak-anak. Untuk saat ini fokus yang diambil Mba Tety adalah "Menjadi Ibu Bahagia" .

Masya Allah Mba,, menjadi Ibu Bahagia itu ternyata butuh proses, butuh ilmu, dan yang jelas butuh kelapangan hati untuk menghadapi semua tantangan yang ada. Saya paham bagaimana rasanya ketika hanya fokus di ranah domestik tanpa ART, berasa waktu 24 jam itu kurang sekali.

Menurut saya, jurnal Mba Tety sudah baik, sudah mengambil 1 fokus masalah, jelas permasalahannya, dan jelas pula indikator keberhasilannya. Saya hanya bisa mendoakan semoga Allah memudahkan, melancarkan, dan memberkahi segala aktivitas Mba Tety dalam membersamai anak.

Oia, palingan sedikit berpesan, Mba Tety pun harus meluangkan waktu untuk diri sendiri/istirahat ya, biar tetap bisa "waras" dalam menghadapi riak-riak kehidupanπŸ˜—. Semangat ya Mba Tety. 

Jurnal Lengkap Mba Tety ada di
http://tetywidodos.blogspot.com/2021/07/jurnal-1-bunda-salihah.html?m=1

Reward



#umpanbalik1
#identifikasimasalah
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity


Menjaga Tamu Istimewa TitipanNya

πŸ‘¨ Cash aza, ga usah nyicil
πŸ‘© Yakin yah?
πŸ‘¨ Iya, yakin. Insya Allah kalau uang bisa dicari lagi. 
πŸ‘© Makjleb. Sebenernya bukan ingin nambah beban tiap bulan, namun momennya lagi pas saat kebutuhan banyak 
πŸ‘© Yah, kebutuhan kita bulan ini kan , %%$$##&*&^^ (menjeberkan secara detal ) terus kan anak-anak lagi belajar tentang Asmaul Husna, jadi cocok tuh yah sama bukunya, terus sepertinya yang bisa dilakukan saat ini adalah nyicil. Gimana?
πŸ‘¨ Cash aza
πŸ‘© Beneran yah? Berusaha untuk meyakinkan untuk kedua kalinya
πŸ‘¨ Iya
πŸ‘© Tunduk manut meskipun awalnya ngeyel dulu πŸ˜‚

Masya Allah Tabarakallahu, sungguh Allah Maha Pembuat skenario terbaik. Ketika mendahulukan kepentingan orangtua, maka Allah menggantikan rezeki berkali-kali lipat sehingga kami bisa pesan cash AKASAH (Aku Kenal Allah Seri Asmaul Husna). 

 Eklusif Bonus:
  1. Exclusive Webinar Zoom "Menjadi Kendaraan Hidayah Bagi anak" Bersama Canun Kanmil
  2. Exlusive member grup Whatsapp "Sakeena Lovers VIP" selama 4 bulan sharing parenting dan pengasuhan Tauhid bersama Canun Kamil dan Fufu Elmart LANGSUNG 
Kami menganut paham bahwa pendidikan terbaik anak usia 0-7 tahun adalah tauhiid sehingga di usia ini kami tidak memaksa anak untuk belajar baca tulis. Bismillah, semoga Allah mudahkan dan lancarkan segala prosesnya dan memampukan kami dalam membesarkan kedua amanah dariNya. Aamiin

--------------------------------------------------
‘Mending juga Homeschooling daripada sekolah!’
‘laah, mending juga sekolah laah, masa homeschooling?’
‘IRT itu lebih mulia daripada jd working moom’
‘Working mom doong, peran lebih luas’

Sering gak denger berantem2 kayak gitu di sosmed ini? hehehe

Kalau pernah nonton The Social Dilemma di Netflix, salah satu dampak rutinnya kita kecanduan sosmed tuh gitu, cenderung mencari pembenaran dari apa-apa yang kita lakukan, dan memusushi yang pendapatnya berbeda, sehingga polaritas itu makin terasa….

Nah, terlepas dari polaritas itu, sebetulnya, yang biasanya didebatin itu tuh masalah METODE’

Nih ya, sebetulnya, kalau ditanya mana mending antara homeschooling atai sekolah, itu tuh mirip kayak mending nempelin pake lem ato pake selotip?

Ya, mangga aja, debat gak berujung juga bisa jadi capek, dan jangan sampe kita ikutan capek gak puguh juga ya, apalagi tentang pengasuhan

berbicarta pengasuhan, metode itu FLEKSIBEL, dan BEBAS terserah value masing-masing keluarga mau pake yg mana….dan tahu gak? Ada yang lebih penting daripada METODE, yaitu adalah TUJUAN…

Mau pake metode homeschool atau sekolah, tapi orangtua gak ngerti TUJUAN kenapa anaknya sekolah, what will happen? Mungkin homeschooling hanya jadi sarana memindahkan kurikulum sekolah ke rumah aja…
tapi coba inget-inget, kita sekarang, ada yang ngerti gak tujuan kita dulu belajar ilmu macam:

- beda tanaman dikotil monokotil
- Isi perjanjian Linggarjat
- Sinus Cosinus Tangen
- Integral Differensiasi
- lapis-lapis atmosfer
- Hukum Newton

Pada kebayang gak dulu tujuan belajar itu buat apa? hhehe. Kalo gak ngerti tujuannya, jangan-jangan, itu loh yang bikin kita lupa pelajarannya, kurang membekas di hati :D

nah, secara akademis, ngerasa ‘buang-buang waktu’ gak sih?

itulah pentingnya TUJUAN, jauh lebih penting daripada METODE

Daaaann….

Apakah kita sudah ada bayangan, kenapa sih Allah menjadikan kita orangtua? Apa tujuanNya? yuk, kita obrolin tentang ini di pertemuan pertama kita yaa 😊✊

SIAAAAAP hari ini?😍
Stay tune terus ya di grup ini

--------------------------------------------------
RESUME MATERI KE-1
Jumat 2 Juli 2021 Pukul 16.00 s.d. selesai
"Menjaga Tamu Istimewa TitipanNya"
Pemateri Kang Ikhsanun Kamil Pratama (Kang Canun)
Notulis:  Mba Ulfa

✨ Di dalam surat Al Ashr dijelaskan bahwasanya Allah bersumpah dengan waktu Ashar, pada waktu tersebut manusia berada dalam kerugian yang besar, kecuali orang2 yang memenuhi 4 kriteria:
1.Ψ§Ω„Ψ°ΩŠΩ† Ψ’Ω…Ω†ΩˆΨ§
2.ΨΉΩ…Ω„Ωˆ Ψ§Ω„Ψ΅Ψ§Ω„Ψ­Ψ§Ψͺ
3.Ψͺواءوا Ψ¨Ψ§Ω„Ψ­Ω‚
4.Ψͺواءوا Ψ¨Ψ§Ω„Ψ΅Ψ¨Ψ±

1. Alladziina aamanuu (Orang-orang yang beriman) 
2. 'Amilu sholihat ( yang berbuat kebaikan) 
3. Tawaashau bil haq (yang senantiasa menasehati dengan kebenaran) 
4. Tawaashau bis shobr ( yang senantiasa menasehati dengan kesabaran)

Keempat unsur tersebut bukan hanya diterapkan untuk keseharian, melainkan juga dalam mendidik anak...jika kita mendidik anak tapi tidak ada keempat unsur tersebut maka kita benar2 dalam kerugian... 

✨Sebagai orangtua hendaknya mensyukuri setiap progres perkembangan anaknya...jangan jadi orangtua yang perfeksionis tapi jadilah orangtua yang progresionis yang selalu menghargai progres perkembangan anak meski tidak sesuai apa yang di ekspektasikan. 

✨Siapakah anak kita??? 
➡️ Anak adalah tamu istimewa yang kita undang untuk hadir dalam kehidupan kita atas kehendak dan persetujuan Allah Shubhaanahu wa ta'aala (Oleh Okina Fitriani dalam bukunya The Secret Of Enlightening Parenting) 

✨ Jadi anak adalah seorang tamu yang datang melalui undangan orangtuanya dengan ACC langsung dri Allah Shubhaanahu wa ta'aala... 
Jika memang belum di ACC, maka jangan patah semangat...teruslah berdo'a dan berikhtiar kepada Allah...😊

✨Perlu di perhatikan...terkadang sebagai orang tua pasti memiliki nafsu yaitu nafsu ingin dituruti oleh anak, nah mulai sekarang mari bedakan posisi anak akankah memposisikannya sebagai Tamu Istimewa atau Kepemilikan
Masih bingung??? 
Contoh mudahnya... 
Jika anak disuruh makan dan nggak mau makan...apa respon orangtua? 
Jika orang tua memposisikan anak sebagai Tamu Istimewa akankah orang tua tetap memaksa sseorang tamu untuk makan sedangkan ia tidak ingin makan??? 
Beda halnya jika orangtua memposisikan anaknya sebagai Kepemilikan, orangtua akan lebih cenderung memaksa anaknya untuk memenuhi apa yang ia inginkan...klo disuruh makan ya mau nggak mau harus makan... 

✨ Apa harapan orangtua untuk anak? 
Setiap orangtua pastinya ingin kelak anaknya memiliki kehidupan maupun pekerjaan yang lebih baik dari orangtuanya... 
Betul apa betul??? 
Pernahkah terbesit dalam benak ummah2 dan calon ummah2 sekalian... 
Ingin anaknya unggul dalam bidang ini itu, bisa dapat pekerjaan yang bagus, nilai semua mata pelajarannya sempurna, ingin jadikan anaknya hafidz Qur'an sejak dini dll... 

Mari coba direnungkan lagi harapan orang tua untuk anaknya sudahkah mencakup 4 unsur agar selamat dari kerugian yang besar tadi? 

Tidak sedikit orang tua yang menyekolahkan anaknya agar kelak bisa mendapat pekerjaan yang bagus... 
Ingat!!! BEKERJA adalah bagian kecil dari kehidupan...Jangan jadikan diri kita orang yang punya pemikiran workisme yang beranggapan produktifitas di nilai dri berapa sibuk ia bekerja sehingga ia memandang hidup itu hanya untuk bekerja... 
Produktif menurut pandangan Islam adalah segala hal yang dilakukan untuk mendapatkan ridho Allah... 

Tidak sedikit pula orangtua yang ingin anaknya menjadi hafidz Qur'an sejak dini... 
Harapan ini tentunya bagus...karena mengenalkan Al Qur'an sejak dini itu juga penting... 
Tapi...Jangan lupa juga mengajarkan esensi yang ada dalam Al Qur'an, karena masih banyak di temukan seorang anak yang hafidz Al Qur'an akan tetapi perilakunya tidak mencerminkan Al Qur'an. 

Oleh karena itu yuk perhatian dua hal ini untuk menentukan harapan apa yang diinginkan ayah bunda kedepannya... 
1. Sudahkah harapan ayah bunda sesuai dengan harapan sang anak? 
2. Sudah sesuaikah harapan ayah bunda dengan tujuan Allah menitipkan tamu istimewa ini kepada kita? 
Silahkan diperhatikan lagi.. 😊

✨ Apa tujuan Allah menitipkan tamu Istimewa untuk kita? 

➡️ Allah menitipkan tamu istimewa kepada kita agar kelak ia menjadi khalifah dimuka bumi ini... 

Siapa itu khalifah???
➡️ khalifah disini maksudnya adalah wakil Allah yang menjaga kehidupan di alam semesta dan penebar manfaat. 

Apa kelebihan manusia sehingga Allah memilih manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini? 
➡️ karena manusia memiliki kemampuan lebih untuk belajar, sehingga Allah menjadikan manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini... 

✨Terus... 
Dalam mendidik anak itu butuh banget namanya kesabaran...karena bisa jadi klo orang tua nggak sabaran.. 
Misal ni... Pas kecil kan anak sukanya nanya... Ini apa? Itu apa? Di ulang2 terus padahal udah dijawab... 
Nah orang tua tetep harus sabar... Agar nggak menyesal di kemudian hari disebabkan anak malas belajar karena pas kecilnya orangtuanya malas untuk mengajarinya. 

Yang terakhir.... 
✨Ada 3 hal penting yang harus diperhatikan ketika mendidik anak... 
  1. Meminta kepada Allah agar menemani dalam proses mendidik anak... Kenapa? Karena yang dapat memberi petunjuk itu Allah bukan kita..  (Dalil Q. S :56)
  2. Titip hasilnya sama Allah... Karena ikhtiar itu bukan penentu hasil tapi cara kita merayu Allah agar Allah membantu kita...  (Dalil Q.S :Al Waqi'ah : 63-64)
  3. Bangun kekompakan dengan pasangan. Al ummu madrasatul ula. Klo ibu itu sekolah pertama bagi anaknya maka peran ayah adalah sebagai kepala Sekolah nya
Semoga Ilmu yang sedikit ini bisa bermanfaat untuk ummah dan calon2 ummah semuanya...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

--------------------------------------------------


Kamis, 24 Juni 2021

Jurnal 1: Identifikasi Masalah


 
"Everyone a Changemaker" Movement

Ibu Pembaharu: Everymother a Changemaker yaitu seorang ibu yang konsisten melakukan

  1. Cognitive Emphaty
    Mengembangkan empati kognitif yang mendalam untuk secara aktif  mendengarkan dan memperhatikan masalah sosial, betapapun kecilnya masalah tersebut. 
  2. Teamwork
    Melengkapi dirinya, timnya, dan komunitasnya untuk berkolaborasi dalam mengerjakan solusi yang berarti.
  3. New Leadership
    Mengembangkan ketahanan dan kepemimpinan dalam upaya memecahkan masalah sosial sejak usia muda.
  4. Creative Problem Solving
    Menerapkan pemikiran kritis untuk menghasilkan solusi inovatsi guna mengatasi masalah yang kompleks.

INDIKATOR SUKSES 

  1. Komunal
    Sukses dengan minimal 7 dari 8 tantangan
    Tuntas dengan minamal 7 dari 8 review yang ada
    Mampu mengubah empati menjadi minimal 1 aksi untuk 1 solusi
    Ikut berpartisipasi aktif minimal 2 dari 3 event besar di kampus Ibu Pembaharu
    Mampu membuat 1 portofolio aksinya dalam bentuk website/pdf/karya digital lain.
  2. Personal
    Olahraga ringan yang mendukung kesehatan reproduksi minimal 3 kali dalam seminggu
    Mampu menulis 1 artikel perjalanan setiap pekan

PROBLEM STATMEN
(keyword)

  1. Apa saja masalah kita?
    Tuliskan saja semua masalah yang ada, kemudian nanti klasifikasikan menjadi masalah pribadi, masalah keluarga, atau masalah lingkungan. 

  2. Bagaimana kita tahu bahwa ini adalah masalah kita?
    Bener ga ini adalah masalah kita? Caranya adalah ketika semakin sering berinteraksi apakah berbinar saat menghadapinya atau justru sebaliknya, semakin sakit atau fisik menurun atau menyedot perhatian berulang, yang membuat resah, jika tidak segera di atasi akan membuat sakit atau berefek tidak baik. Tanyakan dalam diri berkali kali.

  3. Bagaimana kita tahu kapan kita telah memecahkan masalah ini?
    Contoh Bu Septi, tahu kapan saat masalah itu terpecahkan, saat dia bisa menjawab pertanyaan Apa Pekerjaanmu? Saya Ibu Rumah Tangga dengan sikap yang gagah dan berani

Setelah merenung, sebenarnya banyak masalah yang terjadi, namun selama ini kadang saya menganggapnya bukan masalah. Entah terlalu berfikiran positif atau saya yang kurang peka. Dimulai dari mudah tergiur dengan produk mainan edukatif, buku edukatif, senang beli buku namun untuk membacanya butuh waktu lama, senang belajar online tapi waktu yang kurang mendukung, bersumbu pendek saat terlalu banyak pekerjaan, keikhlasan, keterbukaan laporan keuangan lingkungan, dan sebagainya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Namun jika dihitung jumlahnya, ternyata masih banyak masalah yang ada pada diri sendiri (pribadi).  Untuk kali ini saya akan berfokus pada masalah kesehatan reproduksi.

ANALISA AKAR MASALAH

(keyword) Tuliskan semua masalah yang tampak. Kemudian analisa akar masalahnya?

Setelah menikah dan memiliki 2 anak, saya merasa kurang percaya diri saat 'beribadah' dengan pasangan sehingga yang muncul saya terkesan 'kurang' inisiatif untuk memulai. Kita ketahui bersama, bahwa 'ibadah' ini adalah salah satu penunjang dalam keharmonisan keluarga yang efeknya secara tidak langsung akan berpengaruh pada pola asuh anak. 

Akar masalahnya bisa jadi saya kurang ilmu pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi (bagaimana menjaganya, bagaimana cara merawatnya, ramuan/makanan yang baik, bagaimana olahraga yang mendukung supaya organ reproduksi saya tetap sehat), dan juga manajemen waktu untuk olahraga.

Jangan pernah menyerah karena masalah, teruslah melangkah, sehingga masalah tersebut akan kewalahan mengikuti jejak langkah solusi kita

(Septi Peni Wulandani)

Reward



#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia


Orientasi Kampus Bunda Salihah

 


Di Kelas Bunda Produktif, sudah belajar tentang 
Do What You Love

Di Kelas Bunda Salihah, akan belajar 
Love What You Do

Masya Allah Tabarakallahu, Semoga Allah memampukan saya untuk menuntaskan Game ini secara terhormat. Aamiin.

Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.
https://www.ibupembaharu.com/home

#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Kamis, 17 Juni 2021

Peran di Institut Ibu Profesional

 

Alhamdulillah, bisa berada di titik ini semua atas izin dariNya.

  1. Januari-Maret 2018
    Kelas Matrikulasi IIP Batch #5 Depok 4 sebagai Koordinator pekan 9

  2. Maret 2018
    Sekretaris Kopdar MIIP Batch#5 Depok

  3. Agustus 2018-Oktober 2019
    Kelas Bunda Sayang Batch #4 sebagai Korlan Level 4 Kelas Depok dan Korlan Level 12 Kelas Tangsel-Depok

  4. Oktober 2019- April 2020
    Tim Administrasi Akademik sebagai Koordinator Peer Group

  5. Desember 2019- Juli 2020
    Bunda Cekatan Batch #1 sebagai Manager Operasional HIMA IP Depok dan Tim AA

  6. September 2020- Maret 2021
    Bunda Produktif Batch #1 sebagai Manager Operasional HIMA IP Depok dan Tim AA

  7. April 2021- Juni 2021
    Tim Administrasi Akademik 
Sungguh di IIP itu banyak ilmu yang saya dapatkan sehingga saya mengalami perubahan mindset. Secara pribadi, dulu sempat berorientasi bahwa ibu yang baik adalah ibu yang bisa fokus di rumah mengurus keluarga. Sempat ada niat ingin resign, namun karena satu dan lain hal akhirnya tidak dilanjut. Sempat mengajukan pindah ke tempat kerja yang lebih dekat dengan rumah, namun Qadarullah, Allah memberikan saya kondisi real di tempat tersebut sehingga saya tidak lanjutkan prosesnya. Masya Allah Tabarakallahu, melalui IIP, saya menjadi SADAR bahwa sejatinya ibu yang baik adalah IBU YANG BAHAGIA, yang sadar akan perannya sebagai istri, ibu, anak, dan pribadi.  

Setiap ibu adalah pekerja, baik yang fokus di ranah domestik maupun ranah publik

Bergabung dengan IIP berawal dari lihat status teman (Siska Dewi) yang mengatakan bahwa kuota kelas Matrikulasi masih terbuka lebar, dengan sigap saya izin ke suami kemudian mendaftar kelas. Sebenernya sudah lama kepincut dengan IIP ini, namun saya selalu terlambat informasi atau bahkan kuotanya sudah penuh. Qadarullah, Allah mengizinkan saya untuk bergabung di kelas matrikulasi Batch 5 Depok 4. Pembelajarannya menggunakan Google Classroom (GC). Pada saat itu, sungguh asing bagi saya menggunakan media pembelajaran GC. Namun, dengan bergulirnya waktu, akhirnya terbiasa juga. Sungguh sayang jika dalam proses belajar tidak mengambil peran. Ketika kesempatan itu datang, saya mengambil peran menjadi korming 9 (Koordinator Mingguan)

Sempat maju mundur untuk mendaftarkan diri di kelas Bunda Sayang. Kenapa? Karena waktu yang di tempuh 12 bulan dengan tantangan tiap bulan yang berbeda. Setiap hari (maksimal 15-17 hari), kami ditantangan untuk menuliskan praktik baik yang telah dilakukan dalam keluarga sesuai dengan materi yang diberikan. Ditambah informasi bahwa yang lulus hingga akhir tidak sampai 50% (Bunsay Batch#2). Ah....semakin deg degan untuk melangkah. Bertanya pada diri sendiri, apakah sanggup melalui kelas itu? mengingat saya pun aktif di ranah publik. Bismillah, dengan dukungan suami dan tekad yang kuat, akhirnya saya masuk di kuliah bunda sayang Batch #4 Kelas Depok. Lagi-lagi, saya mengambil peran. Kala itu saya sebagai koordinator bulan 4 dan bulan 12. Ya,,, saya 2 kali menjadi korlan. Media pembelajaran masih menggunakan Google Clasroom.

Ditawari menjadi manop regional Depok oleh Kahima (Amalia Rahmah). Awalnya saya kira manop itu seperti korming ataupun korlan yang tugasnya hanya di kelas yang sedang berjalan saja, namun seiring berjalannya waktu baru ngeuh ternyata manop itu ngurusin data di regional yang lingkupnya lebih luas, wkwkwk. Jujurly, saat mengikuti kelas Bunda Cekatan,  saya merasa cukup berat, karena selain berkarya di IIP saya pun ditunjuk sebagai Koordinator Pokja Kemandirian. Masya Allah Tabarakallahu, Allah Yang Maha Memampukan dan tentunya adanya Support System sehingga bisa berjalan beriringan dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut. 

Pentingnya Support System untuk Pengembangan Diri

Menjadi salah satu anggota tim formula adalah kebanggaan bagi saya. Nimbrung di belakang layar kelas Bunda Produktif menjadi kesempatan bagi saya untuk belajar lebih tentang Google Drive. Pelajaran yang tak terlupakan adalah False Celebration. Masya Allah Tabarakallahu, Ibu Septi sebagai Founding Mother sungguh luar biasa, telah menciptakan ruang belajar bagi saya secara pribadi untuk berkarya. 

"Gemes" adalah salah satu kata yang ibu Septi sampaikan ketika saat saya memilih berhenti dari Tim AA saat High Energy Ending. 

Info dari Teh Chika (Teteh Rektor)

Oh iya.. mak lia.. tas itu spesial samaan dg seluruh pengurus IIP periode ini.
Dibikinnya sama Pengrajin binaan SC.
Tapi diberikannya bertahap..
Nah mak lia termasuk yg dapat paling awal. ☺️πŸ’ž

Alhamdulillah, terima kasih Ibu Septi, Pak Dodik, Teh Tyas (Manager Tim AA), Teh Niken, Teh Fi, Teh Dyta, Teh Titik, Mak Ika, Teteh Rektor, Mak Far, Mak Ami dan seluruh kru yang terlibat dalam IIP yang tidak tidak bisa saya sebutkan satu per satu,  terima kasih atas kesempatan belajar yang telah diberikan. Semoga kita tetap menjalin silaturahim dengan baik. Mohon maaf lahir batin atas segala kekurangan saya. Semakin sukses untuk IIP.

Siap lanjut Bunda Solihah kah? 😎

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...