Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Sabtu, 10 Juli 2021

Menjaga Tamu Istimewa TitipanNya

👨 Cash aza, ga usah nyicil
👩 Yakin yah?
👨 Iya, yakin. Insya Allah kalau uang bisa dicari lagi. 
👩 Makjleb. Sebenernya bukan ingin nambah beban tiap bulan, namun momennya lagi pas saat kebutuhan banyak 
👩 Yah, kebutuhan kita bulan ini kan , %%$$##&*&^^ (menjeberkan secara detal ) terus kan anak-anak lagi belajar tentang Asmaul Husna, jadi cocok tuh yah sama bukunya, terus sepertinya yang bisa dilakukan saat ini adalah nyicil. Gimana?
👨 Cash aza
👩 Beneran yah? Berusaha untuk meyakinkan untuk kedua kalinya
👨 Iya
👩 Tunduk manut meskipun awalnya ngeyel dulu 😂

Masya Allah Tabarakallahu, sungguh Allah Maha Pembuat skenario terbaik. Ketika mendahulukan kepentingan orangtua, maka Allah menggantikan rezeki berkali-kali lipat sehingga kami bisa pesan cash AKASAH (Aku Kenal Allah Seri Asmaul Husna). 

 Eklusif Bonus:
  1. Exclusive Webinar Zoom "Menjadi Kendaraan Hidayah Bagi anak" Bersama Canun Kanmil
  2. Exlusive member grup Whatsapp "Sakeena Lovers VIP" selama 4 bulan sharing parenting dan pengasuhan Tauhid bersama Canun Kamil dan Fufu Elmart LANGSUNG 
Kami menganut paham bahwa pendidikan terbaik anak usia 0-7 tahun adalah tauhiid sehingga di usia ini kami tidak memaksa anak untuk belajar baca tulis. Bismillah, semoga Allah mudahkan dan lancarkan segala prosesnya dan memampukan kami dalam membesarkan kedua amanah dariNya. Aamiin

--------------------------------------------------
‘Mending juga Homeschooling daripada sekolah!’
‘laah, mending juga sekolah laah, masa homeschooling?’
‘IRT itu lebih mulia daripada jd working moom’
‘Working mom doong, peran lebih luas’

Sering gak denger berantem2 kayak gitu di sosmed ini? hehehe

Kalau pernah nonton The Social Dilemma di Netflix, salah satu dampak rutinnya kita kecanduan sosmed tuh gitu, cenderung mencari pembenaran dari apa-apa yang kita lakukan, dan memusushi yang pendapatnya berbeda, sehingga polaritas itu makin terasa….

Nah, terlepas dari polaritas itu, sebetulnya, yang biasanya didebatin itu tuh masalah METODE’

Nih ya, sebetulnya, kalau ditanya mana mending antara homeschooling atai sekolah, itu tuh mirip kayak mending nempelin pake lem ato pake selotip?

Ya, mangga aja, debat gak berujung juga bisa jadi capek, dan jangan sampe kita ikutan capek gak puguh juga ya, apalagi tentang pengasuhan

berbicarta pengasuhan, metode itu FLEKSIBEL, dan BEBAS terserah value masing-masing keluarga mau pake yg mana….dan tahu gak? Ada yang lebih penting daripada METODE, yaitu adalah TUJUAN…

Mau pake metode homeschool atau sekolah, tapi orangtua gak ngerti TUJUAN kenapa anaknya sekolah, what will happen? Mungkin homeschooling hanya jadi sarana memindahkan kurikulum sekolah ke rumah aja…
tapi coba inget-inget, kita sekarang, ada yang ngerti gak tujuan kita dulu belajar ilmu macam:

- beda tanaman dikotil monokotil
- Isi perjanjian Linggarjat
- Sinus Cosinus Tangen
- Integral Differensiasi
- lapis-lapis atmosfer
- Hukum Newton

Pada kebayang gak dulu tujuan belajar itu buat apa? hhehe. Kalo gak ngerti tujuannya, jangan-jangan, itu loh yang bikin kita lupa pelajarannya, kurang membekas di hati :D

nah, secara akademis, ngerasa ‘buang-buang waktu’ gak sih?

itulah pentingnya TUJUAN, jauh lebih penting daripada METODE

Daaaann….

Apakah kita sudah ada bayangan, kenapa sih Allah menjadikan kita orangtua? Apa tujuanNya? yuk, kita obrolin tentang ini di pertemuan pertama kita yaa 😊✊

SIAAAAAP hari ini?😍
Stay tune terus ya di grup ini

--------------------------------------------------
RESUME MATERI KE-1
Jumat 2 Juli 2021 Pukul 16.00 s.d. selesai
"Menjaga Tamu Istimewa TitipanNya"
Pemateri Kang Ikhsanun Kamil Pratama (Kang Canun)
Notulis:  Mba Ulfa

✨ Di dalam surat Al Ashr dijelaskan bahwasanya Allah bersumpah dengan waktu Ashar, pada waktu tersebut manusia berada dalam kerugian yang besar, kecuali orang2 yang memenuhi 4 kriteria:
1.الذين آمنوا
2.عملو الصالحات
3.تواصوا بالحق
4.تواصوا بالصبر

1. Alladziina aamanuu (Orang-orang yang beriman) 
2. 'Amilu sholihat ( yang berbuat kebaikan) 
3. Tawaashau bil haq (yang senantiasa menasehati dengan kebenaran) 
4. Tawaashau bis shobr ( yang senantiasa menasehati dengan kesabaran)

Keempat unsur tersebut bukan hanya diterapkan untuk keseharian, melainkan juga dalam mendidik anak...jika kita mendidik anak tapi tidak ada keempat unsur tersebut maka kita benar2 dalam kerugian... 

✨Sebagai orangtua hendaknya mensyukuri setiap progres perkembangan anaknya...jangan jadi orangtua yang perfeksionis tapi jadilah orangtua yang progresionis yang selalu menghargai progres perkembangan anak meski tidak sesuai apa yang di ekspektasikan. 

✨Siapakah anak kita??? 
➡️ Anak adalah tamu istimewa yang kita undang untuk hadir dalam kehidupan kita atas kehendak dan persetujuan Allah Shubhaanahu wa ta'aala (Oleh Okina Fitriani dalam bukunya The Secret Of Enlightening Parenting) 

✨ Jadi anak adalah seorang tamu yang datang melalui undangan orangtuanya dengan ACC langsung dri Allah Shubhaanahu wa ta'aala... 
Jika memang belum di ACC, maka jangan patah semangat...teruslah berdo'a dan berikhtiar kepada Allah...😊

✨Perlu di perhatikan...terkadang sebagai orang tua pasti memiliki nafsu yaitu nafsu ingin dituruti oleh anak, nah mulai sekarang mari bedakan posisi anak akankah memposisikannya sebagai Tamu Istimewa atau Kepemilikan
Masih bingung??? 
Contoh mudahnya... 
Jika anak disuruh makan dan nggak mau makan...apa respon orangtua? 
Jika orang tua memposisikan anak sebagai Tamu Istimewa akankah orang tua tetap memaksa sseorang tamu untuk makan sedangkan ia tidak ingin makan??? 
Beda halnya jika orangtua memposisikan anaknya sebagai Kepemilikan, orangtua akan lebih cenderung memaksa anaknya untuk memenuhi apa yang ia inginkan...klo disuruh makan ya mau nggak mau harus makan... 

✨ Apa harapan orangtua untuk anak? 
Setiap orangtua pastinya ingin kelak anaknya memiliki kehidupan maupun pekerjaan yang lebih baik dari orangtuanya... 
Betul apa betul??? 
Pernahkah terbesit dalam benak ummah2 dan calon ummah2 sekalian... 
Ingin anaknya unggul dalam bidang ini itu, bisa dapat pekerjaan yang bagus, nilai semua mata pelajarannya sempurna, ingin jadikan anaknya hafidz Qur'an sejak dini dll... 

Mari coba direnungkan lagi harapan orang tua untuk anaknya sudahkah mencakup 4 unsur agar selamat dari kerugian yang besar tadi? 

Tidak sedikit orang tua yang menyekolahkan anaknya agar kelak bisa mendapat pekerjaan yang bagus... 
Ingat!!! BEKERJA adalah bagian kecil dari kehidupan...Jangan jadikan diri kita orang yang punya pemikiran workisme yang beranggapan produktifitas di nilai dri berapa sibuk ia bekerja sehingga ia memandang hidup itu hanya untuk bekerja... 
Produktif menurut pandangan Islam adalah segala hal yang dilakukan untuk mendapatkan ridho Allah... 

Tidak sedikit pula orangtua yang ingin anaknya menjadi hafidz Qur'an sejak dini... 
Harapan ini tentunya bagus...karena mengenalkan Al Qur'an sejak dini itu juga penting... 
Tapi...Jangan lupa juga mengajarkan esensi yang ada dalam Al Qur'an, karena masih banyak di temukan seorang anak yang hafidz Al Qur'an akan tetapi perilakunya tidak mencerminkan Al Qur'an. 

Oleh karena itu yuk perhatian dua hal ini untuk menentukan harapan apa yang diinginkan ayah bunda kedepannya... 
1. Sudahkah harapan ayah bunda sesuai dengan harapan sang anak? 
2. Sudah sesuaikah harapan ayah bunda dengan tujuan Allah menitipkan tamu istimewa ini kepada kita? 
Silahkan diperhatikan lagi.. 😊

✨ Apa tujuan Allah menitipkan tamu Istimewa untuk kita? 

➡️ Allah menitipkan tamu istimewa kepada kita agar kelak ia menjadi khalifah dimuka bumi ini... 

Siapa itu khalifah???
➡️ khalifah disini maksudnya adalah wakil Allah yang menjaga kehidupan di alam semesta dan penebar manfaat. 

Apa kelebihan manusia sehingga Allah memilih manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini? 
➡️ karena manusia memiliki kemampuan lebih untuk belajar, sehingga Allah menjadikan manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini... 

✨Terus... 
Dalam mendidik anak itu butuh banget namanya kesabaran...karena bisa jadi klo orang tua nggak sabaran.. 
Misal ni... Pas kecil kan anak sukanya nanya... Ini apa? Itu apa? Di ulang2 terus padahal udah dijawab... 
Nah orang tua tetep harus sabar... Agar nggak menyesal di kemudian hari disebabkan anak malas belajar karena pas kecilnya orangtuanya malas untuk mengajarinya. 

Yang terakhir.... 
✨Ada 3 hal penting yang harus diperhatikan ketika mendidik anak... 
  1. Meminta kepada Allah agar menemani dalam proses mendidik anak... Kenapa? Karena yang dapat memberi petunjuk itu Allah bukan kita..  (Dalil Q. S :56)
  2. Titip hasilnya sama Allah... Karena ikhtiar itu bukan penentu hasil tapi cara kita merayu Allah agar Allah membantu kita...  (Dalil Q.S :Al Waqi'ah : 63-64)
  3. Bangun kekompakan dengan pasangan. Al ummu madrasatul ula. Klo ibu itu sekolah pertama bagi anaknya maka peran ayah adalah sebagai kepala Sekolah nya
Semoga Ilmu yang sedikit ini bisa bermanfaat untuk ummah dan calon2 ummah semuanya...🥰🥰🥰

--------------------------------------------------


Kamis, 24 Juni 2021

Jurnal 1: Identifikasi Masalah


 
"Everyone a Changemaker" Movement

Ibu Pembaharu: Everymother a Changemaker yaitu seorang ibu yang konsisten melakukan

  1. Cognitive Emphaty
    Mengembangkan empati kognitif yang mendalam untuk secara aktif  mendengarkan dan memperhatikan masalah sosial, betapapun kecilnya masalah tersebut. 
  2. Teamwork
    Melengkapi dirinya, timnya, dan komunitasnya untuk berkolaborasi dalam mengerjakan solusi yang berarti.
  3. New Leadership
    Mengembangkan ketahanan dan kepemimpinan dalam upaya memecahkan masalah sosial sejak usia muda.
  4. Creative Problem Solving
    Menerapkan pemikiran kritis untuk menghasilkan solusi inovatsi guna mengatasi masalah yang kompleks.

INDIKATOR SUKSES 

  1. Komunal
    Sukses dengan minimal 7 dari 8 tantangan
    Tuntas dengan minamal 7 dari 8 review yang ada
    Mampu mengubah empati menjadi minimal 1 aksi untuk 1 solusi
    Ikut berpartisipasi aktif minimal 2 dari 3 event besar di kampus Ibu Pembaharu
    Mampu membuat 1 portofolio aksinya dalam bentuk website/pdf/karya digital lain.
  2. Personal
    Olahraga ringan yang mendukung kesehatan reproduksi minimal 3 kali dalam seminggu
    Mampu menulis 1 artikel perjalanan setiap pekan

PROBLEM STATMEN
(keyword)

  1. Apa saja masalah kita?
    Tuliskan saja semua masalah yang ada, kemudian nanti klasifikasikan menjadi masalah pribadi, masalah keluarga, atau masalah lingkungan. 

  2. Bagaimana kita tahu bahwa ini adalah masalah kita?
    Bener ga ini adalah masalah kita? Caranya adalah ketika semakin sering berinteraksi apakah berbinar saat menghadapinya atau justru sebaliknya, semakin sakit atau fisik menurun atau menyedot perhatian berulang, yang membuat resah, jika tidak segera di atasi akan membuat sakit atau berefek tidak baik. Tanyakan dalam diri berkali kali.

  3. Bagaimana kita tahu kapan kita telah memecahkan masalah ini?
    Contoh Bu Septi, tahu kapan saat masalah itu terpecahkan, saat dia bisa menjawab pertanyaan Apa Pekerjaanmu? Saya Ibu Rumah Tangga dengan sikap yang gagah dan berani

Setelah merenung, sebenarnya banyak masalah yang terjadi, namun selama ini kadang saya menganggapnya bukan masalah. Entah terlalu berfikiran positif atau saya yang kurang peka. Dimulai dari mudah tergiur dengan produk mainan edukatif, buku edukatif, senang beli buku namun untuk membacanya butuh waktu lama, senang belajar online tapi waktu yang kurang mendukung, bersumbu pendek saat terlalu banyak pekerjaan, keikhlasan, keterbukaan laporan keuangan lingkungan, dan sebagainya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Namun jika dihitung jumlahnya, ternyata masih banyak masalah yang ada pada diri sendiri (pribadi).  Untuk kali ini saya akan berfokus pada masalah kesehatan reproduksi.

ANALISA AKAR MASALAH

(keyword) Tuliskan semua masalah yang tampak. Kemudian analisa akar masalahnya?

Setelah menikah dan memiliki 2 anak, saya merasa kurang percaya diri saat 'beribadah' dengan pasangan sehingga yang muncul saya terkesan 'kurang' inisiatif untuk memulai. Kita ketahui bersama, bahwa 'ibadah' ini adalah salah satu penunjang dalam keharmonisan keluarga yang efeknya secara tidak langsung akan berpengaruh pada pola asuh anak. 

Akar masalahnya bisa jadi saya kurang ilmu pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi (bagaimana menjaganya, bagaimana cara merawatnya, ramuan/makanan yang baik, bagaimana olahraga yang mendukung supaya organ reproduksi saya tetap sehat), dan juga manajemen waktu untuk olahraga.

Jangan pernah menyerah karena masalah, teruslah melangkah, sehingga masalah tersebut akan kewalahan mengikuti jejak langkah solusi kita

(Septi Peni Wulandani)

Reward



#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia


Orientasi Kampus Bunda Salihah

 


Di Kelas Bunda Produktif, sudah belajar tentang 
Do What You Love

Di Kelas Bunda Salihah, akan belajar 
Love What You Do

Masya Allah Tabarakallahu, Semoga Allah memampukan saya untuk menuntaskan Game ini secara terhormat. Aamiin.

Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.
https://www.ibupembaharu.com/home

#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Kamis, 17 Juni 2021

Peran di Institut Ibu Profesional

 

Alhamdulillah, bisa berada di titik ini semua atas izin dariNya.

  1. Januari-Maret 2018
    Kelas Matrikulasi IIP Batch #5 Depok 4 sebagai Koordinator pekan 9

  2. Maret 2018
    Sekretaris Kopdar MIIP Batch#5 Depok

  3. Agustus 2018-Oktober 2019
    Kelas Bunda Sayang Batch #4 sebagai Korlan Level 4 Kelas Depok dan Korlan Level 12 Kelas Tangsel-Depok

  4. Oktober 2019- April 2020
    Tim Administrasi Akademik sebagai Koordinator Peer Group

  5. Desember 2019- Juli 2020
    Bunda Cekatan Batch #1 sebagai Manager Operasional HIMA IP Depok dan Tim AA

  6. September 2020- Maret 2021
    Bunda Produktif Batch #1 sebagai Manager Operasional HIMA IP Depok dan Tim AA

  7. April 2021- Juni 2021
    Tim Administrasi Akademik 
Sungguh di IIP itu banyak ilmu yang saya dapatkan sehingga saya mengalami perubahan mindset. Secara pribadi, dulu sempat berorientasi bahwa ibu yang baik adalah ibu yang bisa fokus di rumah mengurus keluarga. Sempat ada niat ingin resign, namun karena satu dan lain hal akhirnya tidak dilanjut. Sempat mengajukan pindah ke tempat kerja yang lebih dekat dengan rumah, namun Qadarullah, Allah memberikan saya kondisi real di tempat tersebut sehingga saya tidak lanjutkan prosesnya. Masya Allah Tabarakallahu, melalui IIP, saya menjadi SADAR bahwa sejatinya ibu yang baik adalah IBU YANG BAHAGIA, yang sadar akan perannya sebagai istri, ibu, anak, dan pribadi.  

Setiap ibu adalah pekerja, baik yang fokus di ranah domestik maupun ranah publik

Bergabung dengan IIP berawal dari lihat status teman (Siska Dewi) yang mengatakan bahwa kuota kelas Matrikulasi masih terbuka lebar, dengan sigap saya izin ke suami kemudian mendaftar kelas. Sebenernya sudah lama kepincut dengan IIP ini, namun saya selalu terlambat informasi atau bahkan kuotanya sudah penuh. Qadarullah, Allah mengizinkan saya untuk bergabung di kelas matrikulasi Batch 5 Depok 4. Pembelajarannya menggunakan Google Classroom (GC). Pada saat itu, sungguh asing bagi saya menggunakan media pembelajaran GC. Namun, dengan bergulirnya waktu, akhirnya terbiasa juga. Sungguh sayang jika dalam proses belajar tidak mengambil peran. Ketika kesempatan itu datang, saya mengambil peran menjadi korming 9 (Koordinator Mingguan)

Sempat maju mundur untuk mendaftarkan diri di kelas Bunda Sayang. Kenapa? Karena waktu yang di tempuh 12 bulan dengan tantangan tiap bulan yang berbeda. Setiap hari (maksimal 15-17 hari), kami ditantangan untuk menuliskan praktik baik yang telah dilakukan dalam keluarga sesuai dengan materi yang diberikan. Ditambah informasi bahwa yang lulus hingga akhir tidak sampai 50% (Bunsay Batch#2). Ah....semakin deg degan untuk melangkah. Bertanya pada diri sendiri, apakah sanggup melalui kelas itu? mengingat saya pun aktif di ranah publik. Bismillah, dengan dukungan suami dan tekad yang kuat, akhirnya saya masuk di kuliah bunda sayang Batch #4 Kelas Depok. Lagi-lagi, saya mengambil peran. Kala itu saya sebagai koordinator bulan 4 dan bulan 12. Ya,,, saya 2 kali menjadi korlan. Media pembelajaran masih menggunakan Google Clasroom.

Ditawari menjadi manop regional Depok oleh Kahima (Amalia Rahmah). Awalnya saya kira manop itu seperti korming ataupun korlan yang tugasnya hanya di kelas yang sedang berjalan saja, namun seiring berjalannya waktu baru ngeuh ternyata manop itu ngurusin data di regional yang lingkupnya lebih luas, wkwkwk. Jujurly, saat mengikuti kelas Bunda Cekatan,  saya merasa cukup berat, karena selain berkarya di IIP saya pun ditunjuk sebagai Koordinator Pokja Kemandirian. Masya Allah Tabarakallahu, Allah Yang Maha Memampukan dan tentunya adanya Support System sehingga bisa berjalan beriringan dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut. 

Pentingnya Support System untuk Pengembangan Diri

Menjadi salah satu anggota tim formula adalah kebanggaan bagi saya. Nimbrung di belakang layar kelas Bunda Produktif menjadi kesempatan bagi saya untuk belajar lebih tentang Google Drive. Pelajaran yang tak terlupakan adalah False Celebration. Masya Allah Tabarakallahu, Ibu Septi sebagai Founding Mother sungguh luar biasa, telah menciptakan ruang belajar bagi saya secara pribadi untuk berkarya. 

"Gemes" adalah salah satu kata yang ibu Septi sampaikan ketika saat saya memilih berhenti dari Tim AA saat High Energy Ending. 

Info dari Teh Chika (Teteh Rektor)

Oh iya.. mak lia.. tas itu spesial samaan dg seluruh pengurus IIP periode ini.
Dibikinnya sama Pengrajin binaan SC.
Tapi diberikannya bertahap..
Nah mak lia termasuk yg dapat paling awal. ☺️💞

Alhamdulillah, terima kasih Ibu Septi, Pak Dodik, Teh Tyas (Manager Tim AA), Teh Niken, Teh Fi, Teh Dyta, Teh Titik, Mak Ika, Teteh Rektor, Mak Far, Mak Ami dan seluruh kru yang terlibat dalam IIP yang tidak tidak bisa saya sebutkan satu per satu,  terima kasih atas kesempatan belajar yang telah diberikan. Semoga kita tetap menjalin silaturahim dengan baik. Mohon maaf lahir batin atas segala kekurangan saya. Semakin sukses untuk IIP.

Siap lanjut Bunda Solihah kah? 😎

Jumat, 14 Mei 2021

Sholat Berjamaah di Mesjid

 

👨 Kak, besok mau ikut sholat idul fitri di mesjid ga?
👧 Iya, ikut ikut
👦 Dede mau ikut juga
👨 Kalau Kakak dan Dede mau ikut sholat idul fitri di mesjid, besok bangun pagi ya.
👧 Iya ayah
👦 Iya

Hari yang ditunggu pun tiba, dan ternyata realita tak sesuai ekspektasi.
Hari sebelumnya mereka...
14.00-16.00 tidur siang
16.00-16.30 leyeh leyeh di kasur dan ga mau mandi dan ga mau makan sore, maunya jalan jalan
16.30-17.30 jalan jalan lihat gunung (padahal sudah beberapa hari selalu tertutup awan)
17.30-18.15 nyampe rumah dan mereka kelaparan, wkwkwk. Alhamdulillah banyak makanan yang masuk
18.15-18.30 sholat magrib
18.30-20.30 main di luar bersama teman teman (dede omar, abang adlan, kakak adni) mereka bermain kembang api, sepeda, bola, kejar kejaran, dan lain sebagainya
20.30-20.45 mandi dengan air seger (bukan air hangat) maklum mereka gerah banget sehingga nyaman mandi dengan air seger
20.45-23.30 main di kamar
20.30 pergi ke pulau mimpi
Salah satu efek mereka ikut sahur

Nah...anak anak baru bangun jam 09.00 dong...dan saat buka pintu kamar, Kakak Zahra langsung bilang, Kok Ayah ga bangunin Kakak c? Kami sejenak terkagum dengan daya ingatnya tentang sounding yang kami lakukan semalam 

👨Kan Kakak tadi masih tidur

Dia dan adiknya pun pindah leyeh leyeh ke pangkuan ibunya yang sedang duduk di lantai dapur. Aktivitas siang hingga sore pun dilakukan seperti biasanya. Hingga suatu ketika saat perjalanan jalan jalan sore di motor, Kakak Zahra bahas solat lagi

👧 Kok Kakak ga ke mesjid?
👨 Emang Kakak mau ke mesjid?
👧 Iya
👨 Ya udah, insya Allah magrib kita ke mesjid sama sama ya

Menangkap momen. Inilah yang kami lakukan. Mumpu anaknya mau diajak ke mesjid. Meskipun persiapannya agak rempong. Ajak adeknya pipis dulu, cuci tangan dan kaki, pake jaket, pake masker, nyiapin perlengkapan sholat, dll. Kalau udah iqomat grasak grusuk jadinya, takut ketinggalan jamaah.

Terakhir kali saya sholat di mesjid Nurul Huda yaitu saat bulan ramadhan tahun 2017, kala itu Kakak Zahra masih dalam kandungan. Inilah kali pertamanya kami ke mesjid sholat berjamaah dengan formasi LENGKAP.  Masya Allah Tabarakallahu, Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah Allah berikan.

Kuatkan dan mampukan kami ya Allah.
Engkau adalah sebaik baik tempat kami meminta.
Engkau adalah sebaik baik tempat kami berlindung.
Lingdungilah kami ya Allah kabulkanlah permohonan kami. Aamiin.

#JurnalDuoAFM
#FitrahIman
#AFM1_3y9m
#AFM2_2y4m

Selasa, 13 April 2021

Cita-Citaku

Masya Allah Tabarakallahu,,, dahsyatnya efek sebuah buku yang dibacakan pada anak. Alhamdulillah, kami sudah membiasakan read aloud  sebelum duo AFM tidur. Semoga Allah mengabulkan segala cita-citamu ya sayang. Ayah dan Ibu akan selalu mendukung Kakak Zahra dan Dede Fayy. We Love You.

#JurnalDuoAFM
#AFM1,3y8m
#AFM2,2y3m

Motor part 2

 

Sudah beberapa minggu ini Kakak Zahra  meminta kembali kursi kebesarannya di motor. Ya, dia meminta kembali untuk duduk di depan. Bagaimana dengan Dede? Alhamdulillah, mau duduk di belakang Ayah bersama Ibu. Masya Allah, sejak kecil Dede Fayy sudah terlihat sifat "nerimo" (mau mengalah) 😂.

Jika dulu Kakak Zahra tidak mau pulang saat di jemput Ayah Ibu sore hari (maunya diantar pulang sama Mamah Idho malam hari), alhamdulillah kali ini sudah mau ikut pulang bareng dan jalan-jalan sore. Kamu tahu sayang, Ibu dan Ayah sangat senang sekali bisa jalan sore bersamamu. 

👧 Ayah, ga ke ase? 
👨 Ase? Apaan kak? Awalnya ibu dan Ayah tidak paham maksud pertanyaan Kakak Zahra
👧Iya, itu ase (sambil menunjuk Alfamart/Indomart). Itulah gaya kakak zahra mengekspresikan keinginannya dengan cara bertanya
👨 Oh...itu alfamart/indomart, bukan ase.
👧 Berusaha menirukan bunyi kata  alfamart/indomart namun lidahnya mengalami kesulitan sehingga balik lagi menggunakan istilah ase 😅

Ya...tanpa disengaja, kami menemukan trik supaya Kakak Zahra mau pulang sore. Sebagai bentuk apresiasi, kami pun berhenti di salah satu alfamidi. Kakak Zahra dan Dede Fayy pun antusias masuk ke alfamidi dan mencari tempat es kiko. 

Masya Allah tabarakallahu, semoga Allah mengmpulkan kelak kita di jannahNya. Aamiin.

#JurnalAFM1
#3y8m

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...