Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Selasa, 16 Juni 2020

Cerita AFM 1 Menuju Usia 3 Tahun


Dooyyaaann....banget sama rambutan, kalau ga di rem, sekali nyemil bisa habis 1 renteng bahkan lebih.
👩: kak, makan rambutannya udah ya
👧: enggak, mau lagi, Yang gede gede aza bu,,,
Jadi ibu harus bisa ilmu ngupas daging rambutan tanpa putus,,,
👩: Kak, rambutannya susah diambil,,, jadi kecil kecil (kan ada tipe rambutan yang kulit bijinya susah ngelupas ya, tapi Kakak Zahra ga mau tahu)
👧: ga mau,,, mau yang gede gede aza bu,,, (jika hasil kupasan ibu kecil, Kakak Zahra merengek dan menangis)
Saat Kakak Zahra lengah, trik yang ibu lakukan yaitu pergi ke dapur sambil bawa sisa rambutan 


Lagi seneng-senengnya sama bis tayo hijau pemberian dari Mamah Idho. Baru juga bangun tidur dengan kondisi mata masih kreyep-kreyep, yang pertama ditanyaain, "Bu, Bis tayo hijaunya mana?", ya elah Kak, Kak....



paling seneng liat kereta api....
naik kereta api...
main keluar rumah bawa-bawa mainan ini








Rumah kedua
Ayah dan Ibu baru saja sampai dirumah setelah beraktifitas menjemput rezeki, ibu melepas helm di ruang depan, ayah menyimpan tas di kamar belakang, dan kakak zahra langsung berkata
👧: Bu, boyeh ya?

👩: Boleh apa sayang?
👧: main mamah idho
👩: oh...Kakak Zahra mau main ke mas idho? 

👧: iya, Kakak mau main mas idho
👩: ya udah, izin ke ayah, boleh apa engga

Kakak Zahra pun segera berlari menemui ayah untuk meminta izin
Pernah suatu ketika ibu menahan Kakak untuk tidak pergi bermain ke rumah mama idho, alhasil Kakak Zahra nangis kencang, rewel, ibu selalu seba salah memperlakukan Kakak, berdampak ke tidurnya yang jadi agak susah.
Namun ketika kami izinkan Kakak bermain ke rumah mamah idho, walaupun hanya SEBENTAR, namun Kakak Zahra tampak bahagia, mudah diarahkan, mau bermain dengan Dede Fayy, dan tidurnya lebih mudah.



Jujur saja, kami masih sangat sulit untuk langsung menyisir rambut Kakak setelah mandi. Pasti harus ada "SESUATU" yang dijanjikan, entah itu main di luar, entah itu naik motor, entah itu ke mamah affan, entah itu lihat kura-kura, dan sebagainya.






Sebelum tidur, ibu selalu mengajak Kakak untuk berdoa dan membaca buku, ketika ditanya mau baca buku apa, Kakak langsung jawab, "mau obat". Entah kenapa, dari sekian banyak buku halo balita yang ada, Kakak senang sekali dengan buku ini. Mungkin saat pertama ibu membacakan, ekspresi ibu lucu kali ya Kak, jadi terkesan dan meminta untuk dibacakan lagi, lagi, dan lagi.




👧: "Bu, buku biu mana?"?
👩: " Buku biru yang mana kak?" (sambil mikir)
👧: "itu buku biu, yang ada disasauyusnya"
👩: "bagaimana kalau kita cari bareng-bareng?"
👧: "itu ada buku biu nya" (nampak bahagia)
👩: "oh.....maksudnya buku ini toh"
Alhamdulillah, Kakak Zahra sudah dalam tahap suka dengan buku ini, melihat-lihat gambar yang ada dan sesekali ibu menunjuk salah satu huruf hijaiyah yang ada kemudian Kakak Zahra mengulangi bunyi huruf tersebut.
Petak Umpet
Malam hari, Kakak paling senang mengajak bermain petak umpet.
👧: "Bu, ada dede, ayo kita sembunyi" (dengan nada setengah teriak dan menarik tangan ibu)
👩: " ayo...ayo..", (ibu berusaha untuk tampak antusias bermain bersama kakak meskipun badan terasa lelah setelah siang beraktivitas di kantor)
Biasanya Kakak bersembunyi di belakang pintu kamar belakang, belakang pintu kamar depan, kolong meja makan, kamar mandi, dibalik kasur yang posisinya nyender ke tembok, dan dibalik gorden.  Hal unik dari Kakak yaitu, mukanya sembunyi, tapi badannya nongol dan suaranya berisik, hahahha 


Kali pertamanya Kakak Zahra ingin ikut Ibu dan Ayah ke kantor. Ini antara senang dan juga sedih. Senang karena Kakak Zahra akhirnya ngintil ibu dan ibu merasa semakin dekat dengan Kakak, sedihnya karena ibu jadi terlambat berangkat ke kantor, hihihihi

Energinya 100% disaat energi kami sudah menipis, namun kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Kakak Zahra.

Saat ini sedang asyik bercerita sendiri dengan berbagai mainan yang ada.

Alhamdulillah perkembangannya masih sesuai on the track

#jurnalAFM1
#3y

Jurnal Kupu-Kupu Minggu Ke-4: Check In

Saatnya Check IN untuk mengevaluasi di pertengahan jalan, meyakinkan diri, keteguhan, kejelasan, dan menyamakan persepsi sebagai mentor/mentee di program mentorship.

Setelah mendengarkan dongeng Bu Septi, saya langsung curcol sama teh Witri yang intinya adanya keinginan untuk "belok arah" dan juga "jeda", lalu beliau merespon curhatan saya dengan sebuah surat.
Ya Allah......so sweet banget kan.....pake surat cinta yang ditulis pribadi hanya untuk saya,,,,,,

Eksplorasi
Maksud dan tujuan saya masih sama seperti dulu, yaitu belajar mendongeng.

Kenyamanan
Alhamdulillah, dipertemukan dengan teh Witri sebagai mentor membuat saya merasa bahagia menemukan keluarga baru. Ternyata kami satu almamater loh,,,,, satu fakultas namun beda jurusan. Belum pernah bertemu langsung namun merasa sudah sangat dekat. Saya sangat nyaman dengan teh Witri hingga berani mengakui kesalahan (hal-hal yang sudah ditargetkan namun belum di eksekusi), hehehe

Prioritas
Selama ini kami berkomunikasi lebih sering menggunakan pesan FB meskipun jam online kami tidak pernah sama. Kirim pesan kapan...di balas kapan...hihihi...tapi masih bisa lanjut dengan baik. Kami saling memahami kesibukan. Saya hanya berperan sebagai mentee masih fokus dengan program ini. 

Tindak Lanjut
Poin aktivitas sudah saya susun, dari ke-4 hal, yang sudah terlaksana baru 1 yaitu mengikuti akun-akun sosmed yang menyediakan jasa belajar bahasa isyarat. Tiga hal lagi  belum di ekseskusi karena ini murni "kelalaian" saya pribadi dan juga salah satu efek adanya covid-19. Saya membutuhkan Teh Witri untuk mengingatkan saya setiap hari tentang target-target yang sudah di catat karena saya termasuk orang yang perlu diingatkan setiap hari, hihihi. 

cari motivasi yang kuat meskipun skill belum mumpuni 
karena kalo niat kuat akan selalu ada jalannya

aaahhhh.......ini dia persoalannya ternyata,,,,, saya perlu memperkuat MOTIVASI

#jurnalke4
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Minggu, 14 Juni 2020

Cukur Rambut dan Memberi Makan Ayam

Ini adalah kali ke-4 rambutku dicukur sekaligus kali ke-2 dicukur oleh Pak De. Pertama dicukur saat aqiqah. Kedua dibotakin sama nenek selang beberapa hari setelah aqiqah. Ketiga dan keempat dicukur oleh pak de.

Pak De ini adalah ayah mas idho.

Hari minggu pagi kami olah raga menuju warung mamah ara. Niatnya memang belanja tahu pong doang c, tapi ternyata sayurannya belum datang dari pasar.

Kebetulan kami bertemu dengan mamah idho yang juga mau belanja kangkung ke mamah ara. Dua tiga pulau terlampaui, sembari nunggu sayuran datang, kami pun main di mamah idho sambil mencukur rambut dede fayy.

Sedangkan Kakak asyik memberi makan ayam milik mamah idho yang menurut pengakuannya ini adalah ayam Kakak, hahahah

Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kami.

#jurnalduoAFM
#AFM1,2y10m
#AFM2,1y5m

Jumat, 12 Juni 2020

Disfungsi Sensorik

Supaya ilmunya tidak hilang begitu saja, saya coba menulis ulang materi yang saya pahami ketika belajar autis bersama pakar autis, Dr. Joko Yuwono, M.Pd. (jokoyuwonoautis.com) melalui zoom meeting yang terjadi pada Hari Jumat, tanggal 12 Juni 2020 pukul 10.00 s.d. 11.45 WIB. Beliau adalah salah satu dosen di Universitas Sebelas Maret, Departemen Pendidikan Khusus.

SPD (Sensory Processing Disorder) atau Gangguan Pemrosesan Sensori, sebelumnya dikenal dengan Disfungsi Integrasi Sensorik adalah suatu kondisi yang disebabkan ketika sinyal sensorik diterima tetapi tidak ditafsirkan secara normal oleh system saraf.

Bahasan kali ini akan di fokuskan pada vestibular, taktil, dan proprioseptif yang dianggap sebagai chanel pertama untuk perkembangan manusia.

👨 Mentor (Pak Joko)
😊 Mentee (Mba Anggi/Mas Arif/Lia/Mba Rani/Pak Tonny)

Vestibular (adanya di telinga dalam)

Vestibular adalah sistem yang mencakup bagian telinga dalam dan otak yang mengolah informasi sensorik terkait pengendalian keseimbangan tubuh dan pergerakan mata. Keseimbangan ini terkait gerak dan gravitasi. Ada 3 jenis gerak yaitu:

  1. maju-mundur/kanan-kiri
  2.  atas-bawah
  3. berputar
👨 sebutkan contoh kegiatan yang melibatkan vestibular/keseimbangan?
😊 manjat pohon, berdiri 1 kaki, ayunan

Problem anak autis bisa hipersensitif atau hiposensitif
  1. hipersensitif/over responsif
    manivestasi hipersensitif terhadap vestibular yaitu anak tenang, cemas, gelisah. Contoh aktivitas: takut serodotan, takut ayunan. Wujud perilaku: takut, nangis, menghindar, berlari, gemetar, turun dari ayunan, memegang tali ayunan dengan kencang.
  2. hipo sensitif/ under responsif
    manivestasi hiposensitif terhadap vestibular yaitu anak tidak bisa mengidentifikasi sensor tersebut, misalnya anak usia 6 tahun main ayunan sangat kencang, dan tidak mau turun atau contoh aktivitas yang mudah diingat yaitu Mr. Bean yang tertidur saat naik roller coaster., dia sama sekali tidak merasakan ketakutan, tegang, dan sebagainya, malah lempeng aza.
Pada orang dewasa bisa saja terjadi hipersensitif vestibular tetapi hal ini bukan karena disfungsi vestibular tapi karena pengalaman sebelumnya (trauma).

Taktil (reseptornya di kulit seluruh tubuh)
Taktil adalah berkaitan dengan sentuhan atau rabaan. Fungsi taktil yaitu untuk mendeteksi/merasakan sesuatu. Contoh aktivitas: salaman, potong rambut, keramas, pakai baju, main air (disemprot air), jalan tanpa alas kaki, mandi, cuci tangan, dll


Problem anak autis bisa hipersensitif atau hiposensitif
  1. hipersensitif/over responsif
    manivestasi hipersensitif terhadap taktil contohnya anak autis yang lari tidak mau salaman dengan suster tua karena kulitnya keriput.
  2. hipo sensitif/ under responsif
    manivestasi hiposensitif terhadap taktil contohnya anak main air di kolam selama 1 jam, dia tidak mau naik dari kolam renang. 
Proprioseptif (reseptornya di otot, sendi, dan tendon)

Merupakan indera internal yang bertugas untuk memberikan pesan mengenai posisi tubuh dan gerakan yang dilakukan oleh seseorang (Proske & Gandevia, 2012). Contoh aktivitas: gerakan yang melibatkan otot dan sendi yaitu merangkak, berlari, menari, lempar tangkap bola



Problem anak autis bisa hipersensitif atau hiposensitif
  1. hipersensitif/over responsif
    manivestasi hipersensitif terhadap proprioseptif contohnya diam, diajak lempar tangkap bola saat bola datang dia menghindar
  2. hipo sensitif/ under responsif
    manivestasi hiposensitif terhadap proprioseptif contohnya berlari tanpa henti selama 3 jam, lempar tangkap bola dengan tenaga yang super, memukul terlalu kuat.
Contoh sensori integrasi terbaik yaitu supir angkot, dia mampu menyetir, menggunakan kompling kaki, tangan kanan memindahkan gigi, tangan kiri menelepon seseorang menggunakan, melihat jalan di depan yang tampak mobil. Dia mampu merespon semua rangsangan  dalam waktu bersamaan.

Referensi:

#kuliahonline
#belajarautis
#mengikatilmu
#part8

Selasa, 09 Juni 2020

Jurnal Kupu-Kupu Minggu Ke-3: Miliki Rencanamu

  1. Susun skala prioritas – Buka kembali mindmap dan urutkan prioritas. Apakah prioritas utama pada apa yang dipelajari saat ini atau tidak. Bidang mentorship apakah sama dengan prioritas utama?
  2. Susun tujuanmu – Ambil 1 bidang saja yang memiliki prioritas utama. First thing first, turunkan menjadi goals. Apa high energy ending anda? Lihat bagaimana perjalanan Anda! Di tengah perjalanan silakan evaluasi kembali tujuan Anda.
  3. Rincikan langkahmu – Tulis step by step dan deadline rencana Anda. Terima konsekwensi yang Anda buat dalam setiap langkah Anda..
  4. Diskusikan dengan mentor rencana Anda ini..
Resume materi ini saya peroleh dari mak Rahmi Elsa Diana dari IP Tangerang Kota.

Skala Prioritas
Mindmap Awal 
Saya baru terbuka fikirannya (setelah semedi) untuk mencapai proyek Story With Hand Talks ternyata ada ilmu lain yang diperlukan yaitu: 
  1. Belajar isyarat, apakah mau fokus BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia), atau SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), atau keduanya? termasuk didalamnya belajar bagaimana berekspresi.
  2. Manajemen waktu, karena dalam pelaksanaannya di lapangan diperlukan ketepatan waktu
  3. Manajemen emosi, saat 'manggung' bisa saja saya sedang berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan namun dituntut untuk tampil OK, maka saya perlu ilmu ini
  4. Editing video, karena yang terbayang oleh saya saat ini, story with hand talks itu dilakukan dalam jaringan (daring) tidak offline.
Saat ini bidang mentorship saya adalah MENDONGENG.

Tujuan
Dalam 1-2 bulan ke depan, saya ingin cekatan dalam hal berisyarat (BISINDO/SIBI) termasuk keterampilan pengiringnya yaitu ekspresi
Dalam 1-2 tahun ke depan, saya ingin cekatan dalam hal mendongeng isyarat dari beberapa buku cerita
Dalam 3 tahun ke depan, saya ingin menjadi pendongeng isyarat yang profesional

Langkah dan Deadline
Dalam 2 bulan kedepan, langkah-langkah yang akan saya lakukan yaitu:
  1. Mengikuti akun-akun sosmed (IG, Youtube, Tiktok) yang menyediakan jasa belajar isyarat secara gratis
  2. Belajar isyarat setiap hari minimal 15 menit
  3. Mempraktekkan isyarat tersebut di depan cermin
  4. Mengobrol dengan teman tuli di kantor/cafe sunyi/kopi tuli
#jurnalke3
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

WFH-WFO

Work From Home (WFH)
Adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan semua pegawai harus bekerja dari rumah, membuat diri ini merasa bahagia dan juga sedih. Bahagia karena bisa selalu bersama keluarga di rumah dan tetap mendapatkan gaji, uang makan, serta tunjangan 100%. Sedihnya karena covid-19 ini masih senang berada di Indonesia dan menyebabkan berbagai persoalan kesehatan dan juga perekonomian. Bukan hanya itu, kesehatan psikis pun sedikit terganggu. Mau apa-apa, jadinya takut inilah takut itulah, tapi yang jelas selama Ayah dirumah, badannya semakin melar karena cuma makan, belajar, dan tidur, wkwkwkwk. Kalau kata temen-temen, justru ibu semakin kurus, kenapa? karena  yang ibu rasakan dengan WFH ini ternyata tantangannya justru semakin besar. 

Saat sedang fokus mengerjakan tugas kantor, tiba-tiba Kakak Zahra ngajak main dan maunya sama ibu aza. Akhirnya ibu menuruti kemauan Kakak, bermain. Terus kerjaannya diselesaikan kapan? ya nanti malam, saat anak-anak tidur. Jika malam hari justru tantangannya dari Dede Fayy yang sedikit-sedikit minta nen 😅 Paginya sudah harus bangun untuk menyiapkan sarapan. Mungkin ini kali ya yang bikin ibu makin kurus, wkwkwk. Eh..tapi..eh .....tapi, Ayah juga suka terlibat dalam urusan domestik loh,,,, mencuci piring, memasak, menjemur pakaian, mengajak bermain Kakak dan Dede. Pokoknya Ayah itu COOL DAD. Terima kasih Ayah atas kerja samanya selama ini.

Inilah tempat favorit kami untuk belajar dan bekerja selama masa pandemi Covid-19. Beralaskan karpet hijau, lesehan, dengan jendela kamar terbuka dan lampu menyala. Ya Allah, sungguh nikmat sekali bekerja seperti ini. Bisa menggunakan pakaian senyamannya (a.k.a dasteran) 😀 , tidak mengalami kemacetan dijalan, kehujanan, kepanasan, dan tetap ada output kerjaan. Mau dong WFH terus...........

Info Tambahan

  • Posisi leptop ini sengaja tidak sejajar supaya Ayah Ibu bisa saling memandang saat bekerja,, eeeeaaaa.....
  • WFH dimulai sejak 16 Maret 2020


Work From Office (WFO)
Tanggal 11 Juni 2020 adalah hari pertama kali ibu berangkat ke kantor lagi setelah hampir 3 bulan hanya di rumah. Sejujurnya ibu mulai menikmati ritme WFH namun selaku ASN yang baik, ibu harus melaksanakan perintah pimpinan. Deg...degan...c sebenarnya, rasa khawatir tertular pun ada, namun.... ibu berupaya pasrah kepada Allah, pemilik segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi beserta isinya. Ibu berikhtiar menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan sesampainya ke rumah langsung mandi.

Suasana di kantor sepi, tak serame biasanya karena yang diizinkan masuk hanya 50% pegawai. Pelaksanaan rapat pun duduknya harus berjarak. Tebak, ibu duduk di sebelah mana ya? hehehe

Karena parno berhadapan dengan keramaian, akhirnya ibu memutuskan untuk membawa bekal makan siang. Alhamdulillah, jadi hemat pengeluaran juga kan ya, wkwkwk


Senin, 08 Juni 2020

Jus Jambu dan Es Krim

Kali ini kita akan bercerita tentang camilan Kakak Zahra dan juga Dede Fayy. Alhamdulillah, mereka suka sekali dengan buah-buahan, termasuk jambu merah. Mereka dddoooyyyaannnnn beud. 
Sekarang Ayah kalau belanja jambu merah sudah dipastikan minimal membeli 2 kg. Dulu sempat 1kg namun ternyata cepat sekali ludes. Bagaimana tidak, Kakak Zahra sekali waktu bisa minum jus jambu 2 gelas, Dede Fayy pun bisa habis 1 gelas. Dede Fayy lebih suka jus jambu yang tidak terlalu dingin. Jika baru dikeluarkan dari kulkas, biasanya diminum cuman dikit, tapi jika dibiarkan beberapa saat di suhu ruangan, 1 gelas pun bisa habis tak bersisa loh.


Kakak Zahra senang membatu Ayah menyelesaikan  proses pembuatan jus jambu ini hingga akhir. Oia, dulu Kakak takut banget loh sama suara blender, sekarang Kakak sudah berani mendampingi Ayah ngeblender jambu.






Paling cepat botol-botol ini bertahan di kulkas hanya 3 hari. Bisa jadi 2 hari jika ibu dan Ayah ikut serta meminumnya, wkwkwk.


Ini adalah kondisi menjelang mau tidur malam. Saat bermain di kamar, tiba-tiba Kakak Zahra berlari ke dapur, membuka kulkas, kemudian memilih botol yang diinginkan.
👧 Bu, Kakak mau jus jambu
👩 Kan udah malam, besok lagi ya
👧 Kakak mau jus jambu
👦 eh....eh...eh... celoteh Dede Fayy sambil menunjuk botol yang berisi jus jambu
👩 Dede mau juga?
👦 eh...eh..eh..., suara khas yang dikeluarkan anak usia 1 tahun 5 bulan
👩 baiklah, ibu tuang di gelas ya, Kakak mau pake sendok atau sedotan?
👧 Kakak pake sendok aza, Dede pake sedotan
👩 oke deh....

Dan saat mau tidur pun Kakak Zahra tetap ingin dibuatkan susu padahal udah habis 1 gelas jus jambu, wkwkwk....itu perut sampe buncit. 

Nah, bentuk lain dari olahan jambu merah ini yaitu es krim. Ayah membuat berbagai menu es krim
  1. es krim buah apel+stroberi
  2. es krim jambu merah
  3. es krim wortel+apel+stroberi
  4. es krim susu kurma
  5. es krim naga merah
  6. es krim jeruk
  7. es krim puding (biasanya ibu yang buat)
  8. es krim yakult (ini beli yakult di mamah afan terus simpan di frezzer)
Dari sekian banyak varian rasa, hingga saat ini Kakak Zahra paling suka dengan es krim jambu merah, es krim puding, dan es krim yakult. Varian rasa yang lainnya dimakan tapi biasanya ga sampai habis, sisanya ibu yang suruh habiskan, hahaha...Bagaimana dengan Dede Fayy? jangan ditanya dia mah, udah pasti selalu habis, wkwkwk

Es krim ini bisa jadi senjata ampuh bagi Kakak Zahra jika sedang sulit untuk dikondisikan, misal tetiba ga mau mandi, ga mau makan, pengen ikut ke rumah mamah idho tapi kondisinya mau magrib, ga mau pulang, dan lain sebagainya.

👧 Bu, Kakak mau es krim (tapi kondisinya baru bangun tidur, perut kosong, dan yang jelas belum mandi)
👩 Oh,,, Kakak mau es krim?
👧 Iya bu
👩 Boleh, Kakak mandi dulu ya
👧 oke

Susunan kata seperti itu terinpirasi dari postingan IG @anakjugamanusia


Dede Fayy yang sedang dalam tahap ingin melakukan segala sesuatu sendiri. Gelas pun ingin di pegang sendiri.

Masya Allah Tabarakallahu, sehat selalu ya sayang..
We Love You....

Kakak Hebat
Dede Kuat

#JurnalDuoAfM
#AFM1,2y10m
#AFM2,1y5m


Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...