Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Minggu, 10 Mei 2020

Self Stimulation pada anak Autism

Supaya ilmunya tidak hilang begitu saja, saya coba menulis ulang materi dan proses tanya jawab yang terjadi pada Hari Jumat, tanggal 8 Mei 2020 pukul 10.00 s.d. 11.34 bersama pakar autis, Dr. Joko Yuwono, M.Pd. (jokoyuwonoautis.com) Beliau adalah salah satu dosen di Universitas Sebelas Maret, Departemen Pendidikan Khusus.

Tulisan asli langsung copas dari WAG, mohon maaf jika banyak yang typo


Saya hari ini akan menyampaikan tentang  Self Stimulation pada anak Autism. kita singkat: SS. SS itu salah satu karakteristik dari autism. ygbtermasuk di dalamnya adalah perilaku mengulang (repetitive behavior) atau juga bisa suara. kita biasa mengatakan "Stimming" ketika anak munculnoerilaku trsbt. contoh stimming seperti; 
  1. badanya diputer2 terus dan terus
  2. lompat2 berulang2
  3. mengepak ngepakkan kedua tanganya, dan terus dan terus
  4. menggerak2kan jari, seperti mau membuat jari2/telapak tanga "ngipat2ke( jawa)
  5. mengeluarkan suara2 terus menerus tdk bermakna
  6. bisa juga anak menggerak2kan secara berilang2 dng media bendaaa
  7. dan masih banyak lagi
nah, seringkali pemahaman ini banyak orang tua atau guru mengecap bahwa anak yg menunjukkan perilaku ini adalah autis. memang stimming itu banyak melibatkan indera.mudah dipahami bukan?

πŸ‘¨ Mentor (Pak Joko)
😊 Mentee (Mba Anggi/Mas Arif/Lia/Mba Rani/Pak Tonny)

😊 memang stimming itu banyak melibatkan indera. maksudnya ini gmn ya pak? kan td dibilang anaknya suka melakukan gerakan/suara berulang. maksudnya banyak melibatkan indra?
πŸ‘¨ sy ralat. Kata suka. ini lebih karenabkerja syaraf otak. maksudnya adalah melibatkan visual, pendengaran, sentuhan, bisa juga bau, bisa juga vestibular sistem. vestibular sistem itu sistem keseimbangan pada tubuh manusia. 
visaual
  1. sebagai contoh mengedip2kan mata berulang2, 
  2. anak juga ada yg seringkali menatapnlampu. 
  3. melihatin jarijya sendiri sambil digerak2kan
Pendengaran: 
juga ada yg seringkali  nyemggol2 telingi, menyentil daun telinganya sedniri

rasa; 
menempelkan tubuh atau nggota tubuh ke tubuh orang ,nempelin benda k mulut,  njilat2 benda

pada bagian ini agak rumit memang. belm vestibularnya: goyang2 tubuh, kepala....kalau anak tunanetra ada blindism. kalau tdk banyak refernsi pada pengalaman memang butuh revernsi visual. cukup?

😊 nah, seringkali pemahaman ini banyak orang tua atau guru mengecap bahwa anak yg menunjukkan perilaku ini adalah autis. ini kan seperti prinsip awal ya pak, kalau ada tanda ini blm tentu autis. bs di identifikasi autis kalauuu 3 aspek lainnya turut serta kan ya
πŸ‘¨ bagus. berarti masih ingat. sy akan detailkan

sy punya pengalaman unik thn2 2000an. saya dipanggil ke rumah, di JKT selatan. Anaknya 3 tahunan. kelihatanya keluarga orang kaya. anak itu di gendong terus. terawasi ketat. saya melakukan asesemen. orang tuanya konsuktasi. naah, uniknya, sy bilang coba anak diturunkan bu, anaknya menjilat dan atu gigit benda. kebayang tdk, waktu diturunkan dan selanjutnya setiap tdk digendhong atau terawasi dengan ketat: ANAK LARI AMBIL SENDAL DAN DIGIGIT2 SJ. SETIAP SAAT ADA KESEMPATAN. saya sediiih....(sekaligus tertawa, tertawa sedih) kok ya Tuhan ni menciptakan manusia unik2 banget. kebayang tdk hati dan perasaan sbgai orang tua?

anggi akan tambah galau kalau tahu bahwa stimming atau SS ini hasil riset2nya adalah terjadi karena disfungsi sistem di otak

😊 jd anak reflek dan bukan krn kehendak melakukan itu ya. ya memang bgitu. kalau bgitu apa yg bs di lakukan? *sbg org tua hrs gmn?
πŸ‘¨ nggak sabaran kamu ni

ada beberpa riset dan kajian bahwa ada beberpa yg menyebabkan munculnya perialku ini (belajar ini dulu baru penanganan). anak2 dengan SS membutuhkan rangsangan dari luar. karena disfungsi maka menbutuhkan rangsangan. tetapi tdk mudah bagi anak autis untuk meresponyaada sebutan hiposensitif; kurang sensitif lah. maka anak ini terlibat terkait bagaimana mengembangkan perilaku/membangkitakn sistem syaraf. kesulitan inilah sehingga muncul perilaku ini dengan tujuan tuk menenangkan diri. kebayabgkan? masak mau menenangkan diri sj anak autis melakukan stimming. anak2 pada umumnya tdk begitu.  kebayang susahnya punya anak autism?


😊 Kalau sudah tenang berarti anak berhenti stimmingnya? Jd ada jangka wsktunya. Stimming dlm bbrp menit atau jam  dan dia akan kalem lg gt kah?
πŸ‘¨ sesaat. Artinya ketika sdh tenang. Tatepi akan terus muncul karena disfungsi untuk merespon rangsangan yg ada. tdk ada ukuran waktu. repetitive. jadi bisa juga overload terhadap sensor. ini juga menjadi muncul stimming karena dengan stimulan yg banyak membuat dia Stimming.

😊 repetitiv.  Tanpa penyebab dr luar? Terjadi otomatis atau krn sesuatu hal? Kayak misalkan "kebutuhannya tdk terpenuhi" Oh ok. Jd muncul krn ada stimulan ya
πŸ‘¨ kebayang tdk ketika seseorang bingung merespon atas stimulus yg ada?  "galau" dan berdampak pada munculnya stimming. kalau kita tahu bagaimana cara mengatasinya

😊 kalau stimulannya dikit, berarti ga stiming ya?
πŸ‘¨ Stimulus dinlingkungan kita itu selalau banyak mbak Lia. Saat ini saja mbak Lia dapat stimulus apa sja; anak nangis, bau masakan, cahaya, nyamuk gigit, tulisan pak joko, tetangga manggil, suara motor, lampu remang2, ada suara nggorengan dll. tooo? mbak lia mudah mengabaikan karena sistem syaraf mbak Lia, anggi, rani, arif, bro toni tdk masalah. anak autis tdk demikian, utamanya anak yg punya Stimming Caracteritic. anak2 umum, akan belajar otomatis dari linkunganya. Maka Anak Autism tdk bisa belajar dengan baik karena sistem syarafnya bermasalah

😊 SS terjadi karena stimulus yang seragam atau gak tentu pak? misal anak pada awalnya sepeti itu krn suara bising, besok bisa jadi karena udara panas? atau seragam biasanya suara ya krn suara saja biasanya..
πŸ‘¨ bisa tdk bisa ya. Intinya stimulus itu tdk terespon dng baik. maka salah merespaon dan menenangkan diri dengan cara stimming

😊kalau masalahnya karena disfungsi otak, dengan sekolah apakah bisa memperbaiki?
πŸ‘¨itu pertanyaanmu bagus Lia!  Refleksikan dengan sumber daya guru dan sarana pendukung

😊 sistem syarat. kok aku kepikirannya berarti yang bisa nanganin dokter dong atau tenaga medis.. Kalau sistem syaratnya udah bener, bisa "sembuh" dong, Bukankah autis itu bukan penyakit?
πŸ‘¨ Sistem syaraf pada fungsinya tooo. maka banyak pendekatan penganagnya
1. medis
2. pembelajaran
3. aktifitas gerak
menjadi lebih baik. itu yg benar (bukan sembu Lia. Anak autis itu tdk sakit!). hati2 diksinya

😊 pendekatan secara medis, kalau saraf itu emang bisa dirongen terus ketauan dimana kuran pasnya kyak tulang gitu ya? bayangan saya jadi liar
πŸ‘¨ waaaah .... setahu sy hanya di obati....mang syaraf bisa dipotong sambung? syarat otak lembut pak dhe....πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. maka bisa lihat manifestasi dari kerja otak. ok?

πŸ‘¨ hal2 yg terjadi, apa yg seringkali dilakukan oleh guru atau orang tua ketkka anak stimming? kira2 sj. jawab....
😊 dipegangin, dipeluk
😊 Kalau tdk berbahaya. Membiarkannya. Sembari di cari faktor yg bkin dia kayak gt. Kalau berbahaya. Di hentikan kayak yg mas arif bilang

😊 Oiaaa..tantrum sama stimming ini beda kan ya???
πŸ‘¨ beda. tantrum kan dia tdk mau melakukan pekerjaan atau kondisi lalu marah2, ngamuk bukan stimming. stimming tdk marah2. goyang2 sj. flepping2. ada juga istilah MELTDOWN.
ini mirip dnegan tantrum tetapi muncuknya kemarahan atau ngamuknya karena tdk tahu atas situasi. Bingung, gak ngerti. Lalu Meltdown. dirimu pernah meltdown di rumah atau di kantor? 

pada akhir sesi ini sy menulikan bahwa stimming dlm perspektif penangan adalah
1. dianggap menengkan diri
2. perilaku negatif
3. kesulitan merespon sensorik baik over maupun hippo

maka tergantung pendekatan diberjkab ketenangan, dilarang, dan dipenuhi kebutuhannya dengan memodifikasi perilakunya. dilarang, dimarahi dan guru menggerutu adalah cara yg banyak dijumpai. memeluk juga karena kasih sayang, tetapi bisa jadi anak tdl butuh itu. maka, keahlian guru dalam melihat perilaku SS ini perlu diperkaya. kebyang tdk guru mengajar dikelas rus anak muncul SS. smoga ini jadi pengetahuaan sedikit tdpi berarti

autism iku pelajaran rumit. banyak guru yg tdk "berkenan" jadi guru autism
1. anaknya rumit
2. ilmu rumit.
3. belajarnya lamaa bukunya tdk ada
4. sama2 kerja pilih yg gampang (😭😭)
5. dll

Refleksi
Self Stimulasi pada anak autis atau bisa disebut dengan stiming ini banyak melibatkan indra. Terjadi karena disfungsi sistem di otak. Munculnya stiming membutuhkan rangsangan dariluar. Dalam penangannya dibutuhkan peran medis, pembelajaran, dan juga aktivitas gerak. Stiming dengan tantrum itu berbeda. Stiming dalam perspektif penanganan  adalah dianggap menengangkan diri, perilaku negatif, dan kesulitan merespon (hipposensitif ataupun hipersensitif).

#kuliahonline
#belajarautis
#mengikatilmu
#part5

Sabtu, 09 Mei 2020

Bu, HP Kakak Mana?

Ini bermula saat Kakak Zahra dan Dede Fayy bangun tidur tanpa diketahui Ayah dan Ibu. Kok bisa ga ketahuan? Iyalah, Ayah dan Ibunya masih tidur karena semalam begadang ngerjain tugas, hihihi.

Setelah sahur dan sholat subuh, Ayah dan Ibu tidur kembali. Ini jangan ditiru ya sayang, hihi.  Ibu tidak sempat melakukan rutinitas mengaji bada subuh karena Dede Fayy keburu nangis minta nen.

Pukul 07.00, Ibu tiba tiba tersentak bangun. Mata terbuka dan langsung mencari Dede Fayy di ketek, wkwwk. Kok ga ada. Lalu ibu ngucek ngucek mata lagi khawatir salah liat, eh...ternyata bener, Dede Fayy ga ada di kasur. Liat ke sebelah, Kakak Zahra pun tak ada. Liat pintu kamar, masih tertutup. Ibu kaget, ni anak anak pada kemana ya? Nyari ke kamar belakang, ga ada. Nyari ke dapur, ga ada juga. Pas nengok ke ruang depan, ibu temukan 2 sosok makhluk kecil sedang ngumpul dan terlihat amat sangat anteng.

Hmmhh......pantesan..... Tadi pagi ibu merasa tenang aman damai sentosa saat tidur,,, ternyata mereka berdua anteng liat video dari hp ibu.

πŸ‘©Kakak, dede....lagi apa sayang?
πŸ‘§Lagi liat babybus, jawab Kakak Zahra sedangkan Dede Fayy hanya tertawa riang, seolah olah mengerti dengan pertanyaan ibu
πŸ‘©Wah...Kakak dan Dede lagi nonton ya, coba ibu lihat,,,ternyata mereka sedang menonton  o**bo*s

Menurut saya, o**bo*s itu tontonan yang kurang baik untuk balita karena secara tidak langsung  mengajarkan "kekerasan".

Supaya tidak terjadi huru hara dipagi hari, ibu berusaha tetap tenang saat mengambil hp.

πŸ‘© Wah...batre hpnya tinggal sedikit neh,,5 menit lagi ya Kak nontonnya.

Padahal ibu pengennya langsung merampas hp dan menyuruh mereka mandi. Tapi ibu tahan tahan untuk tidak melakukan itu.

πŸ‘© Sudah 5 menit sayang. Yuk udahan
πŸ‘§ Ntar dulu,,nonton dulu.
πŸ‘© Ibu hitung sampe 10 ya,,,

Baru hitungan 4, Kakak sudah memberikan hp itu kepada ibu. Saat dipegang, ternyata panas. Ini kayanya mereka nonton dari jam 5 deh, setelah ibu mengajak Kakak pipis di toilet.

Sejak saat itu, jika Kakak Zahra bangun pagi dan melihat ibunya masih tidur, dia akan segera keluar dan menuju meja makan. Jika melihat ada HP, dia akan kembali ke kamar untuk menutup pintu kamar, wkwkwk atau sikap kedua yang Kakak Zahra tunjukkan yaitu tiba-tiba bersikap manis

πŸ‘§ Bu, dede mau nen tuh...ibu tidur di kasur aza, sambil menutup pintu kamar.

Tebak apa yang Kakak lakukan?
Mencari HP

Jika tidak ketemu, balik lagi ke kamar dan bertanya
πŸ‘§ "Bu, HP kakak mana?"

Masya Allah Tabarakallahu

Catatan kami yaitu jangan lupa menyimpan HP ditempat yang aman dan tidak mudah dijangkau anak-anak dan hadir 100% saat membersamai anak-anak.

#jurnalAFM1
#2y9m



Jumat, 08 Mei 2020

Orangtua Milenial Bicara Seks Pada Anak

Ini adalah catatan setelah mengikuti Seminar Online tersebut. 


Pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) itu sebenarnya berbicara tentang saintifik/ilmu pengetahuan.

Mengenalkan anggota tubuh bukanlah sesuatu  yang aneh. Hal ini sudah biasa kita lakukan sejak kecil. Ingat dengan lagu "Dua Mata Saya"

Dua mata saya, Hidung saya satu
Dua kaki saya pakai sepatu baru
Dua telinga saya yang kiri dan kanan
Satu mulut saya tidak berhenti makan


Diantara pundak dan Lutut banyak organ penting, tapi LUPUT dari bahasan karena dianggap TABU untuk dibicarakan. Anak kecil suka mempertanyakan , "kenapa adik gak punya titit?". "Kenapa nenen mama besar?", dan lain sebainya.

Pendidikan seksualitas pada anak
menjelaskan semua fungsi tubuh mulai dari kepala hingga kaki termasuk organ reproduksi
Anak diajari untuk menghargai seluruh anggota tubuhnya, 
bagaimana merawatnya dan bagaimana melindungi dirinya




Orang tua menekankan pada anak bahwa kita harus saling menghargai apapun kondisi setiap orang. Jangan menjuluki seseorang dengan sebutan "tembem, gendut, cungkring" dan sebagainya karena setiap orang itu perlu diapresiasi keunikannya.








Jika orangtua terbuka dengan anak, maka anak akan lebih POSITIF dan MENCINTAI segala sesuatu yang dimilikinya serta bahagia menjadi  seorang individu, baik itu menjadi laki-laki atau menjadi perempuan.






Pendidikan Seks ini dilakukan sedini mungkin, bertahap sesuai kebutuhan dan usia anak









INGAT
Lakukan dengan rileks dan berikan kesan biasa saja, tanpa rasa risih, tabu, atau aneh.






Ini adalah momen yang pas untuk memberikan pendidikan seks. 
SAAT ANAK BERTANYA. Jawablah dengan menggunakan kata ilmiah, seperti penis, vagina, dan sebaginya, tidak boleh menggantinya dengan istilah titit, burung, kue. Sebelum menjawab pertanyaan anak, orangtua perlu bertanya ulang pada anak untuk mengetahui sejauh mana pemahaman anak. 



Q & A
πŸ˜„Bagaimana relevansi antara pendidikan kespro dengan menjaga diri dari pelecahan seksusal?
πŸ‘© Anak bisa membedakan sentuhan sayang orang tua, sentuhan dari dokter, tapi jika ada temannya yang menyentuh di area privat itu bisa merasa tidak nyaman karena  anak tahu.  
Jadi jika ada tindakan-tindakan diluar arahan orangtua, anak bsisa lari/menghindar/bilang tidak. Anak jadi lebih peka dan percaya pada orangtua. 
Anak yang mendapatkan edukasi kespro, dapat lebih mudah untuk mengadukan perbuatan tidak benar kepada orang dewasa, namun bagi anak yang tidak mendapatkan edukasi kespro akan lebih cenderung diam.

πŸ˜„ Untuk edukasi kespro apakah lebih baik dijelaskan oleh sesama jenis, maksudnya anak perempuan dijelaskan oleh ibu, anak laki oleh bapak?
πŸ‘© Tergantung kedekatan dan kenyamanan komunikasi anak dengan orang tua. 

πŸ˜„ Apakah orangtua boleh mengarahkan mana yang boleh dan tidak boleh, misalnya membedakan mainan anak laki laki dan perempuan, atau warna pink untuk perempuan, atau anak laki tidak boleh pakai bedak, dan lain sebagainya 
πŸ‘© Konsep warna, mainan, profesi, kegiatan yang bisa menjadikan bias. Sebaiknya tidak dilakukan lagi

πŸ˜„ Bagaimana menjelaskan tentang pubertas dan proses melahirkan untuk usia anak 8 
πŸ‘© Untuk anak kelas 2 SD sudah bisa di ajak berpikir kompleks, jika ada ensiklopedia bisa jadi media dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

πŸ˜„Anak laki-laki usia 5 tahun suka menyentuh payudara ibu dan suka terlihat menggesekkan penisnya. Bagaimana respon orangtua?
πŸ‘© Harus dijelaskan halus tapi tegas., misalnya “mama tidak suka kalau adek pegang payudara mama, tidak boleh ya”. Ketegasan diperlukan namun dengan lemah lembut.


πŸ˜„ Bagaimana jika pasangan masih merasa tabu dengan edukasi kespro?
πŸ‘©Gunakan komunikasi produktif, dibicarakan dan di clearkan serta dikomunikasikan dengan baik. Bukan hanya kepada pasangan, Kakek/Nenek pun perlu informasi tentang edukasi kespro ini. Karena anak tidak hanya berkomunikasi dengan orangtua saja.


πŸ˜„ Anak usia 11 tahun apakah perlu dijelaskan secara langsung atau menunggu anak bertanya?
πŸ‘© Perlu dijelaskan meskipun tidak bertanya. Tapi diajak bicara, dari sisi agama, bukan menunggu di tanya, tapi orangtua juga inisiatif memulai di waktu yang tepat. Milikilah komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak.


πŸ˜„ Anak sudah diajarkan dengan benar, namun tetangganya bilang kalau itu pekataan kotor
πŸ‘© Gunakan bahasa yang ilmiah, penis, vagina, alat kelamin, karena akan kembai ke budaya kita yang tabu dan bahasa daerah lekat dengan budaya.


Terima kasih kepada Mba Anggi yang telah berbagi hasil notulanya.




Pengertian Tunarungu

Supaya ilmunya tidak hilang begitu saja, saya coba menulis ulang materi dan proses tanya jawab yang terjadi pada Hari Kamis, tanggal 7 Mei 2020 pukul 13.00 s.d. 14.30 bersama pakar tunarungu, Bapak Tonny Santosa, M.Pd. Beliau adalah salah satu Instruktur Nasional bidang Pendidikan Khusus dan juga kepala SLB Negeri di Jakarta.

Tulisan asli langsung copas dari WAG, mohon maaf jika banyak yang typo


Saya mulai dari awal aja ya. Dari pengertian tunarungu biar semua mengenal dgn baik anak2 tunarungu.

πŸ‘¨ Mentor (Pak Tonny)
πŸ˜„ Mentee (Mas Arif, Mba Rani, Mba Anggi, dan Lia Apriliani)

πŸ‘¨ Ayo siapa yg mau mendeakripsikan, apa tunarungu itu?
πŸ˜„ seseorang yg memiliki hambatan pendengaran dalam waktu yg lama, kalau di UU disabilitas kalau gak salah lebih 6 bulan
πŸ˜„ Tdk dpt mendengar seperti org pd umum ya

Pinter mas arif dan mbak anggi ini. Secara umum tunarungu merujuk pada hambatan pendengaran. Tapi deskripsi tsb bisa lbh spesifik diuraikan berdasarkan pendapat ahli. Krn setiap pendapat ahli akan mendeskripsikan ketunarunguan tsb berdasarkan rujukan/keahlian mereka. 


πŸ˜„ Boleh d share pak bbrp definisi tunarungu dr bbrp ahli. Dan definisi yg mana yg akan jd dasar kita nanti
πŸ‘¨ Masalah mana yg menjadi rujukan, tergantung lebih menyukai ahli yg mana? Secara pribadi, saya merujuk ke boothroyd dan van uden. Boothroyd menggunakan istilah tunarungu (hearing impairment) untuk merujuk pada segala gangguan dalam daya dengar, terlepas dari sifat, faktor penyebab atau tingkat/derajat ketunarunguan. Seperti yg dibilang mas arif dan mbak anggi tunarungu itu pokoke memiliki hambatan dalam pendengaran atau daya dengar atau tidak dapat mendengar.

Bothroyd mengelompokan ketunarunguan ini menjadi dua.
1. Kelompok yg kehilangan daya dengar (hearing lost)
2. Kelompok yg mengalami gangguan dalam proses mendengar (auditory processing disorder)


πŸ˜„ apakah difinisi penyandanh disabilitas itu melekat? kemaren di kantor sempet pd ngobrol2 UU no 8 Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara  penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak. terus ada yg nanya, bisa orang bisu dengan MMR jadi bisa memahami dan menyampaikan maksud yg diucapak dengan baik, apa msh termasuk disabilitas?
πŸ‘¨ Nah ini yg diawal saya sampaikan. Definisi itu diambil oleh siapa dan merujuk kemana. Definisi UU tsb juga berbeda dgn UU no 20/2003 ttg sisdiknas. Mana yg benar? Dua2nya juga benar. Soal orang tuli nanti ya biar clear dulu masalah deskripsinya

πŸ˜„ Kenapa mereka lebih senang dipanggil TULI daripada TUNARUNGU ? Aku masih bingung sama TUNAWICARA
πŸ‘¨ Kenapa mereka senang dipanggil tuli drpd tunarungu? Masalah bahasa adalah kesepakatan bersama. Kenapa masukin sesuatu (makanan) ke dalam mulut itu disebut makan? Kenapa yg bentuknya seperti itu disebut meja? Semua itu kan berdasarkan kesepakatan bersama. Nah tunarungu itu menggambarkan kondisi hambatan pendengaran secara umum. Tuna itu kan artinya kekurangan atau kerusakan. Rungu artinya pendengaran. Jadi tunarungu itu orang yg kurang atau rusak pendengarannya.  Sama spt yg disampaikan bothroyd, hearing impairment atau gangguan pendengaran.

Kenapa mereka (yg tunarungu) lbh senang disebut tuli? 
Kita simak dulu yg saya sampaikan tadi bahwa bothroyd membagi ketunarunguan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yg kehilangan pendengaran dan gangguan dlm proses pendengaran. Kelompok yg kehilangan pendengaran ini kan dibagi lagi menjadi kelompok tuli (deaf) dan kurang dengar (hard of hearing). Kelompok tuli diklasifikasikan lagi dlm bbrp kelompok. 

Mengapa mereka lbh senang disebut tuli krn mereka pada umumnya adalah kelompok tuli bukan kurang pendengaran. Disamping itu mereka juga lbh suka disebut tuli krn sama dgn teman2nya di luar sana yg disebut deaf sehingga ada kesetaraan diantara mereka.


Hal ini menjadi masalah krn orang dengar belajar masalah ketunarunguan berdasarkan berbagai disiplin ilmu sementara mereka adalah yg langsung merasakan hambatan tsb dan tidak ditunjang dgn disiplin ilmu yg memadai.

Inilah salah satu penyebab kenapa kelompok tuli kita selalu bertentangan dgn para ahli atau dosen2 yg ikut membantu menyusun kebijakan pemerintah.  Mereka juga kan secara terua menerus meminta supaya SIBI "dimusnahkan" dan diganti dgn Bisindo. Mereka kurang memahami mengapa sibi dan mengapa bisindo


Tadi kita bahas ketunarunguan dari perspektif bothroyd. Saya juga salah satu pengikut van uden, pencetus maternal reflective method. Kalo van uden melihat ketunarunguan itu berdasarkan saat terjadinya yg dikaitkan dg taraf penguasaan bahasa krn van uden ini juga jago dlm bidang psikolinguistik. Jadi kalo dikelompokkan dg versi van uden ada kelompok tuli pra bahasa dan ada tuli purna bahasa

Banyak orang terkecoh dgn ketunarunguan. Seolah olah tunarungu itu bukan suatu disabilitas yg berat seperti tunanetra atau tunadaksa. Banyakn orang lebih iba melihat yg tunanetra atau tunadaksa daripada melihat yg tunarungu.

πŸ‘¨ Mana yang lebih berat, menjadi tunanetra, tunarungu atau tunadaksa? 
πŸ˜„ saya gak berani menyimpulkan pak, tp menurut saya sama aja, kan tetap ada hambatan pasti punya kesulitan sendiri sendiri
πŸ˜„ Tunanetra. Hal yg paling saya takutkan adl ga bs liat
πŸ˜„ Kok aku kepikirannya malah tunagrahita ya


Testimoninya langsung disampaikan oleh helen keller. Seorang yg tunanetra kemudian jadi tunarungu juga. Helen keller bilang gini:
Masalah ketunarunguan (tuli) lebih mendalam dan kompleks. Boleh jadi lbh berat dari pada ketunanetraan (buta). Ketunarunguan merupakan musibah yg lbh buruk krn kehilangan rangsangan yg paling vital yaitu suara manusia yg membawa bahasa yg dpt menggugah pikiran dan menempatkan kita dlm jajaran manusia intelektual.

Ekstrimnya ketunarunguan menjadikan penyandangnya terhempas dari kelompok manusia intelektual. Oleh krn itu saya selalu menyampaikan jadikan anak tunarungu menjadi anak yang "mendengar dan berbicara".


Ketunarunguan merupakan hambatan pendengaran yang dapat menghempaskan penyandangnya dari jajaran manusia intelektual. Oleh karena itu keberhasilan sekolah/guru yg mengajar anak tunarungu adalah menjadikan anak tunarungu sbg anak yang "mendengar dan berbicara"

Masalahnya adalah banyak guru yang terjebak dgn kondisi fisik tunarungu yg seperti orang pada umumnya (seperti kita, tdk bermasalah atau tdk disabilitas) sehingga dalam pembelajaran lbh banyak memberi catatan dari pada mengajaknya bercakap.


Bagaimana mengajak anak tunarungu bercakap? Kita lanjutkan minggu besok ya.

#kuliahonline
#belajartunarungu
#mengikatilmu
#part1


Jurnal Kupu-Kupu Minggu Ke-1: Kenali Satu Sama Lain

Tugas di Institut Ibu Profesional ini bener-bener menantang diri untuk lebih mengenal diri sendiri. Saat dapat tugas untuk menjadi mentor, jadi mikir, saya punya keahlian apa ya? saya punya kelebihan apa ya? rasa-rasanya kok ga punya sesuatu yang dibanggakan ya.

πŸ‘© "yah, aku udah masuk kelas kupu-kupu, dan udah dapat tugas"
πŸ‘¨ "apa tugasnya?"
πŸ‘© "diminta buat jadi mentor dan mentee, tapi kubingung, aku bisa apa ya?"
πŸ‘¨ "lah, ibu kan kemarin tantangannya di dongeng isyarat, ya udah itu aza"
πŸ‘© "hmmmhh...gitu ya yah", sambil teringat status IG anaknya bu Septi yang bilang Kalau mau ahli, ya kudu nyemplung dulu. akhirnya bismillah, saya membuat profil mentor seperti ini

Profil Mentor Edisi 1
ditunggu-tunggu kok ga ada mentee yang nyantol, terus usaha nyari mentee dengan kata kunci "isyarat" kok ga ada yang butuh ya, jadi hopeless wkwkwk.

Sambil harap-harap cemas, saya membuat profil mentee dengan kebutuhan ilmu tentang food preparation (ini tidak ada dalam mind map, tapi amat sangat bisa mendukung kelancaran aktivitas mencapai kebahagiaan, wkwkwk). Alhamdulillah, dengan tema ini, saya sudah dapat 1 mentor dan sempat menolak 11 mentor.

Tiba-tiba, di WAG Hima Buncek, terjadilah diskusi tentang tugas tahap kupu-kupu dan saya mulai disadarkan, bahwa untuk menjadi mentor itu tidak harus sesuai dengan mind map, bisa berdasarkan pengalaman tapi kalau mau menjadi mentee, harus sesuai dengan mind map. Akhirnya saya merevisi profil mentor dan mentee serta memutus program mentoring dengan teh riska (food preratation), hiks..hiks..hiks... (padahal udah saling kenalan gitu)



Profil Mentor Edisi 2
πŸ‘© "yah, aku ga dapat-dapat mentee, orang-orang ga ada yang tertarik sama isyarat, aku cari dengan keyword ABK, pendidikan khusus, yang muncul kek gini (sambil nunjukkin profil mentee dari hp), tuh ini disleksia, bla...bla....bla...."
πŸ‘¨ "berarti strateginya dibalik bu, ibu cari dulu kebutuhan mentee apa terus tanya ke diri sendiri, bisa atau engga"
πŸ‘© " oh, gitu ya yah", emang bener kata dr. Aisah Dahlan, laki-laki itu dirancang otaknya untuk memberikan solusi, hihihi.

Saya pun bergerilya mencari kebutuhan mentee, namun rata rata kebutuhan mereka tak sesuai dengan kemampuan saya. Pencarian pun dilanjutkan lagi hingga akhirnya mata tertuju pada satu mentee di bagian konsistensi menulis. "aha.......ini dia, saya menemukannya", sepertinya saya bisa jadi mentor untuk dia karena punya pengalaman dapat apresiasi mahasiswa terbaik bunda sayang dengan badge outstanding performance sebanyak 12 kali dan juga pernah mengerjakan tantangan 30 hari tanpa rapel.
Saya lamar mentee inceran tersebut tapi eeehhhhhh tapi, ternyata dia udah punya gebetan dong.....duh.....sakitnya tuh disini (kayanya kualat gara-gara nolak 11 mentor)

Profil Mentee Edisi 2
Mencari  mentor dongeng isyarat pun ternyata tidak ada,  kebanyakan mentor dongeng untuk anak-anak pada umumnya. Ya sudahlah....untuk isyaratnya memang saya sudah belajar sendiri, tinggal ilmu mendongengnya yang perlu saya pelajari lebih dalam. 

Alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan teh Witri Khotimah IP Bandung. Beliau adalah orang yang saya sapa saat Camping Ground Kelas Ulat-Ulat. Masya Allah Tabarakallahu, sungguh indah rencana dariNya.

Teh Witri ini dulunya satu almamater dengan saya (UPI). Beliau jurusan teknologi pendidikan angkatan 2007. Beliau adalah seorang guru paud yang suka bercerita pada anak-anak, alumni TOT read aloud , dan saat ini sedang belajar karakter suara transportasi, orang dan hewan. 

Kami sepakat, selama proses mentorship tidak ada hari khusus dan jam khusus untuk belajar serta durasi waktu online disesuaikan dengan kebutuhan. Jam online kami tidak tentu karena anak anak sulit diprediksi keantengannya, wkwkwk

Hingga jurnal ini terbit, saya belum menemukan jodoh mentee. Sudah berikhtiar mencari mentee dengan "masang iklan" di kolom komentar FB "biro jodoh" dan juga mendaftar "biro jodoh" pada kahima. Ya Allah Gusti,,,,jadi inget masa lalu, galaunya menunggu calon imam yang tak kunjung datang, wkwkwk

Ya Allah, jauhkanlah saya dari virus, dekatkanlah saya dengan yang serius. Aamiin. 

#jurnalke1
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Sabtu, 02 Mei 2020

Karakteristik Anak Autis (Aspek Perilaku)

Supaya ilmunya tidak hilang begitu saja, saya coba menulis ulang materi dan proses tanya jawab yang terjadi pada Hari Jumat, tanggal 1 Mei 2020 pukul 10.00 s.d. 11.34 bersama pakar autis, Dr. Joko Yuwono, M.Pd. (jokoyuwonoautis.com) Beliau adalah salah satu dosen di Universitas Sebelas Maret, Departemen Pendidikan Khusus.

Tulisan asli langsung copas dari WAG, mohon maaf jika banyak yang typo

hari ini kita akan belajar lagi bersama tentang karakteristik anak autis semoga makin jeli melihat anak autis. Mengidentifikasi tentang perkmbangan baik perilaku sosial komunikasi. bisa juga sensori. Saya akan memulai dengan pada aspek perilaku

Agresive

pada bagian ini guru atau siapapun harus sedikit sensitif terhadap perilaku ini. perlaku ini aering kali muncul karen kondisi yg membuat dia tertekan, tdk seuai dmegan keinginannya dan berusaha agar orang lain memenuhi keinginnaya. maka perilaku agresive muncul dalam berbagai rupa. anak2 pada umumnya sama mbak mas. tetapi anak autis memliki hambatan lainya sehingga hal ini mwnjadi masalah. juga yg paling menonjol anak2 dengan agresifitas ini jika muncul tdk mudah dihentikan kecualai terpenuhi. beberapa yg paling sering muncul ada menggigit orang lain, memukuli, njambak dll. GIGIT ORANG LAIN. banyak guru yg tdk paham, main peluk...."hallo adiiiik....di peluk. lalun ternyata anak menggigit bagian penduak. demikian Juga MEMUKUL. jika dalam kondisi sosial bersama temeb1nya, dia merasa tdk nyaman atau terganggu anak dengan gampang memukul orang lain. bahkan ada yg mengunakan "pensil" tuk menusuk.  ini bukan masalah pengasuhan belaka!

πŸ‘¨ Mentor (Pak Joko)
😊 Mentee (Mba Anggi/Mas Arif/Lia/Mba Rani/Pak Tonny)

😊apakah ada tanda2 dari anak ketika akan melakukan agresifitasnya  om?
πŸ‘¨ bagi orang yg sering bertemen diharapakan mengerti. tapi kadang tdk mudah. karena kadang bisa tidk ter"pridiksi". persoalannya adalah kita tdk tahu persis dan kadang stumulannya muncul tanpa bisa dikendalikan. bahkan jadi rutunitas. ontoh....Parto pasti memukul andi jika andi mendekatnnya atau ada didekatnya. (njiwit)

😊Apa tindakan yang tepat ketika agresivitas pada anak itu muncul? Maksud dari terpenuhi ini seperti apa ya pak?
πŸ‘¨ anak tdk akan berhenti mukul njambak menedang dll kalau apa yg dia inginkan tdk dinerikan. Yang spele mau hapus tulisan. anak suka menghapus tulisan berulang2. lalu dia NGAMUK besaar. Ini diaebut dengan Tantrum. mungkin spele bagi kita...."cumaa gitu ja maraaah....." bagi kita sepele, bagi anak tdk!

😊Apakah perilaku agresiv itu selalu berkaitan dengan orang lain?
Jika anak memukul, menjabak, dirinya sendiri apa termasuk pada kategori perilaku agresiv?
πŸ‘¨ kalau menyakiti diri sendiri (self injury) hal yg sama. dia juga marah tetapi tdk agresiv kepada orang lain tapi dirinya sendiri. Kebayangkan jika tdk terpenuhi lalu anak "MEMBENTURKAN KEPALANYA KE TEMBOK atau KE LANTAI/MEJA" dll

😊 Gmn bs tahu kebutuhan anak? Spy terpenuhi
πŸ‘¨ Disinilah dibutuhkan kemampuan guru orang tua mengenali dan menganalisis perilaku ini. Pasti dirimu berpikir "ini gurunya gimana siih...orang tua nya gimaaa tooo". arena cara merkeka kadang jauh dari yg siharapakan (kita tdk tau alasnaya). kalau anak hanya pingin bawa botol, lalu botolnya di ambil orang tua karena sebel, anak maunya pintu terbuka, orng tuanya sebel pinginya ditutup. Anak meronta2. amrah, ngamuk. Yo pilihanya terus dibuka pintunya.  itu contoh jawbanya

😊 Nah kalau utk kontrol keinginan yg aneh2, gmn? Klo ini kan msh bs d tolerir. Kalau yg misalkan dia maunya tidur di lantai. Kan nnti sakit.., mungkin kekeh pengen pegang pisau, anak autis yang pubertas atau dewasa yang ingin menyalurkan hasratnya gimana?
Terus contohnya lainnya dia ingin memberantakan BAB nya ke tembok, gimana?
πŸ‘¨ yg dimaksud lia dan arif memang mungkin bisa terjadi. Sangat. bagi anak yg belm terselesaikan masalah "tantrum" yg jenis agresive maupun self injury hingga besar jadi masalah rumit di usia remaja. selain audah besar, fisik da  jenis permintaan yg kadang sdh jauh dari usia anak2nya. Puberstas, salh satunya. disinilah OT menjadi tertekan. ada dua hal
1. dilawan
2. diikuti
nah itu harus lihat sikon dari anak dan sumber daya yg ada. sedih rasanya
orng tua bahkan memberikan ruang dan waktu bagi anak remajanya yg autis untuk ber "onani". karena bisa jadi jika tdk memberikan dampak emosi yg tdk stabil. ini snagat terkait dengan pemahaman NILAI2 SOSIAL. anak autis kesulitan pda bagian ini

😊 Usia anak autis ada yang nyampe tua ga c pak?
πŸ‘¨ usia anak autis tdk seperi banyak kasus anak C atau lainya yg Dokter memperkirakan lebih "pendek usianya". Memang Tuhan yg menentukan. agak ektrem

😊 Orang tua yang memiliki anak autis, luar biasa ya perjuangannya....Berati untuk meminimalisir dampak di kehidupan dewasa, saat kecil harus bener bener tertangani dan terp3nuhu segala kebutuhannya ya
πŸ‘¨ yes banget. jadi, ada peljaran penting bahwa berbicara perilaku anak autis pada agresifitas dan self injury, maka sejak dini harus diperhtikan. Perilaku.  tentu pada bagian ini sangat kasuistik ya, tdk semua. meski kebanyakan memiliki masalah ini di awal2 tahun dan sebagian selesai, sebagian tdk terselesaikan. Betapa orang tua jika dalam kondisi ini membutuhkan dukungan yg luar biasa agar lebih kuat menghadapi masalah ini.

😊 Bedain anak autis dgn gangguan perilaku dgn anak2 yg "nakal"/gangguan psikologis krn salah asuh/trauma. Gmn?
πŸ‘¨ gampang to. Anak2 jenis ini kan tdk ada masalh komunikasi dan pemhamamanya. kalau anak autis kan itu. ingat variabel lainya. dan bukan semata-mata asuhan orang tua. orang tuanya sdh mengasuh. tapi anak meemang begitu. sepaket 3 aspek itu

😊 Penanganannya? Atau bahasanya intervensinya, tergantung ya. Beda2 ya
πŸ‘¨ ini paaaajaaaaaaaaaang. jangan ke situ dulu. misal kalau anak marah guling2. diapain pak? tinggal pendekatannya apa? behavioristik? dibiarin atau ditegesin? ini kan pasti lihat sumber dayanya. anak usia 15 tahun. fisik besar. kuat. kalau minta tdk dpenuhi mukul. Guru hanya 1. Kecil. Cewek. munhkin guru bisa dilempar. dibiarin? bagiamana mekanisme dibiarknnya? itu penring. atau menghikangkan stimulan yg membuat perilaku itu terjadi. maka guru harus menata kegiatan agar anak tdk terstimulasi shingga perilakinha muncul. Jadi GURU anak autis tdk mudah. Banyak yg kurang berminat karena kompleksitas masalahnya.

😊ada penanganan paling efektif gak om? antara melawan atau membiarkan/mendampingi? diantara dua penanganan itu paling efektif yang mana maksudnya? maaf belibet bahasanya
πŸ‘¨Metode tdk ada yg paling bagus, selalu ada kelemhan dan kelebihan. sy kalau menyarankan cara atau metode, solusi lihat2 kondisinya. pendekatan perilaku tdk mudah. Orang2 behavioristik meyakini pendekatan perilaku adalah utama. butuh belajar praktis tentang pendekatan Behavioristik ini. jawaban atas pertanyaanmu, mas Arif, bisa diterpakan dengan salah. misal: "ditegesin sj". Ntar semua anak digituin. Hhmmmmmm.....jadi Guru harus diajarkan reason-nya agar tahu kenapa perlu itu. atau ini. harus tahu alasan ilmiahnya. Maka, JADI GURU dibidang Autis itu rumit. membutuhkan pengalaman dan pengetahuan yg banyak....karena anaknya sangat beragam. AUTISTIC SPECTRUM DISORDER. Spectrumnya luas.

😊 boleh minta contoh pak kapan kondisi boleh ditegaskan dan kapan pendampingan?
πŸ‘¨ Saya akan tegesin. jika anak minta pintu agar terbuka, tetapi sy akan tutup. Saya harus tegeskan. Hal ini saya memastikan bahwa anak akan guling2 dan mendorong2 sy. Lalu saya akan tetap menghalangi dia tuk buka pintu. Dia menangis. ok! nangis sj. Sy memastikan nangisnya paling 3-4 jam. Ok! gpp.  sy masih bisa lawan karena fisik sy masih bisa meladeni. Sy ada pembantu yg ngawasi jika2 ia mau berantakin barang. atau sudah saya singkirkn barang2 itu. Sy akan memastikan bahwa anak tdk boleh punya gagasan, apalagi melakukan tindakan lain sebagai cara melwan saya, menginginkan tujuan diantercapai. Buka Pintunya.  dst. Butuh pemahaman dan analisis. (ini kasuistik yaaaa...kasuistik....)

😊 Menurut orang tua autis yg berhasil menangani anaknya, dia bilang jadi orang tua anak autis jangan kalah set sama anak. Kalo ortu kalah sama anak, kita bakal "dimakan" sama dia. Begitu katanya mas bro.
Gimana?
πŸ‘¨ ada benarnya. Behavioristik banget. hati2. Ini bisa jadi tercuni marah sebagai individu bukan penanganan. Jadi, kontrol emosi OT aatau Guru jadi penting. Kalau tdk jadi masalah.

Refleksi
Anak autis bisa bersikap agresif atau juga self injuri jika keinginannya tidak bisa terpenuhi. Faktor penyebabnya bisa saja menurut kita sepele, misalnya pintu inginnya dibuka namun karena anak autis mengalami kesulitan dalam komunikasi, maka yang keluar adalah berupa sikap yang tidak diharapkan. Keinginan yang bersifat wajar dari seorang anak auttis bisa saja dipenuhi oleh orang dewasa (orang tua/guru) namun jika keinginnanya sudah tidak wajar, orang dewasa bisa memilih untuk melawan atau mengikuti atau membiarkan disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak dan juga sumber daya yang ada.  Tidak ada penanganan yang paling efektif, semua memiliki kelebihan dan kekurangan.

#kuliahonline
#belajarautis
#mengikatilmu
#part4


Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...