Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Jumat, 13 Desember 2019

Temukan Kekuatanmu

4 hal yang tidak akan pernah ditolak oleh seorang anak, yaitu:
  1. dongeng
  2. bermain
  3. hadiah
  4. kejutan
Empat hal inilah yang Bu Septi lakukan kepada kami selaku mahasiswa bunda cekatan. Setelah mendongeng tentang ibu harus bahagia, kami diajak bermain untuk mencari telur -telur warna hijau.  

Apa itu telur warna hijau? telur warna hijau adalah simbol untuk kekuatan diri. 

Bagaimana cara menemukan telur hijau tersebut?
Tips yang diberikan Bu Septi adalah sebagai berikut:
  1. Buatlah list aktivitas sebagai pribadi (perempuan), ibu, dan istri
  2. Praktekkan aktivitas itu, lalu pilah manakah yang membuat mata berbinar (bahagia) manakah aktivitas yang membuat mata redup (tidak bahagia)
  3. masukkan kedalam kuadran bisa dan tidak suka, kuadran bisa dan suka, kuadran tidak bisa dan tidak suka, kuadran tidak bisa dan suka
  4. pilih maksimal 5 aktivitas dari kuadran bisa dan suka 
Berikut adalah aktivitas yang saya catat sebagai perempuan, ibu, dan istri (kurang-lebih)


Nah, walaupun aktivitas ini telah sering dilakukan, tapi tetep agak sedikit galau juga untuk mengelompokkannya ke dalam 4 kuadran tersebut, hihihi


Dari kuadran bisa dan suka, saya memilih 3 hal yang akan dijadikan sebagai pijakan untuk tahap selanjutnya, yaitu belajar isyarat, membacakan buku (read aloud), dan bekerja di ranah publik. 

Semoga telur hijau ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Ya Rabb, berkahi dan mudahkanlah segala prosesnya. Aamiin.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur-telur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional


Kamis, 14 November 2019

Jemput Rezeki

Saat malam hari di rumah mamah idho, terjadilah percakapan antara Mas Idho dan Kakak Zahra 

👦🏻 Kak, ibu kemana?
👧🏻 kerja
👦🏻 ayah kemana?
👧🏻 kerja 
👦🏻 kerja apa?
👧🏻 jemput rezeki
👦🏻??###!!! (bingung kenapa bisa jawab begitu) 🤣

Alhamdulillah...konsep tentang rezeki sudah mulai terinternalisasi oleh Kakak Zahra di usia 2 tahun 3 bulan. Sebenarnya bukan kerja yang kami tekankan, melainkan ibadah menjemput rezekinyalah yang menjadi fokus utama kami. 

Ini salah satu buah dari tantangan level 8 bunda sayang IIP. Sebelum berangkat meninggalkan rumah, kami selalu membiasa pamit dan berpesan kepada Kakak Zahra dan Dede Fayy secara khusus meskipun pesan yang disampaikan sama dan jarak diantara mereka dekat. 

Ibu memeluk/mendekap/menggendong Kakak Zahra sambil mendekatkan wajah ibu ke telinga mereka supaya mereka merasa ini adalah pesan spesial.

"Kakak Zahra...Ayah dan Ibu berangkat jemput rezeki dulu ya, Kakak Zahra yang anteng  sama dede di rumah, mainnya bareng-bareng, emamnya dihabiskan, camilannya dimakan, susunya diminum, dan....istirahat yang cukup ya, insya Allah kita ketemu lagi"

Ibu mencium pipi kanan, pipi kiri, dan kening Kakak Zahra

Kakak Zahra salim (kadang mau dengan kesadaran sendiri, kadang enggak mau salim, kadang ibu paksa salim juga 🤣)

Ibu memeluk Kakak Zahra 
Kakak Zahra kadang membalas pelukan ibu, kadang hanya diam, kadang malah menyengajakan lari supaya dikejar 😆

Setelah ibu, lalu bagian ayah melakukan hal yang sama namun pesan yang disampaikan dipersingkat 🤭

Sebenarnya saat pesan itu disampaikan, respon Kakak Zahra kadang terlihat tampak cuek atau bahkan seolah olah tidak mendengarkan, dia fokus melihat yang lain

Masya Allah Tabarakallahu,,, 
Allah Yang Maha Memahamkan...

Alhamdulillah...alhamdulillah...alhamdulillah...

Rabbihabli minasholihin

Mampukan kami ya Rabb dalam menjaga amanahMu..

Selasa, 12 November 2019

Fitrah Peran Ayah

1. Penanggung Jawab Pendidikan
2. Man of Vission and Mission
3. Sang Ego dan Individualitas
4. Pembangun Sistem Berpikir
5. Suplier Maskulinitas
6. Penegak Profesionalisme
7. Konsultan Pendidikan
8. The Person of Tega

Ayah, riset menunjukkan bahwa sepanjang sejarah peradaban di muka bumi ini, peranmu (fatherhood) dalam pendidikan sangatlah dominan. Ajak aku bermain, ceritakan padaku kisah-kisah menggugah, kisah kepahlawanan maupun narasi besar peran keluarga dalam peradaban.  Didiklah aku Ayah.. dan ku berdoa, nafkahmu akan lancar tanpa harus mengabaikan aku.

Ayah, engkaulah Nakhoda bahtera ini. Tetapkanlah tujuanmu-Visi dan Misi yang kau canangkan pada keluarga ini. Beritahukan pada kami dan tuntunlah kami dengan baik untuk mencapai  tujuan. 

'To see beyond the eyes can see' itulah dirimu Ayah. Jika kau rancang pekerjaanmu dengan baik, maka rancanglah pula masa depanku, anakmu.. 

Jika engkau kembali kepada-Nya lebih dulu, akulah andalanmu untuk mendoakan kebaikanmu. Tapi hanya jika aku jadi anak sholeh.

Ajarkan kami untuk berani berkata 'Tidak' pada apa-apa yang tidak baik bagi kami.

Perlakukan kami pula dengan spesial, karena caramu mendidikku adalah wujud ketaatanmu pada-Nya

Begitu pentingnya dirimu, hingga 14 Ayat dalam Alquran menyebutkan tentang peranmu dalam mendidik anak, oh Ayah tersayang.

Suplai aku dengan maskulinitasmu ayah
Aku HARUS dekat denganmu di Usia  7-10 (laki-laki) Kuatkan aku dengan fitrah kelelakianku karena aku ingin menjadi Pria Sejati

Usia 10-14 (perempuam)
Dekat denganmu di usia ini akan menumbuhkan kemampuan asertifku, daya analisa. Aku pun akan menjadi pemberani, pandai menjadi diri dan teguh
menjaga prinsip

Ayah, engkaulah konsultan pendidikan terbaik bagi kami.
Lakukan pula langkah berikut ini 'tuk tetap jadi yang terbaik.
  • Bangun komunikasi dengan Ibu
  • Baca teliti raport sekolahku, dan analisa kekuatan serta kelemahanku
  • Aku senang kalau engkau sering memanfaatkan medsos untuk update informasi tentang pendidikan anak
  • Aku bahagia engkau sering memiliki quality time dengan kami, keluargamu. Apalagi engkau sangat memedulikan cita-cita kami.
  • Apakah Ayah ingin aku menjadi sesuatu yang Ayah harapkan? seperti menjalani profesi tertentu? Tolong, sampaikan kepadaku, jelaskan mengapa.. sehingga aku paham dan akan nyaman ketika menjalaninya kelak 😊. love you Ayaahh.. 😘

Tegalah padaku Ayah..

Untuk menolak keinginan manjaku, yang berdampak tidak baik di masa depan.

Jangan izinkan aku bermain dengan teman-teman yang tidak baik.

Jangan biarkan aku berkumpul, di lingkungan yang tak kondusif.

Aku tahu engkau bisa  bersikap tegas padaku, karena jalan pikiranmu sangatlah logis.

Engkau tahu mana yang baik dan buruk untukku.

Aku memang akan sangat berisik dan menyebalkan ketika menuntut sesuatu. Namun, tegalah, tegaslah, juga tanamkan peraturan padaku.

Jangan serahkan 'KETEGAAN' itu pada Ibuku, karena itu bisa membuatku membencinya seperti penyakit 'Mommy Heater' karena para Ayah menyerahkan semuanya pada Ibu. Biarlah Ibu kembali ke fitrah kelembutan dan tempat berteduh ketika engkau tega padaku.

PRESENTASI PEER GROUP 4 | BUNDA SAYANG BATCH #4 | INSTITUT IBU PROFESIONAL

Selamat Hari Ayah...
Bersamai kami untuk tumbuh dan berkembang

We Love You Ayah


Aliran Rasa Mengikuti Kelas Bunda Sayang IIP Batch 4

Subhanallahu walhamdulillah walailahaillahu wallahu akbar

Bahagia, sedih, bersyukur terasa campur aduk...

Bersyukur bisa bertemu dengan...
emak-emak yang mau belajar, 
emak-emak yang kreatif, 
emak-emak yang mau berbagi ilmu, 
emak-emak yang mau memperbaiki diri,
emak-emak yang hebat,
emak-emak yang luar biasa...

Bahagia bisa melalui 12  tantangan dengan selamat, meskipun pada prosesnya...
kadang tertatih untuk menulis,
kadang males buat baca chat di grup kelas yang telah tertinggal jauh
kadang mandeg sama ide, 'mau ngapain lagi ya',
kadang setor tantangan di jam jam akhir 😂 (ini yang bikin tidur ga nyenyak kalau belum setor 🙈)

Sedih akhirnya tiba juga di persimpangan jalan...
berpisah dengan teman-teman yang luar biasa hebat, selalu menginspirasi, dan selalu memberikan energi positif 😭😭

Jujur saja, setelah melahirkan anak kedua (30 Desember 2018), saya mengalami kesulitan waktu untuk mengikuti diskusi materi, tantangan, dan review secara online. Karena itu bertepatan dengan waktu untuk meninabobokan anak-anak,,, dan lebih seringnya ikut tertidur 😓. Maafkan ya mak fasil....🙏
Materi dan diskusi lebih banyak saya baca saat di kantor. Saya lebih leluasa untuk mencerna, memahami, dan menindaklanjuti apa yang harus  dilakukan.

Setelah mendapatkan materi dan tantangan, biasanya saya forward ke suami.  Alhamdulillah....suami pun ikut terlibat dalam proses ini, selalu memberikan ide-ide untuk tantangan, dan rajin menanyakan "sudah setor tantangan belum hari ini?" 🤣

Sebenarnya sempet risih juga pas awal-awal 🤭, karena dulu saya tak percaya diri untuk menulis. Berasa berat untuk setor tantangan yang notabennya dalam bentuk deskripsi.

Masih teringat jelas, saat level 1, setiap hari, saya mengirimkan draf tantangan untuk mendapatkan koreksi. Ini saya yang minta 😂, karena bener-bener ga percaya diri untuk menulis. Jika ada masukan/saran, saya perbaiki dan mengirimkan ulang untuk diupload di blog oleh suami 😎 . Jadi......saya tinggal terima alamat link untuk disetorkan ke gform. Saat itu saya ga ngerti soal blog 🤭. Target saya sebenarnya hanya ingin sekedar lolos saja, alias 10 hari, tak ada motivasi untuk lebih dari itu, eh...ditanyalah sama suami
👨: sekarang hari keberapa?
👩: 10, udah kelar tantangannya buat level 1(dengan nada sedikit bangga)
👨: bukannya 17 hari? (ini  kayanya efek forward tantangan jadi tahu ada badge tambahan)
👩:iya c beb, tapi kan yang penting udah kelar di 10 hari. Itu juga udah pasti yang lulus level, ngerjain tantangan 8 level juga nanti bisa lulus kelas bunsay
👨: nah,,, ini ni....(sambil ketawa ngeledek), sampean ini, masa cuma 10 hari doang, kalau melakukan sesuatu itu baiknya sempurna,, optimalkan potensi dan peluang yang ada,, istriku kan hebat, aku yakin sampean pasti bisa" 
👩:Hadeh...(terpaksa saya nulis lagi untuk hari ke-11 sampe 17)

Sebelum ikut IIP, sejujurnya suami sering memotivasi untuk menulis, tapi selalu saya iya kan tanpa aksi 😆. Maafkan aku ya beb 😬

Saat HEE, (High Ending Energy), saya baru merasakan  sensasi mendapatkan badge OP (Outstanding Performance). Ternyata wow.... senengya.....walaupun hanya sekedar badge, tapi dengan badge OP inilah saya jadi berani untuk menulis dan mulai percaya diri. 

Level 2 dan seterusnya, saya tak perlu lagi minta acc dari suami 🤣🤣🤣, udah main nyelonong aza ke Gform dan nulis di blog 😆 😂 

Di kelas bunsay batch 4 ini,,,saya diberikan kesempatan olehNya untuk...

  • menjadi korlan (level 4 dan 12)
  • menjadi mahasiswi teladan (level 1)
  • aliran rasa ter (level 2)
  • mengisi jumat hangat
  • mahasiswi paling rajin



 



Alhamdulillah...alhamdulillah...alhamdulillah...
Allah memberikan rahmat dan kasihNya, serta memampukan saya untuk melalui semua tantangan ini.

Tantangan yang paling berkesan bagi saya yaitu ketika mendongeng. Kakak Zahra ternyata sedang muncul kecenderungan untuk membaca buku sebelum tidur. Jadi,,, saat ibu mendongeng, dia langsung bilang, "Bu, baca buku aza", wkwkwk...
di satu sisi merasa senang karena dia mulai senang dengan buku
di sisi lain sedih karena merasa ibu belum bisa mendongeng untukmu
tapi yang jelas ibu sangat bahagia menjadi madrasah pertamamu

Lalu perubahan apa yang saya dapatkan setelah 1 tahun mengikuti 12 tantangan di kelas bunda sayang?
jawabannya, bisa dilihat di http://lidicinta.blogspot.com/2019/10/aliran-rasa-bunda-sayang-dear-istriku.html (dari suami saya tercinta).
dan bagi saya pribadi, saya merasa menjadi semakin percaya diri dengan jabatan yang ada dipundak saya yaitu sebagai  "IBU" dan "ISTRI" serta tak lupa sebagai "PRIBADI" yang sejatinya memiliki hak untuk BAHAGIA. Merasa setiap aktivitas bersama lidicinta family  semakin BERMAKNA. Tak kalah penting, saya jadi memiliki hobi untuk menuliskan setiap momen yang berharga.

Terima kasih Bu Septi dan Tim Dapur yang telah mengemas perkuliahan ini dengan sangat baik. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal jariyah. 


Terimakasih ayah, telah menjadi suporter terhebat

Terimakasih Kakak Zahra dan Dede Fayy, telah memjadi patner ibu dalam menyelesaikan tugas tugas

Ibu sayang kalian



Minggu, 10 November 2019

Ketika Cuti Tahunanku = Libur Kuliahmu

Sebenarnya sudah sejak lama kami ingin mengunjungi Ragunan, namun selalu ada saja alasannya untuk tidak berangkat. Nah...hari Kamis, 7 November 2019, qadarullah, ibu terpaksa mengambil cuti tahunan karena mamah idho pulang kampung menengok ibunya yang sakit sedangkan Ayah tetiba jadwal kuliahnya dipending karena sang dosen berhalangan hadir, so........kita membulatkan tekad untuk mengunjungi hewan-hewan. 

Pagi-pagi, Ayah ikut nimbrung melakukan aktivitas domestik, ibu memandikan anak-anak dan mempersiapkan segala printilan bocah yang dibutuhkan 🤣.

Setelah semua siap, ibu tiba-tiba berubah fikiran 😂.  Dengan pertimbangan jarak dan waktu serta kehebohan membawa 2 balita (AFM 1 usia 2 tahun 3 bulan dan AFM 2 usia 10 bulan), akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi D'Kandang Amazing Farm 😎 yang jaraknya hanya sekitar 6,4 km dari rumah.

Tiket masuk saat weekday 18K, dan Kakak Zahra sudah terhitung 1 tiket karena tinggi badannya telah melebihi 80 cm. Banyak wahana edukasi yang disediakan, alhamdulillah kami berkesempatan untuk mengenalkan ciptaan lainNya kepada Kakak Zahra dan Dede Fayy.

Dari sekian banyak permainan yang ada, Kakak Zahra sangat ketagihan dengan perosotan,,, meskipun awalnya dia ragu untuk memulainya, hingga Ayah kelelahan naik turun tangga mengikuti keinginan Kakak, 🤣🤣🤣


Menjadi orangtua sungguh melelahkan...
tapi lelah inilah yang dicari oleh setiap pasangan yang telah menikah

Mampukan dan bimbinglah kami ya Rabb dalam menjaga amanah dariMu...



Selasa, 29 Oktober 2019

Aliran Rasa Bunda Sayang: Dear Istriku

Alhamdulillah...terima kasih ya Allah Engkau anugerahkan kepadaku istri yang sholihah, anak-anak yang sholih dan sholihah


Pada dasarnya istri adalah seorang pembelajar, ingin selalu tahu dan berusaha semaksimal mungkin untuk mampu, banyak hal yang dilakukannya, sehingga keluarga ini tak pernah sepi dari kegiatan belajar. Belajar apapun, dari yang sederhana misalnya memasak hingga belajar yang mungkin bisa dibilang rumit, belajar menjadi orang tua terbaik buat anak-anak tercinta


Salah satu kegiatan yang diikuti istri adalah kelas bunda sayang, memang sudah sejak awal istri semangat mengikuti, yang awalnya ia hanya mau menyelesaikan 10 hari tantangan akhirnya selama 12 bulan menyelesaikan 17 (17x12=204)

wow amazing, i am proud of you my sweety

Dalam perjalanan banyak hal yang dilalui, mulai dari usaha menulis setiap hari hingga harus bangun malam-malam sebelum jam 12 untuk mengirimkan tantangan. Lebih terasa lagi, tulisan-tulisan istri kini semakin menginspirasi, bahkan tak jarang saya suka "pamer" ke teman-teman, jika ingin belajar parenting lihatlah blog lidicinta.blogspot.com hehehe



Istriku kini menjelma menjadi seorang penulis sejati, menjadi pembelajar yang tak pernah mau berhenti, menjadi ibu yang senantiasa ada setiap hari untuk si buah hati, dan paling hebat menjadi istri yang selalu mencintai suami



Dari kelas matrikulasi hingga bunda sayang, ia selalu berusaha membuktikan bahwa ia bisa, ia belajar dan ia mampu. Terpenting lagi tak hanya tulisan dan kata-kata, tapi aplikasi dalam keseharian, membuat anak-anak memeroleh sosok seorang ibu yang luar biasa di tengah ia mengabdi juga untuk negara.



Terima kasih my sweety sudah berusaha menjadi ibu yang terbaik

Terima kasih para tim fasilitator yang selalu memberi semangat
Terima kasih buat semuanya yang menjadi teman dan inspirasi buat istri
Dan semua tim yang tak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih


Semoga amal kebaikan semua, dibalas yang lebih baik oleh Allah SWT


Dari suami Lia Apriliani

#lidicintafamily
#kelasbundasayang
#oustandingperformance
#204tantangan
#jan_mbuh_kok

Senin, 14 Oktober 2019

Pekan Ujian

26 September 2019

Supra X 125

Seperti biasanya, setelah digunakan sholat Subuh di mesjid, motor ini diparkir di halaman rumah dengan kondisi dikunci stang. Ayah melanjutkan aktivitas belajarnya di ruangan depan sedangkan ibu beraktivitas di dapur menyiapkan sarapan.
Pukul 06.30 WIB, Mamah Idho datang seperti biasanya. Menyapa saya lalu menyiram tanaman. Beres menyiram, dia bertanya

👩 "Bu, ayahnya udah berangkat?"
🙍 "Enggak, Ayahnya masih mandi"
👩 "Kok motornya ga ada?"
🙍 "Ah,, masa c, parkirnya di depan rumah mba omi kali"
👩 "Enggak ada bu"
🙍 "ah....masa ga ada", ibu pun segera meninggalkan aktivitas di dapur dan bergerak keluar rumah untuk mengecek dengan mata kepala sendiri

"Astagfirullah....."
 motornya beneran ga ada, ibu pun langsung buru-buru masuk dan menghampiri Ayah

Dorr..door...door..., suara pintu kamar mandi di gedor
🙍 "Yah, ayah, motor diparkir di mana?"
👨 "Apa?....Leptop?"
🙍 "Bukan leptop, tapi motor"
👨 "Ya di depan lah...."
🙍 "Kok ga ada?"
👨 "Hah?", Ayahpun segera keluar dari kamar mandi menggunakan handuk
👨 "Lah, ini kuncinya ada, berarti motornya dibawa maling"

Dan seketika badan pun terasa lemas...
Tak percaya bahwa 
motor yang kami beli secara tunai dan baru 3 bulan ini raib digondol maling. 


speechless

Berasa mimpi....
Kok bisa kemalingan juga ya...
Mencoba menenangkan diri,,,
Inhale-Exhale

Kemudian introspeksi diri,,,,
Dan teringat pesan aa Gym...bahwa ujian itu bisa jadi diundang oleh maksiat/dosa yang telah dilakukan

Kami hanya bisa beristigfar....dan pasrah kalau motor tersebut tak bisa kembali lagi.


27 September 2019

Jam 09.30 WIB, hp berdering...
Wah, ada apa nih mamah idho telpon, pasti ada yang penting

🙍 "Halo mamah idho, ada apa?"
👩 "Ini Zahra muntah-muntah lagi, sama ga mau makan"🙍 "Iya mamah idho, aku pulang sekarang"
Tak lama kemudian, ibu pun memesan gojek...

Kamis malam, Kakak Zahra memang sudah muntah 4 kali, namun saat Ibu dan Ayah akan berangkat ke kantor hari Jumat, Kakak Zahra tampak sehat. 

Kakak Zahra ga mau makan, minum juga sedikit, badannya lemas, panas tinggi yang kadang muncul tenggelam...
Kalaupun ada makanan yang masuk, pasti muntah kembali...

29 September 2019

Karena kondisinya semakin mengkhawatirkan, kami pun membawa Kakak Zahra ke RSIA Asyifa Depok dan bertemu dengan dr. Ariz Pribadi, Sp. A. Beliau memberikan resep obat dan berpesan, 

"jika setelah minum obat ini langsung muntah atau kurang dari 1 jam sudah muntah lagi, berarti obatnya belum bekerja dan Ibu harus memberikannya lagi. Kalau anaknya ga ada asupan yang masuk, mau ga mau harus di rawat"

Mendengar kata "rawat" membuat Ibu dan Ayah semakin khawatir.

Namun atas kehendak dan izin Allah, Kakak Zahra pun kondisinya semakin membaik. Alhamdulillah...


2 Oktober 2019

Setelah menyusu, tiba-tiba Dede Fayy mengeluarkan sesuatu dari mulutnya. Tak ingin berfikir yang aneh-aneh, Ibu berkata, "oh...Dede Fayy gumoh ya, tadi pagi makan banyak terus belum sendawa setelah nen". 

Lalu, selang beberapa jam, Dede Fayy mengeluarkan sesuatu lagi dari mulutnya. Dan kali ini bukan gumoh,,, tapi beneran muntah...

"Astagfirullah, Dede muntah...", tanda-tandanya mirip dengan Kakak Zahra
kali ini, Ibu pun merasa tak begitu panik, karena sakitnya sama seperti Kakak Zahra. Ba'da magrib, Dede Fayy pun muntah kembali. Lalu Ayah berinisiatif untuk memberikan resep Kakak Zahra untuk Dede Fayy dengan takaran yang lebih sedikit. Setelah minum obat itu, Dede Fayy tak muntah kembali, namun BABnya sangat cair. 

Saat malam tiba, tidurnya tidak nyenyak, hampir setiap jam bangun, namun tak mau menyusu. Setelah digendong, Dede Fayy pun tertidur dan terbangun lagi dengan suara tangisnya yang kencang. Badanya panas naik turun.

3 Oktober 2019

Berharap kondisinya semakin membaik, namun itu hanya sebatas harapan saja. Dede Fayy tak mau makan, rewel serewel-rewelnya, dan jika minum tampak haus sekali, setelah menyusu pasti BAB ccaaiirrr dan banyak syekali....

Pukul 17.30 WIB, periksa ke RS Permata Depok dan bertemu dengan dr. Agnes Tri Harjaningrum, SpA. Hasil diagnosanya adalah Dede Fayy dehidrasi dan harus dirawat.





Di balik segala duka tersimpan hikmah yang bisa kita petik sebagai pelajaran. Dan, di balik segala suka tersimpan hikmah yang mungkin bisa menjadi cobaan

Cobaan dan ujian akan mendekatkan diri kita kepada Allah, serta akan mengajarkan kita cara berdoa, sekaligus untuk menghilangkan kesombongan, ujub, dan rasa bangga berlebihan pada diri kita

Dan, ujian juga akan mengantarkan kita untuk merasakan cinta Allah, karena Dia mengajarkan cinta-Nya melalui cobaan dan ujian

Muhaimin al-Qudsy, dari bukunya Agar Ujian & Cobaan Berbuah Kenikmatan

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...