Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Selasa, 13 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-6 "Pentingnya Aqil Baligh Secara Bersamaan"




Tak terasa, sudah sampai di PG 5, setengah perjalan lagi. Semangat...semangat...semangat... Siang tadi tidak bisa mengikuti diskusi secara live karena ternyata tugas kantor masih banyak. hihihi. Alhamdulillah sudah selesai mendaki ratusan chat dengan selamat. Sudah menjadi pola diskusi, materi dibagikan pagi hari dan siang hari terlaksananya diskusi. Tapi mereview dan melaporkan tantangan masih belum bisa berpola, wkwkwk.

Moderator memerankan tugasnya dengan baik. Penulisan jawaban yang menyatu dengan pertanyaan sangat memudahkan audiens. Dari 9 pertanyaan yang masuk, PG 5 mampu menjawabnya dengan lengkap meskipun dalam penyajiannya tidak berurutan nomornya. audiens pun saling melengkapi dalam menanggapi pertanyaan.

Terima kasih PG 5 yang telah berbagi ilmunya. Semoga Allah memampukan kita untuk mengantarkan anak-anak tersayang menuju aqil-baligh yang bersamaan waktunya. Aaminn

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Senin, 12 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-5 "Peran Ayah Dalam Pengasuhan Untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas"


Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, masih diberikan nikmat sehat olehNya untuk mengikuti diskusi yang super kece dari PG4. Materi dibagikan pagi hari sehingga memberikan waktu untuk kami mengunyahnya terlebih dahulu. Yang unik dari PG4 ini yaitu materi disajikan dalam 2 bentuk, satu bentuk 'teori' dan satu lagi dalam bentuk surat cinta yang bahasanya begitu lembut, hangat, penuh kasih, bagaikan keinginan dari seorang anak untuk ayahnya, tak menggurui. Pembagian tugas yang jelas antar anggota PG4. Moderator mengantarkan diskusi dengan baik sehingga suasana kelas tetap  berjalan sesuai topik. Memang luar biasa antusias mahasiswi bunda sayang kali ini, diskusi belum dimulai namun sudah saling curhat terkait topik diskusi. Jawaban yang disampaikan pun sangat lengkap, jelas, dan to the poin sehingga semakin menambah ilmu pengetahuan tentang pengasuhan. Big aplause untuk PG 4, kalian ruuaarrr bbiiasa.....👏👏👏. Terima kasih atas kerja kerasnya untuk presentasi hari ini.

Semoga Allah menjauhkan "mommy hater" dari keluarga lidicinta. Aamiin.

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Minggu, 11 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-4 "Merawat Fitrah Anak:

sudah menjaga kehalalan makanan
sudah memilih-milih teman
sudah sterilisasi internet
sudah berupaya untuk memelihara diri dan keluarga dari api neraka.
tapi kok mmaasiih.... aza anak suka melakukan hal hal yang tidak di inginkan
Misal, disuruh sholat susahnya minta ampun, giliran dilarang pacaran, eeeh... malah pacaran... 🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀

Salah orangtua aaappaaa lagi???

Hmmhh...

Sepertinya orang tua lupa, bahwa Allah telah memberikan fitrah anak 2 jalan.  Apa itu?  Jalan dosa dan jalan taqwa (QS Asy-Syam:8).

Mengapa Allah melakukan itu?
Supaya anak bisa memilih dan mampu membedakan antara benar dan salah

"Tidak ada seorang bayipun dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah (suci) . Maka orangtuanyalah yang menjadikan anak itu Yahudi,  Nasrani,  atau Majusi" (Al Hadist)

Jadi,  sesungguhnya pendidikan anak bagi orangtua muslim sangatlah sederhana.  Kuncinya hanya dalam memelihara fitrah anak.

Tiga hal yang perlu diajarkan pada anak yaitu
aku ridha pada Allah sebagai rabbku
aku ridha pada Islam sebagai agamaku
aku ridha pada Muhammad SAW sebagai nabi dan rasulku.

Semoga Allah memampukan kami untuk merawat Fitrah Kakak Zahra dan Dede Fayy.  Aamiin

Referensi
Santosa, Harry. Fitrah Based Education, Sebuah model Pendidikan Peradaban bagi
Generasi Peradaban menuju Peran Peradaban, version 3.0; Milennial Learning Center.
2017.

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Sabtu, 10 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-3 "Peran Orangtua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas"

Lupa dengan kalender akademik di tambah ini adalah hari Sabtu,  hari dimana kami menikmati kebersamaan, jadi aza kelewat diskusi secara live. Saya fikir tak ada presentasi grup,,, hhaamppiir... saja terlewat setoran. Alhamdulillah, Allah menggerakan mata untuk bangun pasca ngelonin bocah-bocah dan juga Allah menggerakkan tangan untuk membuka hp. Dan tttarraa.... 400 pesan belum terbaca,  wkwkwkw. 



Setelah scroll wa grup,  secara umum, diskusi sangat ramai. Peserta diluar grup yang presentasi SALING melengkapi jawaban sehingga semakin memperkaya pengetahuan. Materi yang dibagikan pagi  hari memberikan ruang waktu untuk bertanya serta pembagian petugas PG3 yang jelas. 



Dari hasil diskusi, saya jadi terinspirasi untuk surat menyurat dengan Kakak Zahra,  ya... walaupun hanya sebatas tulisan i love you,  gambar gambar,  dan sebagainya. Semoga kelak jadi pengalaman yang sangat dirindukan. 

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Jumat, 09 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-2 "Pendidikan Fitrah Seksualititas Sejak Dini"

Setelah mencoba membuat review materi hari pertama yang akhirnya di pake dalam kulwap, saya jadi ketagihan membuatnya lagi, hihihi. Dan ini dia review materi kedua yang telah saya buat


Diskusi yang sangat hot.  Dari 7 pertanyaan utama yang kemudian beranak pinak 😂 saat diskusi berlangsung. Saya salut sama emak-emak di grup bunsay ini,  amat sangat militan jempolnya 😆, baru ditinggal beberapa menit, eehh....udah banyak chat yang tertinggal. 

Materi yang disajikan simpel, mudah dipahami, dan dibagikan pagi hari, membuat saya cukup waktu untuk 'mengunyah' 😁. Disamping itu, pembagian tugas yang jelas serta waktu yang cukup, membuat presentasi makin terarah, mana pertanyaan dan mana jawabannya. Jawaban-jawaban yang disampaikan PG 2 pun sangat lengkap dan sistematis membuat saya makin 'tercerahkan'. Terima kasih PG 2 yang telah bekerja keras untuk mencerdaskan kami 👄

PR yang perlu Ayah dan Ibu persiapkan yaitu  ruang baru untuk kamar tidur Kakak Zahra dan Dede Fayy. Siap-siap bebenah rumah ini mah.....😂. Walaupun saat ini Kakak Zahra baru berusia 2 tahun dan Dede Fayy berusia 7 bulan, ibu harus belajar 'tega' berpisah tidurnya . 

Poin penting lainnya yaitu, kelak jika Kakak Zahra dan Dede Fayy telah dewasa dan meminta pendapat kami selaku orang tua, jangan lupa menggunakan kalimat "menurut pendapat ibu selaku perempuan bla..bla..bla.., coba konsultasi juga sama Ayah dari sudut pandang laki-lakinya"

Daaannnnn....yang paling utama yaitu HADIR 100%, baik jiwa maupun raga saat membersamai kalian. Simpan hp di persembunyian 😉

Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kami untuk selalu membersamai mu Kakak Zahra dan Dede Fayy 

We Love You 💗

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Kamis, 08 Agustus 2019

Fitrah Seksualitas Hari Ke-1 "Pemahaman Perbedaan Gender"

Kali ini tantangannya sangat berbeda dengan level-level sebelumnya. Kami dibagi menjadi kelompok kecil dan mendapatkan tugas untuk membuat materi yang telah ditentukan kemudian mempresentasikannya menggunakan berbagai media terpilih di grup bunsay sesuai jadwal. 1 kelompok 1 hari dengan waktu yang telah disesuaikan. 

Nah.....Qadarullah, saya kebagian kelompok 1. Berikut resume materi yang dapat saya tangkap berdasarkan hasil diskusi.

Bahwa sex dengan gender itu berbeda. Sex itu laki-laki dan perempuan, sedangkan gender itu  feminitas dan maskulinitas. Dalam pandangan Islam, gender itu memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah baik laki-laki dan perempuan sama sama memiliki kewajiban untuk beribadah dan memperoleh pahala sedangkan perbedaannya yaitu dalam hal kodrat dan ketetapan syariat. Keadilan gender akan tercipta jika dan hanya jika laki-laki dan perempuan SALING melengkapi dan bersinergi BUKAN berkompetisi siapa yang lebih hebat. Fitrahnya laki-laki adalah sebagai pemimpin dan penjaga keluarga. Dia juga memiliki cara berfikir logis agar ia mudah berinteraksi dengan dunia luar karena tugas laki-laki cenderung membutuhkan kesadaran dan rasio sebelum bergerak atau merespon. Fitrah laki-laki maupun perempuan HARUS dijaga agar tidak terjadi penyimpangan. Bagaimana caranya? Caranya yaitu dengan menghadirkan 100% sosok Ayah dan Ibu sesuai dengan tahap perkembangannya.

Berikut Q & A yang terjadi saat diskusi

Pertanyaan
Jawaban
mak Lia Yulianingsih.

Bagaimana jika sejak kecil sudah mulai terlihat penyimpangan (usia 3-5 tahun) ? Bagaimana cara penangganannya?

Misal: anak laki2 yg seperti perempuan (terlihat lebih feminim)
Pramitha Sari
Sebenarnya lebih mudah mengidentifikasi anak itu mengalami penyimpangan atau tidak dg dijelaskan bagaimana perilaku yg dimaksudnya. Seperti perempuan itu bagian mananya? Suka berhijab atau perasaanya lembut? Menurut kami akan beda penanganannya.
Karena seorang laki-laki pun harus punya jiwa feminin, meskipun jangan berlebihan. Di seminar ust Harry menyatakan komoosisinya 70% maskulin, 30% feminin utk laki2.

Dina Permata
Nggak bisa kita diagnosa "oh ini ada penyimpangan". Kita telaah dulu, gimana pengasuhannya. Siapa yg lebih dominan, ayah atau ibu. Gimana lingkungan anak. Dll dll
Mak Riga

Kadang ada juga laki-laki yang perasa, perempuan yang nggak berperasaan. gmn dong?
Dina Permata
Sebenernya bukan nggak berperasaan atau malah terlaku logis sih. Kita memang fitrahnya udah diciptain sesuai porsinya. Yg buat anak jadi lebih melow atau lebih logis disebabkan gimana pengasuhannya.
Ibu itu mentransfer empati dan eprasaan, kalau anak terlalu dominan dari ibu jadi transferan ibu lebih dominan. Ayah mentransfer jiwa kepemimpinan dan kebijaksanaan, kalau anak terlalu dominan dari bapak y transferan bapak jadi lebih banyak. Mesti seimbang gitu
Mak Fatimah

a.   Apakah permainan anak mengenal gender, misalnya anak perempuan dilarang main mobilan dan sebaliknya? Kapan sebaiknya anak main dan terpapar stimulasi yg mengasah sisi feminim/maskulitasnya?

b.     Jika sekolah/playgroup/taman bermain dipisahkan antara murid laki/pr apakah menurut kelompok melukai hak gender, dalam artian seharusnya anak belajar tentang adanya gender di luar mereka memahami peran masing2 dlm lingkup sosial kelak diharapkan paham batasannya kl sdh baligh?
Mira
2a. Permainan anak tidak mengenal gender. Anak belajar gender dari keteladanan lingkungan termasuk ayah ibu. Untuk mengasah maskulinitas dan feminitas, anak harus terpapar kegiatan bersama ayah dan ibu disesuaikan tahap usianya.

Suprihatin
2a. menurut dr. khalid ahmad syantut, justru kalau dicampur memancing dewasa lebih dini, apalagi kalau ada hutang pengasuhan. sperti fenomena skrg, SD ud pacaran, begitu

Mira
2b. Peran gender itu memang penting. Tapi tidak mutlak harus a atau b sejak dini. Karena sebetulnya kebutuhan belajar anak mencakup banyak hal, termasuk sosialisasi, adaptasi, individualisme, dll. Sehingga pemisahan laki2 dan perempuan sejak dini sepertinya akan membatasi ruang belajar anak.

Dina Permata
2b. Aanak belajar gender di luarnya dia kan bisa liat dari orang di rumahnya. Anak laki, bisa ke ibunya. Anak perempuan ya ke bapaknya.  Sebaik"nya pendidikan adalah rumahnya😬

Ajeng
Ada yg seru nih dr artikel. Jadi ada penelitian eksperimental. Membandingkan antara : Anak laki2 dan perempuan diberi fasilitas yg sama tapi pendampingnya berbeda. Kelompok 1 ditemani ayah, kelompok 2 ditemani ibu. Menurut penelitian itu anak belajar gender justru dr respon ortunya bukan dr mainannya. Misalkan respon ayah yg tegas : simpan mainanya. Dan respon ibu yg lebih kooperatif, mau disimpen dulu bukunya?
Sari

Bagaimana jika kakak n adek berbeda gender di umur under 3 tahun saat bermain bersama kadang yg cowok suka mainin mainan adeknya. Trus qta larang atw gimana utk mengenalkan gender pd usia dini?
Mira

Sebetulnya kita tidak tau imajinasi anak thd sebuah permainan seperti apa. Alangkah lebih bijak kita beri ruang ekspresi terlebih dahulu. Supaya tau apa imajinasinya, jika dirasa belebihan baru diarahkan. Misalnya pegang boneka. Anak penasaran dg apanya dari boneka? Bisa jadi boneka dijadikan alat mengenal anggota tubuh, nama hewan. Dll. Masak2an bisa diarahkan mengenal nama2 benda dan sayuran, dll.
Kadang anak perempuan main mobil eh mobilnya dijadikan tlp.
Suprihatin

gimana contoh pengasuhan yang bisa seimbang kalau misalkan LDM, dan ibupun sering peri keluar kota?
Mira
Maaf mak ini tema kelompok 2

Ajeng
Dicari figur ayah ibu agar pengasuhan seimbang. Misal paman, kakek atau guru, dll.  Sama pengasuh juga menghadirkan imaji positif tentang orangtuanya. Imaji ini harus lekat dengan perannya. Misal ayah hebat lho kerja dg semangat dan penuh tanggung jawab, dll.

Pramita Sari
Kalau kami menyiasati dengan tetap menghadirkan sosok ayah di Video call maupun voice call. Menceritakan aktivitas ayah sedang apa di sana. Dan juga mencontohkan meminta izin ayah jika hendak pergi maupun mengambil keputusan. "Kita tanya ayah dulu ya nak"

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Senin, 05 Agustus 2019

Uji Nyali

Ini adalah cerita nyata berdasarkan kejadian tanggal 8-11 Juli 2019, saat ibu mendapatkan tugas untuk ke Kuningan. Awalnya galau,  mau ikut atau enggak, tapi setelah difikir-fikir, minta saran suami dan teman-teman kerja, akhirnya memberanikan diri untuk berangkat bersama 2 balita. Kegiatan ini sebenarnya sekaligus acara perpisahan dengan Ibu Masitoh (Kasubdit Kurikulum) yang purna tugas per 1 Juli 2019.

Perjalanan kali ini benar benar menantang bagi ibu. Bagaimana tidak, Jakarta (Direktorat PPK) menuju Kuningan (Grage Sangkan) menempuh jarak 256 km membawa 2 balita yang berusia 23 bulan dan 6 bulan tanpa Ayah itu berasa begitu ewow... ewow .....Walaupun di bus banyak yang bisa bantu namun rasanya tetap saja berbeda. 

PERSIAPAN
Sejak semalam,  ibu telah menyiapkan barang barang yang akan di bawa seperti baju, pampers,  makanan,  minuman,  dan printilan lainnya untuk menunjang kelancaran perjalanan. Bawa 1 bocah aza bawaan udah banyak, apalagi 2 bocah sekaligus?  🤣

Semalaman ibu tak bisa tidur nyenyak karena takut kesiangan. Jam 6 harus sudah berangkat dari rumah menuju kantor yang jaraknya 15.6 km. Kenapa jam 6? Karena bus akan berangkat jam 8.00.
Belum mandiin anak-anak,  belum sarapan,  belum mikirin macetnya di jalan, belum ini,  belum itu.. ah.... pokoknya berasa ribet mikirinnya 🤣🤣. Biasanya ada yang bantu packing, kali ini ibu lakukan itu semua 😂.

BERANGKAT
Pagi pun tiba,  dan benar saja,  selalu ada yang lupa padahal semalam sudah disiapkan dengan baik.  Alhamdulillahnya ada mamah idho yang mau bantu. Taksi sudah dipesan untuk berangkat jam 06.00, namun sampe pukul 06.15, belum juga datang,  makin deg degan lah ibu,,, khawatir di tinggal sama bus 😅. Setelah telpon ke call center blue bird,  ternyata pesanan ibu sedang dalam perjalanan dan tak lama kemudian supir blue bird menelepon ibu.  Dia bilang nyasar dan nyari jalan. Jalannya ketemu,  eh...ternyata ga bisa di lewati karena sedang di cor. Hadeuh.....makin paniklah ibu.

Singkat cerita,  dengan segala tantangan yang ada,  kami berhasil tiba di kantor sebelum pukul 07.30. Jalanan masih lancar karena ternyata anak sekolah masih libur


Ini adalah foto di teras lobi gedung B komplek kemendikbud, jalan RS.  Fatmawati,  Cipete. Mamah idho membersamai hingga disini.


Ini adalah tempat duduk kami. Sengaja ibu memilih kursi yang paling depan, supaya Kakak Zahra bisa melihat kendaraan dengan leluasa. Tak lupa ibu menggunakan apron 360 derajat supaya tetap bisa menyusui Dede Fayy dengan leluasa.


Ini adalah secuil aktivitas kami di bus. Alhamdulillah, banyak yang mau bantu momong Kakak Zahra ataupun Dede Fayy.

Waktu tempuh perjalanan ternyata kurang lebih 7 jam. Awalnya, rencana ibu adalah sesampainya di Grage Sangkan, langsung pesan grab car menuju rumah nenek.  Namun ternyata oh ternyata,  Dede Fayy tidur,  Kakak Zahra BAB,  ibu juga sakit punggung, sehingga ibu menelepon, minta tolong nenek datang ke hotel untuk membersamai kami.

Ini adalah teteh icha. Foto ini diambil sesaat setelah turun dari bus dengan Kakak Zahra membawa beban berat di pampersnya, wkwkwk


Setelah bebersih dan mandi,, tara.... Inilah Kakak Zahra bersama teteh icha...


KEGIATAN DI KUNINGAN
2 agenda besar kami di Kuningan yaitu 

kerja
Diskusi Kelompok Terpumpun Peningkatan Mutu Penilaian Pendidikan Khusus

silaturahim
Ke rumah Ibu Masitoh (Kasubdit Kurikulum) dan rumah Nenek (kalau ini aktivitas khusus kami, 😀)

Dari 2 agenda besar ini lalu muncullah inisiatif dari teman-teman untuk mengunjungi objek wisata Cibulan dan hunting batik trusmi di Cirebon. Tapi,,,eh,,,tapi,,,,Ibu, Nenek, Kakak Zahra, Dede Fayy, dan Teteh Icha tidak ikut ke Cirebon. Kenapa? karena fisik terlalu lelah, kami perlu persiapan untuk perjalanan esok harinya 

Melalui 3 malam di Kuningan, cukup menyita tenaga dan konsentrasi. Biasanya pada saat jam kerja bisa fokus dengan kerjaan,  kali ini campur aduk dengan kebutuhan Dede Fayy dan Kakak Zahra. Belum nangisnya,  belum nyuci bajunya,  belum makannya, dan lain sebagainya. Tapi di sisi lain,  ibu juga merasa bahagia bisa sekalian jalan-jalan bersama keluarga.


Aktivitas kami di sore hari yakni menikmati keindahan alam yang berada tepat di belakang hotel.

Selain itu kami pun berkunjung ke objek wisata cibulan.


Ketika yang lain heboh dengan ikan terapi,  Kakak Zahra lebih tertarik dengan kereta api


Setelah dari objek wisata cibulan, kami pun berlanjut ke rumah Ibu Siti Masitoh yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dien (belakang UNIKU, Cijoho). Karena Kakak Zahra sudah cape, akhirnya dia terlelap di bus dengan posisi duduk. Masya allah...


Hingga tiba di rumah Bu masitoh pun, masih terlelap

Kakak Zahra bangun, giliran Dede Fayy yang tidur. Karena saking ngantuk kali ya,, Dede Fayy tetap pulas walaupun berada  di tempat emak-emak berkaraoke ria.


PULANG
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, akhirnya ibu melambaikan bendera putih. Ibu meminta bantuan nenek untuk membersamai perjalanan di bus menuju Depok. Kebetulan, Teteh Icha juga sedang libur sekolah, jadi bagaikan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Ibu merasa terbantu, Nenek dan Teteh Icha bisa liburan, hihi.


Alhamdulillah,,,,alhamdulillah,,,alhamdulillah....begitu banyak nikmat rezeki yang telah Engkau limpahkan kepada kami.
Ya Allah...berkahilah segala aktivitas kami. Aamiin

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...