Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Senin, 05 September 2016

Senin Malam Di Warung Nasi Pecel Fatmawati

Malam ini kita kembali menikmati kebersamaan, sebuah warung kecil di pinggir jalan raya sebagai saksinya. Suara lalu lalang kendaraan pun menjadi lagu indah temani malam kita. Sengaja aku ingin lebih lama, ingin saling berbagi cerita di tempat kerja.
Sayang, ini mungkin bukan kali pertama kita sama-sama pulang malam. Namun sebelum perjalananmu ke kota Budaya, malam ini akan kubuat hal spesial buat kita. Bersama saling berbagi cerita, mendengarkan intrumen musik yang menambah mesranya kita berdua.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, aku pun ingin segera bertemu denganmu. Bertemu kekasih hatiku, melihat wajah bidadariku. Segera ku menuju parkiran kantorku, berharap segera bertemu denganmu. Namun yang terjadi, ban bocor. Aku kesal, ingin marah sendiri, kenapa di saat aku ingin segera bertemu denganmu ada ujian begini. Namun sayang, suara merdumu di handphone membuat aku luluh dan semangat lagi.
“Udah sampai bawah beb?” tanyamu padaku di awal telpon, karena kau kira aku sudah sampai di kantormu
“Bawah apa, ini belum bisa pulang, ban ku bocor”, nada bicaraku agak tinggi karena kesal
“Terus gimana, apa naik gojek saja?” katamu
“Nggak beb, besok aku harus ke KPPN, jadi harus dibawa motornya, ini mau dorong aja, nyari tukang tambal ban” jawabku padamu
“Ya sudah kalau begitu, ada yang buat buka puasa?” katamu yang menunjukkan khawatir kekhawatiranmu
“Santai sayang, bisa beli aqua, ini juga ada bakwan jagung dari kantor”
“Ok deh, aku tunggu di kantor ya beb”, katamu saat mengakhiri percakapan kita
Dan sehabis magrib, ban motor pun sudah selesai, kini kusiap menjemput bidadariku. Perjalanan dimulai, dan seperti biasa, ibukota tak kan seru jika tak ada kemacetan disana. `Kantormu tampak masih ramai, mobil dan motor pun masih bertebaran. Ku sampai depan kantor, dan kutelpon dirimu. Tampak senyuman terindahmu hadir memberikan nuansa malam menjadi romantis. Malam yang indah, malam yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Salam dan salim tanganku yang kau cium dengan penuh cinta hiasi pertemuan sepasang kekasih, bukan adam hawa, bukan juga romeo juliet, maupun rama shinta, namun didik dan lia.
“Mau makan di rumah atau di luar beb?” katamu membuka obrolan
“Baca wa ku hayooo” kataku
“owww iya, ayuuukk” sambungmu saat tahu bahwa aku sudah whatsapp kamu untuk makan pecel pinggir jalan
Iya aku memang ingin makan di warung pecel pinggir jalan, warung pecel yang biasa kita makan disana. Ingin lesehan sambil cerita, ingin berbagi pada istri apa yang aku jalani hari ini.
“Gimana kantor hari ini?” kataku
“Ya alhamdulillah ramai, aku banyak di cengin, kata teman-teman aku sudah punya sahabat, hahaha” kita sambil tertawa
“Kalau mas gimana?” sambungmu
“Tadi sih aku rekon, eh malah ada yang beda, ya sudah akhirnya besok ke kppn beb”  kataku
“Oww iya, esok jam berapa ke Bandung beb?” Tanyaku
“Jam 10 sih keretanya” jawabmu
“Mau bareng teman atau bagaimana?” Kutanya kau kembali
“Kata mereka sih ketemu di gambir aja” Jawabmu lagi
“Ya sudah besok kuantar dulu baru ke kppn”, dan kau pun tersenyum, tersenyum bahagia karena ucapanku, dan kita saling pandang, saling tersenyum penuh cinta.
Begitulah sekelumit cerita kita, ditemani nasi pecel dan jeruk anget kesukaan kita, sambil  mendengarkan alunan musik merdu di laptop.
Sayang, mungkin kita hanya beberapa hari tak akan bertemu, namun kebiasaan bersamamu menjadikan itu terasa lama. Setiap hari kau ada di sampingku, menemaniku, memasakkanku, dan juga selalu ada senyum darimu disetiap lelahku. Kita memang tak boleh egois, tak bisa menyalahkan keadaan, dan tak boleh ingin menang sendiri. Oleh karena itu, aku tak ingin melewatkan malam ini tanpamu, aku hanya inin melewatkan malam ini berdua, hanya bersamamu, bersama sang pujaan hatiku, bidadari dunia dan surgaku, itu kamu my sweety, ayang bebku, separuh jiwaku, and my lovely…..Lia Apriliani.

Jakarta, 5 September 2016

Sang angin yang tak pernah lelah memberi kesejukan
Sang malam yang membuat indah cahaya lapu jalanan
Alunan anak jalanan ceria penuh cinta
Senyuman indah sang bidadari hiasi malam
Wajah cantik nan berseri
Berikan cinta yang hakiki
Dalam maghligai yang abadi
I love you and You love me
My Sweety
Lia Apriliani

Jumat, 02 September 2016

Istriku itu Sahabatku dan Sahabatku itu Istriku

“Saya Terima Nikah Kepada Lia Apriliani Putri Bapak Dengan Mas Kawin Tersebut Dibayar Tunai”. Kalimat yang kuucapkan 25 Juli lalu, setelah Bapak dengan lantangnya menikahkanmu padaku. Lantunan doa berkumandang, tangis haru tanda kebahagiaan setiap sudut mushola. Kamu telah menjadi istriku, kamu yang akan menemani hari-hariku, dan kamulah yang akan menjadi sahabat ku di dunia maupun surga.
Hari-hari kita lewati bersama, tak jarang gombalan khasku padamu, namun dibumbui target kita. “Beb, kamu cantik deh, udah ngaji juz berapa?” eeeaaaaa hahaha, bukan tersipu malu karena gombalan itu namun sebaliknya, kita berdua tertawa.
Istriku, masih teringat jelas niat dan doa setelah kita nikah kala itu. Wajangan-wejangan para panutan kita, ustadz kita, dan kyai kita. Dalam doaku kau aminkan, niat meningkatkan iman dan taqwa diselingi mengamalkan ilmu. Ya itulah kata sang ustadz yang jarang dilakukan orang sehabis menikah. Dan kita mulai perjalanan bahtera ini dengan niat itu.
Beb, tepat di hari ke-39 pernikahan kita, aku tulis rangkaian kata ini. Sedikit berbagi kebahagiaan ke semua orang. Dan aku ingin menulis perjalanan kita. Perjalanan yang penuh dengan lika liku setiap jalannya. Perjalanan yang kita mulai dari kontrakan sampai nanti kita bersama di surga.
“Mas, aku nanti pulang dulu ya”, kalimat pendek permintaan ijin darimu saat kita mau berangkat kerja
“Kenapa? Apa nggak bareng aja?” jawabku terheran
Namun senyum kau berikan untukku, dan itu sebuah kode. Benar, dan saat itu pun aku berkata “pasti mau masak, ya kan?”
Senyummu pun semakin lebar, saat itu pula di sebuah kontrakan kecil, pelukan hangat kuberikan dan kubisikkan ke telingamu “I love you sayang”, “I love you too papa biant” jawabmu.
Istriku, rasa sayangmu yang begitu besar padaku, membuat aku selalu ingin ada di sampingmu. Rasa cinta yang kau berikan, berhasil membuat aku tak bisa jauh darimu. Baktimu kepadaku sungguh tak kan bisa tergantikan dengan apapun jua.
“Beb, aku nanti tidur rumah ya” kataku di pagi hari waktu aku mau Dinas Luar
“Beneran, emang g papa, kalau jauh mending di hotel saja beb” katamu
“Nggak tahu sih tempatnya, paling deket sini, lihat nanti saja lah hehe” timpalku
Namun waktu itu hal tak terduga terjadi, aku harus pulang malam karena alasan pekerjaan. Ingin sekali aku segera pulang, segera memeluk istriku dalam dekapan mesra penuh cinta. Setengah 12 malam aku sampai kontrakan, dan aku tahu kamu pun tertidur. Aku pelan-pelan buka pintu kontrakan, lalu aku sholat dan setelah selesai semua, aku coba pelan-pelan bangunin kamu.
“papa biant kapan pulang?” kau tampak kaget melihatku sudah ada di sampingmu
“barusan kok, tadi aku sengaja tak bangunin dulu hehe” jawabku
“pasti capek ya, maaf ya aku ketiduran tadi” katamu
“nggak papa sayang, ayuk tidur, masih ngantuk kan? Hehehe” dan kitapun saling bercerita sampai tertidur.
Beb, banyak cerita kita yang mungkin akan perlahan kutuliskan dalam sebuah kisah rumah tangga. Aku ingin kelak, jika kita sudah sama-sama tua dan punya cucu, tulisan-tulisan ini bisa menjadi flashback pernikahan kita. Pernikahan yang penuh dengan rasa cinta dari Allah Sang Maha Kuasa. Dan kelak saat aku tiada, tulisan-tulisan ini juga bisa menjadi sahabat saat kau kesepian, menjadi teman saat kau membutuhkan kehadiran suamimu tercinta. Tulisan ini akan menjadi bukti perjalanan bahtera rumah tangga kita. You are the best for me, my sweety, love you so much much much
Jakarta, 2 September 2016
Tatapan mata melekat di jiwa
Untaian kata mesra slalu hadir setiap harinya
I love you, aku sayang kamu, dan lain sebagainya
Cinta tak boleh luntur karena kata
Sayang tak boleh goyah karena kendala
Karena kita akan selalu bersama
Di dunia dan surga

Selasa, 23 Agustus 2016

Dear Istriku Sang Bidadariku

Sejarah sudah kita ciptakan, masa depan kita impikan, dan masa kini kita hadapi. Hari-hariku kini tak sendiri, ditemani sang bidadari penyejuk hati. Kau ciptakan ruang dan waktu yang membuat aku selalu rindu-dan rindu jika kau tak disampingku. Kau buaikan aku dalam relung cintamu yang membuat aku selalu ingin mencintaimu. Kau selalu bisikkan kata-kata mesra ke sanubariku, yang menjadikan aku semangat tuk jalani hari-hari bersamamu.
Istriku, semangat hidupku
Tanggal 25 Juli 2016 adalah saat kita memulai semua, salim pertama penuh cinta, salam awal dari permaisuriku, doa mustajab yang teramini tuk tingkatkan imanku dan imanmu, kecupan kening mengalir sambil malu-malu, serba pertama dan kita mulai kehidupan baru.
Istriku, belahan jiwaku
Hari demi hari kita lalui bersama, mulai kelopak mata terbuka di pagi hari sampai pejaman mata yang melelapkan kita. Banyak hal kita pelajari bersama, dari sifat masing-masing sampai apapun yang disukai. Hari-hari penuh cinta kau hinggapkan, semangat membara selalu kau kobarkan dalam setiap apa yang kulakukan.
Istriku, permaisuri hatiku
Hidupku kini penuh dengan nada-nada cinta, penuh dengan alunan doa, penuh dengan derasnya rasa yang tak ingin jauh-jauh darimu. Kau yang memenuhinya, kau yang meciptakannya, kau yang membuat semua ini menjadi lebih indah dan bermakna. Jiwa dan ragamu yang begitu mempesona setiap hari, senyumanmu yang membuat berdesir rasa di dada, kedipanmu yang tak akan pernah terlupa, kata manja penuh cinta dari bibirmu, dan doamu buatku yang tak pernah henti-hentinya di setiap ibadahmu, membuat aku ingin selamanya hanya untukmu.
Istriku, pujaan hatiku
Disaksikan cerahnya langit biru, alunan pohon rindang di tepi jalan, lantunan musik merdu dalam telingaku, aku berharap jika kau berada jauh dariku, selalu merindu sebesar bahkan lebih besar rinduku padamu, aku berharap jika kau berada jauh dariku, doa penuh cinta selalu kau panjatkan buatku, aku berharap kita akan selalu bersama dalam satu rumah, bersama penuh cinta, bersama menggapai impian kita, dan berakhir dengan kebersamaan kita di surga Allah Azza Wajalla.
Amiiin ya Robbal ‘alamin
Jakarta, 23 Agustus 2016
Satu kata berjuta makna
Ucapan penyejuk jiwa
Kesatuan dua insan dalam rangkaian
Langkah bersama menuju surga
Diawali tanpa diakhiri
Kekal abadi dengan ridho Illahi

Cinta

Sabtu, 30 Juli 2016

Dear My Hubby

My Hubby

Saat kau membaca surat ini,,, tataplah sejenak wajah orang yang berada di samping mu,,,
wajah yang akan memberikan senyuman termanis hanya untukmu, wajah yang siap menjadi pendengar keluh kesahmu, wajah yang siap menjalani 'universitas kehidupan' bersamamu,  wajah yang kelak akan menua hanya bersamamu,,,,

Sayang,,,,
alhamdulillah,,, Allah memberikan nikmat yang luar biasa pada kita, menuliskan skenario terindah untuk kita, segala kemudahan dan kelancaran untuk tujuan kita dalam menggenapkan Dien.

Papa biant,,,
Coba kita flash back bagaimana akhirnya kita bisa berdua di ruangan ini.
Begitu banyak cerita suka dan duka yang pernah kita alami. Dimulai kisah dengan pasangan masing-masing, hingga cerita di pojok atas McD. Hmmmmm.....papa biant.....sungguh bahagia nya hati ini....


Mas,,,,,

wanita yang sekarang menjadi istrimu, bukanlah seorang wanita yang sempurna,,,
Suatu saat engkau pasti akan sering mendapatkan pertanyaan
"Mas, kunci ny di mana ya?"
"Mas, hp ku di mana ya?"
"Mas, kalau mau ke tempat itu jalan nya ke mana ya?"
"Mas, cara bikin ini gimana ya?"
"Mas,......?"
"Mas,......?" dan lebih banyak lagi pertanyaan yang aku tujukan untukmu

Beb,,,
Jika suatu saat nanti badai tornado menghampiri 'universitas kehidupan' kita,,, ingatlah kembali tujuan kita bersama,,,bukankah kita ingin SEHIDUP-SESURGA?...
Aku selalu mengingat pesan mu tentang keindahan cinta,

Honey,,,
Jadilah patner hidup yang dapat melengkapi ketidaksempurnaanku,,,
Jadilah imamku dan anak anak kita,,,
Tegurlah aku dengan penuh kasih ketika aku salah,,,

Sayang,,,
Sungguh beruntungnya diriku memiliki mu...

Dalam hal apapun, tidak perlu banyak, yang penting cukup,,,

Cukup sayangi aku seujung kuku mu...
Your's wife


Kuningan, 25 Juli 2016

Minggu, 17 Juli 2016

Salam Tiga Jari


Papa biant...
Ku rasakan lelahmu...
Menggowes sepeda dari rumah menuju kontrakan
Hanya untuk 1 tujuan...
Memang betul,,, setiap tujuan  pasti ada jalan nya...

Kamu yang lelah, namun masih berusaha menunjukkan senyum termanis untukku..
Maacih papa biant

Aku yang menunggu mu di mesjid segera menghampiri dan menemanimu...
Walaupun hanya untuk bertegur sapa, mengobrol hal  yang geje sampai hal penting untuk pernikahan kita...

Papa biant,,,
Aku disini, menemani mu di tempat yang nyaman untuk istirahat...

Kau tampak lelap sekali, walaupun hanya beralaskan lantai...
Tempat yang begitu sederhana...
Tak perlu kasur busa, AC, TV,,,,
Sesederhana cinta kita...

Papa biant,,,
Aku suka dengan kesederhanaan mu...

Salam tiga jari dari ku untuk mu

Sabtu, 16 Juli 2016

Together

Pemimpin bukan raja
Yang dipimpin bukan rakyat jelata
Pemimpin itu mengayomi
Yang dipimpin pun menghargai
Bukan suka memberi perintah
Namun bersama menjalankan perintah
Bukan menunggu disuruh dan diingatkan
Namun bersama saling menguatkan
Pemimpin dan yang dipimpin akan harmonis
Jika saling memberi arti
Saling memahami
Dan saling mencintai
Pemimpin tak akan pernah bisa menjadi pemimpin
Jika tak ada yang dipimpin
Begitupun yang dipimpin
Tak akan tahu arah jika tak ada pemimpin
Belajar memimpin, belajar dipimpin
Belajar berumah tangga
Belajar dalam proses menuju surga
Bersama dalam taqwa
Berdua dalam cinta

You and me always together, now, tomorrow and forever

Minggu, 03 Juli 2016

Undangan Pernikahan Didik & Lia


Bismillah

Bapak/Ibu/Teman-teman sekalian, kami mohon doa dan kehadirannya, pada acara pernikahan kami yang akad nikahnya insyaAllah akan dilaksanakan di Kuningan, 25 Juli 2016
Dengan resepsi di Kuningan, 25 Juli 2016 dan di Nganjuk, 3 Agustus 2016

Terima kasih atas doa dan kehadirannya

Salam
Didik & Lia

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...