Keindahan cinta bukan karena seberapa besar dan banyak kau berikan sesuatu padanya melainkan seberapa kuat kalian bertahan dalam suka maupun duka

Minggu, 09 Agustus 2020

Gubug Udang

Alhamdulillah, tidak direncanakan tapi acara Sabtu kemarin berjalan sempurna meskipun molor 2 jam dari waktu keberangkatan, wkwkwk. Sepertinya sudah biasa bagi kalangan emak emak yang memiliki balita. Rencana berangkat pukul 09.00 ternyata dapat terealisasi pukul 11.00. Duo AFM ini bangun siang karena semalam tidurnya sangat larut. Setelah beres segala rupa, mulai dari memandikan anak anak, menyuapi, menyiapkan bekel, dan sebagainya akhirnya kami meluncur ke cibubur untuk mengantarkan tugas Ayah. 

Ini kali pertamanya kami keluar bersama dengan jarak Depok-Cibubur dalam kondisi new normal. Bukan hanya itu, kali pertama juga bagi Kakak Zahra melakukan perjalanan yang cukup jauh tanpa menggunakan diapers. Alhamdulillah, sudah 3 bulan Kakak Zahra lepas diapers siang dan malam. 

Ketika urusan Ayah selesai, kami pun diajak makan siang ke Gubug Udang. Widih......tempatnya cccciiaammikkk pool....bikin betah berlama-lama di sana, tapi sayang pihak restoran hanya memberi jatah 2 jam bagi setiap pengunjung yang datang karena tempat ini selalu ramai pengunjung, baik weekday maupun weekend. Selain tempatnya yang oke banget, makanannya pun menurut kami mantap beud dan bisa bikin kantong bolong, wkwkwk

Alhamdulillahnya kami ditraktir oleh donatur sehingga bisa makan enak tanpa mikir kantong bolong. Setelah menjadi waiting list pengunjung, akhirnya kami bisa menikmati gubug nomor 5. 
Kakak Zahra sangat lahap sekali makan dengan sop iga sedangkan Dede Fayy terlanjur kenyang dengan 1 gelas jus jambu sehingga saat disuapi makan, dia menolak.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah
Atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami.

Jumat, 07 Agustus 2020

Serodotan

πŸ‘§ Bu,  bu, mau tinggi, Kakak mau serodotan di kasur
πŸ‘© Ya udah, bilang ke Ayah
πŸ‘§ Yah, yah, yah, Kakak mau tinggi
πŸ‘¨ Kakak mau serodotan?
πŸ‘§ Iya,,,
πŸ‘¨ Oke deh

Tak lama kemudian, Ayah pun ambil posisi buat ganjel kasur. Di sisi lain, ibu menahan kemiringan kasur supaya duo AFM bisa bermain lebih lama.
Lama kelamaan ternyata pegel juga ya,,, maklum ini kasurnya berat, (lupa jenisnya apa yang jelas empuk dipake tidur tapi berat kalau di angkat, wkwkwk)

Pernah dong Kakak Zahra nangis selama 30 menit non stop gara-gara Ayah pergi solat isya ke mesjid. 

πŸ‘§ Kakak mau tinggi bu
πŸ‘© Iya kak, kita tunggu Ayah ya, ibu ga kuat buat nahan nya, Kakak sabar ya
πŸ‘§ Ga mau, kakak mau tinggi bu
πŸ‘© Kakak mau tinggi?
πŸ‘§ Iya
πŸ‘© Terus caranya gimana?
πŸ‘§ Pake kuda
πŸ‘© Kan kuda Ayahnya lagi ke mesjid, Kakak tunggu Ayah pulang ya. Ya Allah, aku bersabar hari ini, menunggu Ayah pulang dari mesjid untuk serodotan lagi.
πŸ‘§ Kakak mau tinggi bu, kakak mau tinggi (dan menangis)

Ya salam,,, namanya juga bocah ya, agak susah untuk menunggu, apalagi kalau kondisinya sudah ngantuk, makin rewel lah jadinya. 

Kalau Kakak nangis, Dede Fayy biasanya jadi takut dan selalu nempel sama ibu. Nemplok, plok, plok ga mau lepas. 

πŸ‘Ά Nenen, nenen, (sambil menarik-narik baju Ibu)
πŸ‘§ Dede jangan nen, dede jangan nen

Makin menjadilah tangis Kakak. Saat itu tumben-tumbenan Ayah lama sekali solat nya, Mungkin ngobrol dulu dengan jamaah lainnya kali ya.

Ayah datang bagaikan pahlawan kesiangan, Kakak Sudah cape dengan tangisnya dan sebentar lagi terlelap setelah minum susu. Bagaimana dengan dede Fayy? Dia pun ikutan tidur



Alhamdulillah, Allah menitipkan sebagian rezeki pada kami sehingga mulai malam ini dan seterusnya Kakak Zahra dan Dede Fayy bisa main serodotan dengan nyaman dan kami pun tenang.


Pada saat perakitan serodotan, kondisi Kakak Zahra sudah ngantuk berat, Ayah juga baru pulang dari kantor pukul 21.00, belum ganti baju dan istirahat langsung eksekusi. Kakak Zahra setia menunggu Ayah. 

Kakak Zahra pun bermain hingga pukul 22.00 dan tidur tanpa minum susu saking ngantuknya, hihihi

Keesokan harinya, saat bangun tidur dengan mata yang masih belum terbuka sempurna, yang pertama ditanyain, "Bu, serodotan Kakak mana?" wkwkwkwk

Masya Allah Tabarakallahu

Terima kasih Ya Allah, atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami.

#JurnalDuoAFM
#AFM1,3y
#AFM2,1y7m

Lukis Wajah

Hihi haha pilih apa pilih apa
Banyak warna banyak warna pilih satu
Kami kan buat ayah ganteng

Itu adalah lirik lagu dari Baby Bus, salah satu tontonan favorit Kakak Zahra dan Dede Fayy. Dalam video tersebut, duo kucing melukis wajah Ayahnya dengan cat warna/pensil warna. 

Karena adanya kegabutan, jadilah Ayah menjadi sasaran empuk duo AFM untuk bereksperimen. Perlengkapan lenong ibu pun diikhlaskan untuk dipakai mainan, wkwkwk. Emang banyak perlengkapan lenong nya? Enggak juga c, cuman bedak dan lipstik aza.

Sengaja tidak menggunakan krayon atau pensil warna karena khawatir menusuk mata ayah.

Ibu pun jadi sasaran empuk media penyaluran imajinasi duo AFM, wkwkwk

Apakah potensi ini akan berkembang menjadi MuA?
Hanya Allah Yang Maha Mengetahui


Terima kasih Ya Allah, telah menjadikan kami orangtua dari duo AFM

Masya Allah Tabarakallahu

#JurnalDuoAFM
#AFM1,3y
#AFM2,1y7m

Kamis, 06 Agustus 2020

Mewarnai

Secara tidak sengaja, ibu melihat kemampuan Kakak Zahra dalam mewarnai sebuah objek sudah cukup baik. Hanya sedikit bagian saja yang keluar dari garis.

πŸ‘© "yah, yah, yah, coba lihat deh hasil mewarnai Kakak, bagus kan ya? Hanya sedikit yang keluar dari batas garis"

πŸ‘¨ "oia, bener, wah...ini waktunya beli buku mewarnai neh"

πŸ‘© "betul betul betul"

Selang beberapa hari, Ayah pun membelikan Kakak dan Dede buku mewarnai. Bukan hanya sekedar buku mewarnai, Ayah pun membelikan balon,,, yeeyyy...balon...

Oia, terkait balon, Kakak paling suka kalau menerbangkan balon yang sudah ditiup. Hal ini justru kebalikan Dede Fayy, hihihi, dia sangat ketakutan mendengar suara balon saat dilepas bebas ke udara.

Bermain sambil belajar, ibu pun melakukan hal tersebut. Mengenalkan bilangan dan juga warna. Alhamdulillah, Kakak Zahra sudah tahu warna dan mampu membilang angka secara urut. 

Masya Allah Tabarakallahu


#AFM1
#3y


Senin, 27 Juli 2020

Belajar Kata

Memiliki anak laki-laki memang beda dengan anak perempuan. Alhamdulillah, ibu bisa merasakan langsung bagaimana perbedaannya, terutama dalam hal bahasa. 

Usia yang sama namun kemampuan bahasa yang dimiliki ternyata berbeda. Untungnya ibu pernah ikut kajian dr. Aisah Dahlan yang membahas tentang otak laki-laki dengan perempuan, sehingga cukup tenang menghadapi perkembangan bahasa Dede Fayy saat ini. 

Ya,,, cuma merasa gimana gitu,,, ketika di ajarin untuk bilang ibu, yang keluar malah ayah, ayah, dan ayah, padahal kan yang mengandung 9 bulan itu ibu,,, yang merasakan nikmatnya proses mengeluarkan dari perut itu ibu,,, wkwkwkwk...


Tapi yang jelas, Ibu dan Ayah bersykur atas kehadiranmu sayang...
Masya Allah Tabarakallahu
Semoga kelak Engkau tumbuh dengan mengenal siapa Rabbmu..
Aaminn

#AFM2
#1y6m

Aliran Rasa Mengikuti Kelas Bunda Cekatan IIP Batch 1


Tuliskan, gambarkan dan sampaikan apa yang membuat bahagia selama berada di kelas bunda cekatan?

Bahagia karena berada dalam 1 lingkaran bersama emak-emak yang memiliki frekuensi sama yakni belajar, belajar, belajar untuk menjadi bunda yang cekatan dan saling menyemangati untuk memperbaiki diri.

Di Kelas Bunda Cekatan, saya belajar bagaimana belajar, merasakan bagaimana sesungguhnya merdeka belajar dan belajar merdeka. Belajar jampi-jampi "Menarik Tapi Tidak Tertarik" saat memasuki hutan ilmu kini berimplikasi dalam kehidupan sehari-hari saat melihat barang-barang berlabel diskon namun belum merasa urgent. Selalu penasaran dengan tantangan selanjutnya. Tugas yang membuat diri ini merasa lebih mengerti tentang potensi yang dimiliki.

Mengapa tetap bertahan hingga akhir tahapan kupu-kupu?

Tugas yang diberikan itu bener bener buat saya berpikir dan belajar memahami diri. Kalau dah deket deadline pengumpulan tugas, tapi ternyata tugasnya belum kelar, bikin tidur ga nyenyak, wkwkwk. 

Keinginan untuk mundur itu justru saya rasakan saat berada di tahap kupu-kupu, tahap terakhir dari kelas bunda cekatan. Kala itu saya merasa terseret seret dengan banyaknya deadline dari tempat kerja. Qadarullah saya diamanahi sebagai koordinator pokja kemandirian. Selain itu, saya merangkap jabatan sebagai pengurus HIMA IP Depok dan Tim Manajer Operasional IP Pusat. Saya merasa 24 jam sangat kurang. Pulang kantor, anak-anak sudah menanti untuk diajak bermain, malam hari fisik sudah lelah dan inginnya tidur. Ya Allah....merasa berat untuk melangkah.

Kelas bunda cekatan adalah tahap yang saya lewati setelah mengikuti 1 tahun dikelas bunda sayang dan 3 bulan di matrikulasi. Sungguh disayangkan jika harus berhenti di tengah jalan. Akhirnya saya memilih untuk meneruskan hingga akhir.

Apa yang sudah baik dan menjadi semakin baik selama mengikuti kelas bunda cekatan?

Menyadari bahwa saya berperan sebagai istri, ibu, dan pribadi yang juga layak bahagia. Tidak harus mengorbankan diri demi kebahagiaan suami dan anak. Saya pun berhak bahagia. 

Menyadari bahwa belajar adalah kebutuhan diri dan manfaatnya akan dirasakan oleh diri sendiri. Nilai sebagai efek samping dari keseriusan dalam belajar dan bukan sebagai target utama.

Saya belajar bagaimana belajar dan berani mengakui kesalahan dengan konsep False Celebration. 

it's okay to make mistakes as long as you learn from them

Saya membuat mind map A namun terealisasi B. Meskipun tidak linear, saya menjadi sadar bahwa yang dibutuhkan sekarang dan urgent adalah Manajemen Emosi yang ternyata sangat diperlukan dalam proses pengasuhan. Sempat merasa menyesal, kenapa dulu saya tidak masuk ke keluarga manajemen emosi, wkwkwk, tapi ya sudahlah, penyesalan tidak akan mengubah keadaan.

Saya akhirnya mengikuti Neuroparenting yang digagas oleh dr. Amir Zuhdi meskipun berbayar, saya tetap lakoni karena merasa butuh ilmunya.

Saat ini, Alhamdulillah, saya semakin rutin membacakan buku untuk anak-anak sebelum tidur dengan cerita sesuai teks atau mengarang sendiri. 

"Bu, baca buku" adalah hadiah terindah yang saya dapatkan dari Kakak Zahra.

Terima kasih Kakak Zahra dan Dede Fayy sudah menginspirasi ibu untuk terus belajar

Terima kasih Mas Didik Biantoro yang selalu memberikan dukungan tiada henti, selalu bantu pasang twibon, bikinin video, nge-syuting, dan bantuan-bantuan lainnya yang sungguh luar biasa.  Terima kasih sudah mensupport istrinya untuk selalu belajar, belajar, dan belajar.

I Love You


Selebrasi Bunda Cekatan HIMA IP Depok


#aliranrasabuncek1
#selebrasibuncek1

Selasa, 07 Juli 2020

Jurnal Kupu-Kupu Minggu Ke-7: Rayakan Kemajuan

Pekan ini sungguh banyak menguras tenaga, waktu, dan juga fikiran. Peran sebagai koordinator pokja dengan deadline kantor yang harus segera dituntaskan untuk mempersiapan keseluruhan kebutuhan A-Z sungguh uwow....Alhamdulillah semua dapat berjalan atas bantuan dariNya. Terima kasih ya Allah.

Saat diri merasa belum ada kemajuan apapun dan merasa ingin menyerah, tetiba ada teman yang berbagi sesuatu yang telah ia baca.

"Terkadang kamu hanya perlu menghargai keberadaanmu sendiri. Kamu telah berjalan sejauh ini dan sekarang kamu masih meraba, belajar, dan berkembang. Jadi berikan penghargaan dan banggalah terhadap dirimu sendiri. BANGGALAH!!! "
(The Philosophy of crayon)

Ya Allah.....sesaat membaca ini berasa ngademin beud.....iya,,, yang saya butuhkan saat ini adalah bangga terhadap diri sendiri dan juga bersyukur telah berjalan sejauh ini. Meskipun jalan yang dilalui tidak mulus. 

Terima kasih teteh mentor yang selalu menyapaku lebih dulu,,,

Setelah mengikuti salah satu akun pendongeng di IG (@kak_ojan), saya sebenernya  tercengang juga dengan statmen TERJEBAK

kalau kamu baru mulai belajar mendongeng tapi minat terbesarmu hanya pada mengubah suara, mainin boneka, meniru bunyi, ice breaking yang seru, gimmick lucu, FIX kamu terjebak. kamu terjebak sibuk pada 'aksesoris' padahal belum mempelajari dan tidak menguasai kemampuan dasar mendongeng yaitu mendongeng itu sendiri.

Balik ke tujuan sendiri, berkaca kembali, iya ya,,, saya terlalu sibuk dengan aksesoris. Terus teringat dengan pesan Bu Septi, BAHAGIA atau SUKSES dulu? saya lebih memilih BAHAGIA terlebih dahulu. Jadi selama sepekan ini, saya lebih sering READ ALOUD menjelang anak-anak tidur. Pernah suatu malam Kakak Zahra minta lagi, lagi, dan lagi dibacakan buku hingga buku di rak pun habis.

πŸ‘©Kak, ini udah malam, waktunya istirahat, tuh udah jam 22.30, Kakak dan Dede istirahat ya.
πŸ‘§enggak, mau baca buku lagi

Namun ibu tidak turuti karena sudah terlalu malam. Akhirnya mereka tidur juga. Alhamdulillah.

Ini adalah salah satu keberhasilan yang kami capai. Anak-anak mulai bisa menjawab "Siapa yang menciptakan matahari?", "Siapa yang menciptakan bunga?" dan sebagainya. Oia satu lagi, anak-anak suka dengan takbir. Alhamdulillah...Masya Allah Tabarakallahu
Salah satu buku yang biasa saya bacakan yaitu buku yang berjudul "Yang Maha Menciptakan" karya Canun Kamil & Fufu Elmart dan juga buku yang berjudul "Aku Bisa Wudhu dan Shalat" dari Halo Balita.

Mengikuti mentorship itu rasanya nano-nano, tujuan A realisasi jadinya B. Alhamdulillah, berproses menjadi lebih baik dan tetap semangat belajar.

#jurnalke7
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Topi AFM 2

Upluk coklat adalah upluk yang pertama kali kami beli saat car free day hari Minggu di Telaga Golf. Saat itu usia Dede Fayy masih 4 bulan. ...